Home / Teknologi / Semen Baturaja Dongkrak Guru di OKU Naik Level, Dibekali Keahlian AI untuk Pembelajaran

Semen Baturaja Dongkrak Guru di OKU Naik Level, Dibekali Keahlian AI untuk Pembelajaran

Direktur PT Semen Baturaja Suherman Yahya memberikan cendera mata kepada perwakilan Universitas MDP. (FOTO: Humas MDP)

KINGDOMSRIWIJAYA, Baturaja – Di tengah derasnya arus transformasi digital yang mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, dunia pendidikan dituntut untuk bergerak seirama. Teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) bukan lagi sekadar topik diskusi di kalangan pakar teknologi, melainkan telah menjadi kebutuhan mendasar yang harus dipahami, dikuasai, dan diterapkan dalam proses belajar mengajar.

Menjawab tantangan tersebut, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR), selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), mengambil langkah strategis dengan menggelar pelatihan khusus pemanfaatan AI bagi para tenaga pendidik di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Pelatihan berlangsung Ganesha Arena, Baturaja, Kamis (21/05) dengan tema “Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Pembuatan Materi dan Presentasi Pengajaran”. Sebanyak 60 orang guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.

Momen pelatihan ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional dan dibuka langsung Direktur Utama PT Semen Baturaja (SMBR), Suherman Yahya. “Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, acara ini merupakan langkah sangat baik dalam rangka menyiapkan generasi penerus bangsa agar mampu memanfaatkan AI dengan cara yang tepat, produktif, inovatif, dan kreatif”, katanya.

Menurut Suherman, penggunaan teknologi digital ini sudah tidak bisa dielakkan, bahkan kini menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari kita. “Oleh karena itu, pelatihan ini kami adakan sebagai dukungan agar AI dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, terutama dalam mencerdaskan anak bangsa”.

Suherman juga mengungkapkan, kebangkitan bangsa saat ini sangat erat kaitannya dengan kesiapan menghadapi era teknologi. “Pemanfaatan AI bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan yang harus dikelola dengan bijak agar memberikan dampak positif bagi generasi penerus bangsa”, ujarnya.

Pada kesempatan itu Direktur Utama SMBR juga menjelaskan bahwa Semen Baturaja tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis dan produksi semen, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk berkontribusi memajukan sumber daya manusia. “Kami harapkan ilmu yang didapat para guru dalam pelatihan ini dapat diterapkan langsung di ruang kelas, sehingga murid-murid di Baturaja dan sekitarnya tidak tertinggal, melainkan justru lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja dan teknologi di masa depan”, pesannya.

Pelatihan yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) SMBR, yang menunjukkan kepedulian perseroan terhadap kemajuan kualitas pendidikan di wilayah operasionalnya. Untuk pelatihan ini, SMBR kolaborasi dengan Universitas Multi Data Palembang (MDP), perguruan tinggi yang dikenal memiliki keunggulan dalam bidang teknologi informasi dan sains.

Antusiasme dari para guru atau pengajar lintas jenjang terlihat dari keseriusan mengikuti dan menyimak pelajaran yang diberikan dan ini menjadi bukti kesadaran bersama bahwa teknologi adalah jembatan masa depan, dan guru adalah kunci utamanya.

Menghapus Kesenjangan

Salah satu tujuan besar dari kegiatan ini adalah memastikan kesetaraan akses informasi dan teknologi. Seringkali, kemajuan teknologi dirasakan lebih cepat di wilayah perkotaan, sementara daerah kabupaten atau pedesaan tertinggal. Kolaborasi SMBR dengan Universitas MDP hadir untuk menjawab tantangan tersebut.

Dedy Hermanto dari Unversitas MDP menyampaikan tentang pentingnya meratakan pemahaman teknologi khususnya teknologi digital. Menurutnya, kesenjangan informasi antara kota dan kabupaten harus segera dihapus, dan para guru adalah ujung tombak penyebaran ilmu pengetahuan tersebut.

“Harapan kami melalui kegiatan ini adalah tidak ada lagi kesenjangan informasi antara wilayah perkotaan dan kabupaten. Kehadiran para tenaga pendidik di sini adalah langkah awal yang sangat baik. Kami membekali Bapak dan Ibu Guru dengan pengetahuan baru, agar ilmu ini kemudian bisa disebarluaskan dan diteruskan kepada para siswa di sekolah masing-masing. Hal ini akan menjadi bekal yang sangat bermanfaat, baik bagi para pendidik dalam meningkatkan kompetensi diri, maupun bagi siswa-siswi yang akan diajar dengan metode yang lebih mutakhir”, kata Dedy Hermanto.

Menurutnya, Universitas MDP bangga dapat menjadi mitra SMBR dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Sebagai institusi pendidikan tinggi, MDP berkomitmen untuk terus mendukung transformasi pendidikan dasar dan menengah, khususnya dalam hal integrasi teknologi ke dalam kurikulum.


Direktur PT Semen Baturaja Suherman Yahya bersama undangan dan para guru peserta pelatihan AI. (FOTO: Humas MDP)

Penyelenggaraan pelatihan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten OKU. Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Hendri Wijaya menyambut baik inisiatif ini karena sangat relevan dengan arah kebijakan pendidikan nasional saat ini.

Menurutnya, materi mengenai teknologi, pemrograman dasar (coding), dan Kompetensi Keterampilan Abad 21 (KKA) saat ini sudah resmi masuk ke dalam struktur kurikulum pendidikan, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dan SMK. Oleh karena itu, kehadiran pelatihan dari praktisi dan akademisi seperti yang digagas SMBR dan MDP menjadi pendorong penting agar kurikulum tersebut dapat terlaksana dengan baik di lapangan.

“Atas nama Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Kegiatan ini sangat sejalan dengan arah perkembangan dunia pendidikan saat ini. Materi pembelajaran berbasis teknologi sudah masuk ke dalam kurikulum, sehingga dukungan dari rekan-rekan perguruan tinggi dan dunia usaha untuk membantu edukasi penerapan AI di sekolah-sekolah sangat kami butuhkan. Hal ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten OKU secara signifikan”, kata Hendri.

Dalam sesi pelatihan yang berlangsung intensif, para peserta dibekali materi lengkap mulai dari pengenalan dasar AI, etika penggunaan teknologi, teknik pemberian perintah atau prompt engineering, hingga praktik langsung pembuatan materi ajar dan desain presentasi. Materi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenjang pendidikan, sehingga guru mendapatkan ilmu yang relevan dan aplikatif.

Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), materi difokuskan pada pemanfaatan AI sebagai alat bantu visualisasi dan pembelajaran menyenangkan. Guru diajarkan cara menggunakan AI untuk membuat gambar ilustrasi, cerita bergambar, konsep peta pikiran, hingga alat bantu kuis interaktif yang menarik minat anak-anak. AI di jenjang ini berfungsi sebagai alat untuk menyederhanakan materi yang rumit menjadi bahasa dan tampilan yang mudah dipahami, serta membantu guru membuat variasi metode pengajaran agar siswa tidak cepat bosan.

Transformasi Pendidikan

Melalui pelatihan ini, PT Semen Baturaja kembali menegaskan peran strategisnya bukan hanya sebagai penyedia material bangunan, tetapi juga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Kolaborasi antara dunia usaha dan dunia pendidikan yang diperkuat dengan keahlian akademisi dari Universitas MDP menjadi bukti bahwa kemajuan pendidikan adalah tanggung jawab bersama.

Dengan bekal pengetahuan baru ini, para guru di Kabupaten OKU kini siap “naik level”. Mereka tidak lagi hanya menjadi pengajar konvensional, tetapi menjadi fasilitator cerdas yang mampu memanfaatkan teknologi AI untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna. Di tangan para pendidik yang tangguh dan adaptif, generasi muda Baturaja pun dipersiapkan untuk melangkah percaya diri menuju masa depan digital yang penuh peluang.

Pada pelatihan AI bagi para guru, biasanya materi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenjang pendidikan, sehingga guru mendapatkan ilmu yang relevan dan aplikatif. Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), materi difokuskan pada pemanfaatan AI sebagai alat bantu visualisasi dan pembelajaran menyenangkan. Guru diajarkan cara menggunakan AI untuk membuat gambar ilustrasi, cerita bergambar, konsep peta pikiran, hingga alat bantu kuis interaktif yang menarik minat anak-anak. AI di jenjang ini berfungsi sebagai alat untuk menyederhanakan materi yang rumit menjadi bahasa dan tampilan yang mudah dipahami, serta membantu guru membuat variasi metode pengajaran agar siswa tidak cepat bosan.

Sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), pemanfaatan AI diarahkan untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Guru diajarkan cara membuat materi diskusi, studi kasus sederhana, hingga panduan proyek sederhana berbasis AI. Selain itu, para pendidik juga belajar menggunakan AI untuk menyusun soal latihan yang bervariasi, menganalisis gaya belajar siswa, serta memberikan penjelasan materi dari berbagai sudut pandang agar wawasan siswa semakin luas. Di jenjang ini, AI juga digunakan untuk mengajarkan siswa cara mencari informasi yang akurat dan memverifikasi kebenaran data.

Pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan SMK, pendekatannya lebih mendalam dan terarah pada persiapan karir maupun pendidikan lanjut. Guru dibekali kemampuan memanfaatkan AI untuk merancang materi pembelajaran berbasis riset, penulisan karya ilmiah, hingga simulasi pemecahan masalah yang lebih kompleks.

Bagi guru SMK, materi disesuaikan dengan keahlian masing-masing, misalnya penggunaan AI dalam desain grafis, analisis data sederhana, hingga perencanaan usaha. Di sini, AI berfungsi sebagai mitra berpikir yang membantu siswa mengembangkan ide-ide inovatif dan produktivitas tinggi.

Selain teknik teknis, para peserta juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai etika dan tanggung jawab penggunaan AI. Hal ini penting agar teknologi digunakan dengan prinsip kejujuran akademik, tidak menggantikan proses berpikir siswa sepenuhnya, serta menghindari penyalahgunaan data.

Kegiatan ditutup dengan persiapan menuju sertifikasi Gemini Educator, sebuah pengakuan kompetensi penggunaan AI dalam pendidikan yang akan menjadi nilai tambah bagi para pengajar di masa depan. (maspril aries)

#Penulisan Konten ini diolah dengan bantuan AI

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *