Kadisnakertrans Muba Herryandi Sinulingga (baju batik) dan Waydinsyah, Kepala BP3MI Sumatera Selatan memimpin rapat membahas kerjasama pelindungan pekerja migran. (FOTO: Dinas Kominfo Muba).
KINGDOMSRIWIJAYA, Sekayu – Kabar gembira bagi pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Pemerintah Kabupaten Muba akan mempersiapkan program strategis perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran.
“Untuk melaksanakan program tersebut Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Musi Banyuasin telah bertemu dan mengikuti rapat dengan rapat penting dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/ Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Kantor Balai BP3MI Sumatera Selatan”, kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Kabupaten Muba, Herryandi Sinulingga, Rabu (15/10).
Menurut Sinulingga, rapat yang berlangsung di kantor Badan Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan (Sumsel) yang ada di Palembang, bertujuan memperkuat implementasi kesepakatan pelindungan pekerja migran Indonesia.
“Kami sampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Muba berkomitmen untuk meningkatkan perlindungan dan pelayanan kepada pekerja migran. Kami ingin memastikan bahwa setiap pekerja migran mendapatkan hak-hak mereka dan dukungan penuh saat bekerja di luar negeri”, kata Sinulingga.
Untuk merealisasikan komitmen tersebut, Kadisnakertrans Muba menyampaikan, “Pemerintah Kabupaten Muba akan segera membentuk Layanan Utama Migran Centre dan Desa Migran Emas sebagai solusi untuk kesejahteraan pekerja migran yang berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin”.

Sinulingga menjelaskan, Desa Migran ini akan menjadi model pengelolaan yang edukatif, maju, aman, dan sejahtera. Desa Migran Emas dan Layanan Utama Migran Centre akan menjadi harapan baru bagi masyarakat Muba. Dengan pengelolaan yang baik, akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Muba secara signifikan.
“Program ini sesuai dengan visi misi Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet dan Wakil Bupati Kyai Rohman, yaitu Muba Maju Lebih Cepat dan Masyarakat Sejahtera”, ujar mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Muba.
Terhadap dua program Disnakertrans Muba tersebut, Waydinsyah, Kepala BP3MI Sumatera Selatan menyatakan dukungannya. “BP3MI siap mendukung pembentukan Desa Migran Emas dan Layanan Utama Migran Center di Musi Banyuasin. Kami siap mendampingi Muba dalam membangun Desa Migran Emas. Layanan Utama Migran Center yang akan menjadi pusat informasi bagi masyarakat, menyediakan informasi lowongan kerja luar negeri, pelatihan, dan pendampingan bagi Pekerja Migran Indonesia”, katanya.
Pada rapat yang djuga dihadiri Fungsional Pengantar Kerja, Titin Maryati dan Pengantar Kerja Ahli Pertama, Thomas Bagas Wisnu Putra dari Disnakertrans Muba, Waydinsyah mengingatkan tentang pendidikan dan pemberdayaan pengetahuan bagi dalon pekerja migran Indonesia. “Pendidikan dan pemberdayaan adalah kunci. Kami ingin warga desa menjadi cerdas, aktif belajar, dan produktif secara intelektual dan ekonomi”, ujarnya.
Dari pertemuan antara Disnakertrans Muba dan BP3MI Sumsel tersebut, Sinulingga berharap, dengan adanya nota kesepahaman akan memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan BP3MI Sumatera Selatan dalam melindungi pekerja migran Indonesia. “Jadi kami datang ke sini sekaligus kami mengapresiasi upaya BP3MI dan berharap kerjasama ini tidak hanya berlanjut, tetapi juga semakin meningkat di masa depan”, katanya. (maspril aries)






