Home / Eduaksi / Gita Wirjawan di Unsri Bicara: “Menyongsong Lanskap Global dengan Pemikiran Visioner” (Kuliah Umum Hulu Migas)

Gita Wirjawan di Unsri Bicara: “Menyongsong Lanskap Global dengan Pemikiran Visioner” (Kuliah Umum Hulu Migas)

Gita Wirjawan (kanan) menerima cendera mata dari Wakil Rektor Unsri Rujito Agus Suwignyo di Unsri memberikan kuliah umum. (FOTO: Humas SKK Migas)

KINGDOMSRIWIJAYA, Indralaya – Ini bukan cerita atau informasi tentang tentang podcast “Endgame” milik Gita Wirjawan tengah pindah tayang dari kanal Youtube ke kampus Universitas Sriwijaya (Unsri) di Indralaya. Ini tentang penampilan Gita Wirjawan host Endgame pada kuliah umum tajaan SKK Migas bersama KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) migas, PT Sele Raya Merangin Dua (SRMD), Medco Energi, Pertamina dan lainnya.

Pada kuliah umum hulu migas yang diikuti mahasiswa dari Unsri dan mahasiswa dari beberapa kampus perguruan tinggi swasta lainnya di Palembang tersebut mengusung tema besar “Leadership and Collaboration”.  Pada kuliah umum, Rabu (26/8) yang dihadiri Wakil Rektor Unsri Rujito Agus Suwignyo dan dibuka Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Bambang Dwi Djanuarto, juga menghadirkan pembicara Sekretaris SKK Migas Luky A Yusgiantoro.

Kuliah umum ini merupakan komitmen sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) kembali menegaskan peran strategisnya sebagai penggerak utama perekonomian nasional dan pilar ketahanan energi Indonesia.

Wakil Rektor Universitas Sriwijaya dalam sambutan menyampaikan apresiasi mendalam kepada serta para KKKS atas kepercayaan yang diberikan kepada UNSRI sebagai tuan rumah. Menurut Rujito, status baru Unsri sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), sebagai institusi bungsu dari 23 PTN-BH di Indonesia, menuntut universitas untuk semakin adaptif, relevan, dan kolaboratif melalui semangat “UNSRI Rumah Kita”.

Gita Wirjawan yang hadir sebagai Chairman Ancora Group membuka paparannya dengan mengupas secara tajam pergeseran konstelasi geopolitik dan ekonomi global. Mengacu pada pemikiran literatur strategis, Gita menyoroti bagaimana kawasan Asia Tenggara – yang dulunya dianggap sebagai wilayah periferal – kini bertransformasi menjadi pusat kesadaran dan perhatian dunia internasional.


Para pembicara, pimpinan SKK Migas dan KKKS bersama para mahasiswa peserta kuliah umum Hulu Migas di Kampus Unsri, Indralaya. (FOTO: Humas Unsri.ac.id)

Gita Wirjawan yang juga mantan Menteri Perdagangan ini di hadapan ratusan mahasiswa yang memadati ruangan, menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam menguasai wawasan masa depan. Menurutnya, laju perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence), disrupsi digital, serta perubahan rantai pasok global menuntut kaum intelektual muda untuk berpikir jauh melampaui batasan konvensional. Gita mendorong mahasiswa mendorong untuk menjadi pembelajar yang aktif, kritis, dan visioner dalam membaca perkembangan teknologi serta pergeseran rantai pasok global.

“Mahasiswa diharapkan berpikir lebih visioner untuk menguasai wawasan yang dibutuhkan industri saat ini maupun masa mendatang. Pendidikan memainkan peran penting dalam membentuk relevansi individu maupun negara dalam lingkungan global yang berkembang pesat”, kata Gita di tengah antusiasme peserta.

Selain aspek teknologi dan pendidikan, Gita juga menyoroti pentingnya iklim investasi yang sehat bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Ia mengingatkan bahwa kedaulatan ekonomi suatu negara tidak akan tercapai tanpa adanya kepastian hukum, manajemen risiko yang matang, serta kemampuan menarik arus investasi yang transparan.

“Oleh karena itu, sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan sektor industri strategis seperti migas menjadi jembatan krusial dalam mencetak sumber daya manusia atau SDM yang kompetitif di kancah global”, ujarnya pada kuliah umum yang dipandu Senior Manager Pertamina EP Prabumulih Field sekaligus Pjs General Manager PT Pertamina EP Zona 4, Muhammad Lutfi Ferdiansyah.


Sekretaris SKK Migas Luky A Yusgiantoro memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa di kampus Unsri, Indralaya. (FOTO: Humas SKK Migas)

Lifting dan Efek Ganda

Sementara itu pada sesi kedua, Luky A Yusgiantoro berbicara dengan membedah tata kelola hulu migas A sampai Z dengan memaparkan materi komprehensif mengenai peta jalan, regulasi, tantangan operasional, serta strategi besar industri hulu migas nasional.

Menurut Luky, kendati operasional hulu migas di lapangan melibatkan berbagai perusahaan kontraktor (KKKS), kendali penguasaan dan pengelolaannya tetap berada di tangan negara melalui mandat SKK Migas. “Energi adalah darah penggerak perekonomian nasional. Tanpa pasokan energi yang stabil, berkelanjutan, dan terjangkau, mustahil roda industri dan kesejahteraan masyarakat dapat berputar dengan baik,” katanya.

Luky yang masa kecilnya pernah tinggal di Prabumulih selama lima tahun, saat ayahnya Purnomo Yusgiantoro yang pernah menjabat Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), memaparkan bagaimana wilayah Sumatera Selatan memegang peranan vital dalam peta energi nasional sebagai salah satu lumbung energi utama.

Luky juga menjelaskan, kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas di wilayah ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian target lifting nasional, tetapi juga memberikan efek ganda (multiplier effect) yang luar biasa bagi perekonomian daerah. Mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), hingga pemberdayaan UMKM di sekitar wilayah operasi KKKS.


Gita Wirjawan bersama Wakil Rektor Unsri, Sekretaris SKK Migas, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel dan para wakil KKKS. (FOTO: Dok. Salwaluna).

Menanggapi rasa penasaran para mahasiswa mengenai peluang kerja, Luky memberikan penjelasan yang memotivasi. “Industri hulu migas bukanlah domain eksklusif bagi lulusan teknik perminyakan atau geologi semata. Kompleksitas industri ini membutuhkan spektrum keilmuan yang sangat luas, mulai dari hukum, ekonomi, akuntansi, teknik informatika, teknik sipil, hingga ilmu komunikasi dan hubungan internasional”, ujarnya.

Lebih lanjut, Luky menekankan bahwa SKK Migas bersama seluruh KKKS senantiasa berkomitmen menjalankan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Budaya kerja yang bersih, penolakan tegas terhadap segala bentuk gratifikasi yang tidak wajar, penghindaran benturan kepentingan (conflict of interest), serta transparansi operasional merupakan pilar mutlak yang harus dijunjung tinggi oleh setiap insan migas.

Suasana kuliah umum semakin hidup ketika memasuki sesi tanya jawab dan diskusi interaktif, para peserta tampak berebut untuk mengajukan pertanyaan.

Berbagai isu aktual dibahas secara mendalam dalam sesi ini, mulai dari tantangan transisi energi global menuju net zero emission, inovasi teknologi pemanfaatan sumur tua (mature fields) di Sumatera Selatan, hingga strategi adaptasi lulusan baru menghadapi dunia kerja yang kompetitif. Dua narasumber memberikan jawaban bernas yang memantik semangat berpikir kritis di kalangan mahasiswa.

Klik Video https://www.youtube.com/live/zYb9DlxbVNw

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif, SKK Migas Sumbagsel bersama KKKS menyediakan cinderamata khusus bagi para mahasiswa yang melontarkan pertanyaan kritis. Antusiasme yang ditunjukkan oleh ribuan peserta, baik yang hadir langsung di aula maupun melalui jaringan siaran langsung daring, mencerminkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap masa depan sektor energi bangsa. (maspril aries)

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *