KINGDOMSRIWIJAYA, Palembang – Perjalanan pendidikan jenjang strata tiga (S3) Tri Wahyudi Saleh yang pernah menjabat Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) di Universitas Sriwijaya (Unsri) mencapai titik akhirnya. Rabu, 26 Agustus 2026, Tri yang kini menjabat Direktur Manajemen Aset PT Pupuk Indonesia (Persero) akan menjalani ujian akhir disertasi terbuka promosi gelar doktor ilmu-ilmu pertanian pada Fakuktas Pertanian Unsri.
Ujian disertasi terbuka akan berlangsung, di Hall FH Tower lanti 8 Fakultas Hukum, Kampus Universitas Sriwijaya Bukit Besar, Palembang. Pria kelahiran Jakarta, 29 September 1967 akan menjalani ujian terbuka dengan penguji tamu Jendral TNI (Purn) Prof Dr Dudung Abdurachman, SE, MM, MH yang kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan RI.
Tri Wahyudi Saleh sebagai promovendus akan mempertahankan disertasinya berjudul “Integrasi Kebijakan Perberasan Hulu ke Hilir Guna Menyusun Rekomendasi Kebijakan Perberasan Terpadu di Indonesia” dengan didampingi Promotor Prof Dr Ir Benyamin Lakitan, MSc, Co-Promotor Prof Dr Ir Dedik Budianta, MS, dan Prof Dr Ir M Yamin, MP serta penguji Prof Dr Ir A Muslim, MAgr dan Prof Dr Ir Andy Mulyana, MSc. Rektor Unsri Prof Dr Taufiq Marwa, SE, MSi sebagai pimpinan sidang”, kata Tri, Senin (24/8).
Menurut Tri, disertasinya yang membahas tentang perberasan tidak terlepas dari bidang pekerjaan yang digelutinya sejak 1997 Perum Bulog sampai 2020. Dalam penelitian dari disertasinya adalah membahas kebijakan perberasan di Indonesia telah menjadi objek kajian yang terus-menerus dibahas sejak puluhan tahun lalu. Namun, sebagian besar penelitian yang ada selama ini cenderung terfragmentasi, ada yang membahas aspek harga, ada yang membahas produksi, ada pula yang membahas kinerja cadangan beras pemerintah, namun jarang sekali yang menelaah secara menyeluruh keterkaitan antara perencanaan kebijakan di tingkat hulu hingga pelaksanaannya di tingkat hilir, serta mengukur seberapa jauh keselarasan antara perencana dan pelaksana kebijakan secara empiris.
Pada penelitian yang dilakukannya, disertasi ini tidak sekadar mengevaluasi dampak kebijakan, melainkan menempatkan integrasi kebijakan dari hulu ke hilir sebagai persoalan inti yang selama ini luput dari perhatian kajian-kajian sebelumnya. Disertasi ini menjawab pertanyaan mendasar, mengapa kebijakan perberasan yang direncanakan dengan baik di tingkat pusat seringkali tidak berjalan efektif di lapangan? Dan bagaimana menjembatani kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan guna mewujudkan ketahanan pangan nasional yang sesungguhnya terpadu?
Secara keseluruhan, disertasi ini berhasil menjawab tantangan yang jarang dijawab tuntas oleh kajian kebijakan perberasan sebelumnya, yaitu membuktikan secara empiris, bukan sekadar naratif, bahwa fragmentasi antar-lembaga adalah persoalan struktural yang nyata dan terukur.
Dengan posisi Tri Wahyudi Saleh sebagai praktisi senior di sektor BUMN pangan, disertasi ini juga memiliki nilai tambah sebagai jembatan antara dunia akademik dan realitas birokrasi kebijakan, sesuatu yang tidak selalu mudah ditemukan dalam disertasi kebijakan publik pada umumnya.

Perjalanan Karier
Setelah lulus dari pendidikan menengah, perjalanan karier Tri Wahyudi Saleh diawali di sektor swasta sebagai Account Executive di PT Rimba Dana Sahati kemudian berlanjut di PT Burroughs Wellcome Indonesia dengan menduduki berbagai posisi, yaitu Medical Representative, District Manager, dan Product Manager, selanjutnya dipercaya menjabat sebagai Training and Development Plan Manager di PT Glaxo Wellcome Indonesia pada tahun 1996.
Tahun 1997 Tri memulai kariernya di lingkungan Perum Bulog sebagai Staf Depot Logistik Jawa Barat. Di Bulog karier lulusan dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta ini terus meningkat dengan mencapai jajaran direksi. Jabatan sebagai direksi di Bulog, Pada 2016 – 2017 menjabat Direktur Operasional dan Pelayanan Publik, kemudian selama Januari – November 2017 menjabat Direktur Pengadaan, bergeser menjadi Direktur Komersial sejak November 2017 – Agustus 2018,kemudian kembali sebagai Direktur Operasional dan Pelayanan Publik pada Juni 2018 – Agustus 2020 serta merangkap sebagai Komisaris Utama PT Jasa Prima Logistik BULOG tahun 2018 – 2020.
Baru pada 2020 Tri Wahyudi Saleh pindah ke BUMN pupuk, sejak Agustus 202 mendapat promosi sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Pupuk Sriwidjaja. Kiprah selanjutnya masih di BUMN pupuk, pada November 2023 ayah dari tiga orang anak ini menjabat sebagai Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) sampai Juni 2025, dan sejak Juni 2025 suami dari Ardiana Atminarni dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Manajemen Aset PT Pupuk Indonesia (Persero).
Untuk perjalanan pendidikannya, Tri yang lahir di Jakarta bersekolah di Sekolah Dasar Negeri Paponggo 03 Pagi, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 30 Jakarta. Setelah lulus dari SMP, Tri melanjutkan pendidikan ke SPMAN (SMK Pertanian) Yogyakarta dan lulus tahun 1986. Kemudian kembali ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan tinggi Program Sarjana (S1) Ilmu Biologi di Universitas Nasional, Jakarta, pendidikan Magister (S2) Manajemen Agribisnis di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan sejak 2023 menempuh pendidikan Program Doktor (S3) Ilmu Pertanian dengan bidang kajian utama Agribisnis di Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, Palembang. (maspril aries)





