Home / News / Amat Surman Pria di Pulau Sirah, Menjaga Asa dari Kandang Ayam Samping Rumah

Amat Surman Pria di Pulau Sirah, Menjaga Asa dari Kandang Ayam Samping Rumah

Amat Surman dengan ayam petelur yang mulai bertelur di kandang ayam samping rumah. (FOTO: Humas PTBA)

KINGDOMSRIWIJAYA, Tanjung Enim – Desa ini letaknya hanya sekitar 12 km dari kantor pusat PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA yang berada di Jalan Parigi Tanjung Enim. Desa tersebut bernama Sirah Pulau, berada di Kecamatan Merapi Timur. Secara administratif letak desa ini dan kantor PTBA berada di dua daerah kabupaten yang berbeda, satu di Kabupaten Muara Enim dan satunya di Kabupaten Lahat.

Di Desa Sirah Pulau, hampir setiap hari ada kesibukan rutin yang mewarnai hari-hari Amat Surman, seorang pria berusia 72 tahun. Setiap hari, pagi, sore, hingga malam, langkah kakinya tak jauh menuju kandang ayam yang ada di samping rumahnya.

Di samping rumah, ada deretan kandang dengan jeruji kawat yang rapi, di dalamnya ada ayam petelur berkotek riuh menyambut kedatangannya. Dengan teliti, Amat menaburkan pakan, memastikan air minum tetap bersih, dan setiap dua hari sekali tak lupa menyapu serta membersihkan lantai kandang hingga kering. Kesibukan sederhana itu kini menjadi napas baru bagi hari-hari pria berkaca mata.

Dulu, sebelum kandang itu berdiri, hari-hari Amat terasa sepi dan penuh kecemasan. Tanpa pekerjaan tetap, ia harus mengandalkan bantuan dari anak-anaknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Bisa dibilang saya menganggur, tidak ada pekerjaan tetap. Jadi untuk kebutuhan sehari-hari ya masih bergantung pada anak saya,” kenangnya.

Namun, di balik keterbatasan itu, tersimpan kenangan masa kecil yang tak pernah pudar, sejak bersekolah dasar, Amat sudah akrab dengan kandang-kandang di sekitar rumah, yang memelihara ayam, bebek, hingga kambing. Kebiasaan lama itu kini kembali hadir, namun dengan makna yang jauh lebih dalam, bukan sekadar hobi, melainkan pintu menuju harapan berdikari.

Bagi PTBA, kisah Amat adalah bagian dari lembaran baru yang ditulis oleh Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) BUMN tambang batu bara tersebut. Melalui program budidaya ayam petelur rumahan di Desa Sirah Pulau, Perseroan menghadirkan angin segar sekaligus jalan nyata untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengangkat ekonomi rumah tangga warga. Pada tahap awal, setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan 12 ekor ayam yang sudah dalam kondisi siap bertelur, lengkap dengan satu karung pakan dan kandang baru yang disiapkan di dekat rumah masing-masing. Pemilihan ayam siap bertelur bukan tanpa alasan: agar manfaatnya dapat segera dirasakan, semangat warga pun tumbuh lebih cepat.


Kandang ayam petelur milik Amat Surman yang ada di kandang ayam samping rumah. (FOTO: Humas PTBA)

Dan ternyata, alam pun menyambut baik usaha itu. Semula diperkirakan ayam mulai bertelur sekitar hari ke-24 setelah penyerahan. Namun, kenyataan berbicara lebih indah – pada hari ke-16, telur-telur pertama sudah mulai tampak di dalam kandang. Hingga 31 Agustus 2026, atau 23 hari setelah distribusi, produksi berjalan semakin lancar. Lebih cepat dari perkiraan, lebih melimpah dari dugaan. Kabar itu disambut sukacita oleh para penerima manfaat. Bagi mereka, telur-telur itu bukan sekadar bahan pangan bergizi untuk keluarga, melainkan bukti nyata bahwa usaha yang dikelola sendiri dapat membuahkan hasil. Semangat pun tumbuh, keinginan untuk mengembangkan usaha kian membara.

“Kami bersyukur program budidaya ayam petelur di Desa Sirah Pulau mulai menunjukkan perkembangan positif. Ayam-ayam yang sebelumnya kami berikan sebagai bagian dari dukungan awal, kini sudah mulai bertelur. Ini merupakan langkah awal yang baik karena masyarakat mulai dapat merasakan hasil dari usaha yang mereka kelola sendiri”,kata Eko Prayitno Corporate Secretary Division Head PTBA, Selasa (1/9).

Menurutnya, bagi PTBA, hadirnya telur-telur pertama menandai tahap penting, bahwa manfaat ekonomi mulai terasa langsung masyarakat yang berada di wilayah Ring 1. “Namun, tujuan Perseroan sesungguhnya melampaui sekadar memberikan bantuan hewan ternak. Yang ingin kami bangun adalah ekosistem usaha yang dapat tumbuh secara mandiri. Karena itu, selain memberikan ayam dan sarana pendukung, PTBA juga memberikan pelatihan serta pendampingan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola usaha ini secara berkelanjutan”.

Artinya, warga tidak hanya diberi ikan, melainkan diajarkan cara memancing, menjaga peralatan, hingga memelihara sungai tempat mereka mencari penghidupan. Pendampingan terus berjalan, melibatkan tenaga ahli di bidang peternakan, agar setiap pemelihara memahami cara menjaga kesehatan ternak, mengatur pakan, hingga mengelola hasil produksi.

Sementara itu menurut Dedy Saptaria Rosa yang menjabat Sustainability Division Head PTBA,  awal produksi ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas usaha masyarakat. “Mulai berproduksinya ayam petelur di samping rumah menjadi titik awal peningkatan kemampuan dalam pengelolaan produksi, pemeliharaan kesehatan ayam, hingga pemasaran telur”.

Program PPM ayam petelur dari PTBA lebih dari sekadar angka produksi, program ini memiliki nilai strategis ganda, di satu sisi meningkatkan pendapatan rumah tangga, di sisi lain memperkuat ketersediaan pangan bergizi di tingkat desa. Telur yang dihasilkan tidak hanya dijual, tetapi juga menjadi asupan gizi bagi warga sekitar.


Kandang ayam petelur milik Amat Surman yang ada di kandang ayam samping rumah. (FOTO: Humas PTBA)

“Kami berharap usaha ini berkembang dari skala rumah tangga menjadi usaha bersama yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat Desa Sirah Pulau. Selain menghasilkan pendapatan, telur yang diproduksi juga dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sekitar,” ujar Dedy dengan harapan yang luas ke masa depan.

Keberhasilan tahap awal di Desa Sirah Pulau kini menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Program ini merupakan hasil kolaborasi PTBA bersama Rumah Kreatif Sriwijaya sebagai mitra pelaksana, dengan dukungan penuh dari Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (FP2M) serta Pemerintah Desa Sirah Pulau. Kerja sama itulah yang membuat setiap langkah terarah, setiap bantuan tepat sasaran.

Kini, cakupan program pun terus melebar. Telah dilakukan survei lokasi di desa-desa terdekat yang berada di wilayah lingkar satu perusahaan sebagai persiapan penanaman jagung dan pengembangan pabrik pakan mandiri. Langkah ini menjadi kunci agar biaya produksi dapat ditekan, rantai pasok menjadi lebih efisien, dan ekosistem budidaya ayam petelur dapat tumbuh berkelanjutan — dari pakan hingga telur, dikelola oleh masyarakat sendiri. Bukan mustahil, kelak di masa depan, desa-desa di sekitar wilayah operasi PTBA akan menjadi lumbung pangan sekaligus pusat pengembangan ekonomi mandiri yang berbasis potensi lokal.

Bagi Amat Surman, setiap butir telur yang dikumpulkannya adalah sepotong harapan yang kian utuh. Di usianya yang tak lagi muda, ia menemukan kembali makna bermakna, masih bisa berkarya, masih bisa beraktivitas, masih bisa memberi, dan tak lagi sepenuhnya harus meminta. “Terima kasih kepada PTBA. Kami bersyukur sudah dibantu. Harapannya jangan hanya 12 ekor. Kalau ada tambahan ayam dan pakan, mudah-mudahan bisa segera diberikan. Kalau ayamnya semakin banyak dan produksinya bagus, kami juga bisa mendapatkan penghasilan lebih”, katanya dengan matanya berbinar memandang kandang yang kini penuh kehidupan.

Amat mewakili banyak warga lain yang kini mulai menyadari, perubahan tak selalu datang dari jauh. Kadang, ia bermula dari sebuah kandang ayam samping rumah, dari belasan ayam yang berkotek riuh, dari telur-telur sederhana yang perlahan namun pasti, menyusun masa depan yang lebih baik. Dari Sirah Pulau, harapan itu kini mulai menetas, tumbuh, dan siap terbang tinggi bukan hanya untuk satu keluarga, tetapi untuk seluruh desa, berkat kesinambungan usaha, pendampingan, dan kemitraan yang tulus antara perusahaan dan masyarakat. PTBA pun siap membawa dan membagi asa tersebut di desa-desa lain di wilayah Ring 1. (maspril aries)

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *