
KAKI BUKIT – Membaca KOFM mengingatkan kita dengan rasisme dan diskriminasi yang masih menjangkiti Amerika Serikat hingga saat ini. Warga Indian seperti halnya warga kulit hitam dianggap sebagai ras yang lebih rendah. Meski merupakan warga asli alias pribumi, Warga Indian diperlakukan buruk hingga dibantai secara sistematis oleh pendatang kulit putih yang mengklaim Amerika sebagai tanah mereka. Bahkan setelah berdirinya negara Amerika Serikat kita menyaksikan bagaimana pemerintah dan warganya terus mencurangi warga Indian melalui paragraf-paragraf buku ini. KOFM menjelma menjadi salah satu karya literatur sejarah yang mencoba memberi ruang bagi warga minoritas, dalam hal ini warga Osage, untuk menyampaikan kisah mereka.
Mencegah Adaptasi Menjadi Sekedar Eksploitasi Belaka
KOFM harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum akhirnya mendapat adaptasi film berbudget besar pada 2023. Sejak sebelum penerbitannya di tahun 2016, outline atau draft buku ini dirumorkan telah disirkulasikan di kalangan elit Hollywood. Di belakang layar sejumlah nama besar mulai mengajukan penawaran untuk mendapat hak adaptasi buku yang ditargetkan menjadi best seller ini. Nama-nama seperti Brad Pitt, George Clooney, J.J Abrams hingga Leonardo DiCaprio “berperang” memperebutkan hak adaptasi KOFM. Akhirnya, produser Dan Friedkin dan Bradley Thomas dari Imperative Entertainment memenangkan lelang dengan harga 5 Juta dollar amerika.
Persiapan pra-produksi pun segera dilakukan. Sutradara Martin Scorsese dan penulis skenario Eric Roth direkrut untuk memimpin proyek ini. Studio Hollywood Paramount Pictures bakal mendanai dan mendistribusikan film. Sementara itu, Aktor Leonardo DiCaprio dan Robert De Niro digadang-gadang bakal memerankan tokoh utama film ini. Baik Leonardo DiCaprio dan Robert De Niro merupakan kolaborator setia dan aktor langganan Scorsese.
DiCaprio telah membintangi lima film yang disutradarai Scorsese, sedangkan De Niro telah membintangi sembilan film bersama Scorsese. KOFM menjadi kolaborasi ke-10 De Niro dan kolaborasi ke-6 DiCaprio dengan sutradara kawakan ini.
Karena berbagai hal, syuting film KOFM harus ditunda hingga Martin Scorsese menyelesaikan proyek film lainnya “The Irishman” untuk layanan streaming Netflix yang menelan biaya hingga $250 juta. Selama periode ini, baik Scorsese, Roth dan DiCaprio terus menggodok skenario KOFM. DiCaprio yang awalnya digadang memerankan tokoh agen FBI Tom White sebagai protagonis utama tiba-tiba menginginkan perombakan.
Dalam wawancara dengan publikasi online Deadline, Scorsese menjelaskan bahwa mereka awalnya menulis KOFM dari sudut pandang seorang koboi kulit putih yang datang dan menyelamatkan warga pribumi Osage dari teror mengerikan. Baik DiCaprio dan Scorsese merasa cerita semacam ini sudah terlalu umum dan tidak mencerminkan inti buku tentang diskriminasi sistematis terhadap warga minoritas pribumi.
Setelah menerima masukan dari DiCaprio dan mengunjungi komunitas warga Osage untuk membicarakan rencana syuting KOFM, akhirnya Scorsese memutuskan mengganti sudut pandang cerita dari karakter Mollie Burkhart dan Ernest Burkhart, pasangan suami-istri beda ras yang menjadi inti tragedi buku sebenarnya. DiCaprio pun ditunjuk memerankan Ernest Burkhart ketimbang Tom White dengan Robert De Niro sebagai William Hale, antagonis utama dan paman Ernest. Sementara itu, peran Mollie jatuh kepada aktris pribumi Lily Gladstone.
Sayangnya perubahan fokus cerita dan biaya syuting yang diperkirakan bakal mencapai $200 juta membuat Paramount Pictures berniat mundur mendanai film ini. Scorsese menginginkan nuansa autentik dengan syuting dilakukan di lokasi sebenarnya di Oklahoma dan mengajak warga Osage lokal untuk berpartisipasi selama produksi. Ini mengakibatkan pembengkakan biaya syuting guna mereplikasi setting awal abad ke-20 di Oklahoma. Setelah mencari bantuan pendanaan, akhirnya perusahaan Apple via layanan streaming AppleTV+ sepakat berbagi beban pendanaan dengan Paramount. Paramount akan mendistribusikan film KOFM di bioskop, sementara AppleTV+ akan mendapat hak ekslusif penayangan digital film ini.
Syuting yang direncanakan untuk tahun 2020 kembali ditunda akibat pandemik Covid-19. Setelah mengalami beberapa penundaan barulah pada awal tahun 2021 syuting Killers of Flower Moon dilaksanakan di Oklahoma. Baik kru dan pemain harus menjalani protokol kesehatan ketat guna menjamin proses syuting berjalan lancar.
Rodrigo Prieto ditunjuk sebagai sinematografer film, sedangkan Thelma Schoonmaker yang merupakan kolaborator setia Scorsese kembali ditunjuk sebagai editor film. Warga pribumi Osage ikut terlibat sebagai kru hingga pemeran figuran dalam film. Sejumlah pemimpin Osage juga diajak menjadi penasihat film untuk memperoleh penggambaran budaya Osage yang autentik. Beberapa sumber menyebut bahwa syuting film ini telah mendatangkan dampak positif bagi perekonomian Osage dan Oklahoma.
Film Killers of The Flower Moon direncakan tayang pada bulan Oktober 2023 di bioskop dan selanjutnya ditayangkan ekslusif di layanan streaming AppleTV+. Film berbudget $200 juta ini digadang-gadang sebagai salah satu film terbaik tahun 2023 dan diprediksi bakal memperoleh nominasi dalam ajang penghargaan film semacam piala Oscar. Dalam premiere film di festival film Cannes, Prancis, Killers of Flower Moon mendapat sambutan meriah dari para penonton. Kru dan pemain dibanjiri tepuk tangan antusias selama sembilan menit lamanya. Sebagian besar memuji akting para pemain mulai dari Leonardo DiCaprio, Robert De Niro, hingga Lily Gladstone.
Penonton juga memuji arahan dan penyutradaraan Martin Scorsese yang kini menginjak usia 80 tahun. Semua sepakat bahwa Killers of Flower Moon merupakan salah satu film terbaik yang disutradarai sang sineas legendaris dalam enam dekade karirnya.
Scorsese sendiri dalam wawancara yang sama dengan Deadline merefleksikan umurnya yang sudah semakin uzur. Scorsese dengan lirih mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki cukup banyak waktu tersisa meski masih banyak kisah yang ingin terus disampaikannya. Killers of Flower Moon mungkin bakal menjadi salah satu film terakhir yang dibuatnya. (muhammad rifky)






