Home / Bisnis / Legalkan Sumur Minyak Masyarakat, Menteri ESDM Disambut Spanduk di Keluang

Legalkan Sumur Minyak Masyarakat, Menteri ESDM Disambut Spanduk di Keluang

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat berkunjung meninjau sumur minyak masyarakat di Keluang. (FOTO: Maspril Aries)

KINGDOMSRIWIJAYA, Keluang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berkunjung ke Kecamatan Keluang, Kabaupaten Musi Banyuasin (Muba). Kedatangannya untuk pertama kali ke daerah ini melihat sumur minyak masyarakat yang beroperasi di daerah ini.

Didampingi Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, serta Bupati Muba M. Toha Tohet, Menteri Bahlil, Kamis (16/10) berkesempatan berdialog dengan penambang dan pemilik sumur minyak masyarakat tersebut di Desa Mekar Sari.

Di daerah yang berjarak berjarak sekitar 122 km dari Palembang (ibu kota Sumatera Selatan) dengan melewati jalan desa yang masih tanah, di sepanjang jalan dari ibu kota kecamatan, kedatangan Menteri ESDM sudah disambut banyak spanduk berukuran besar.

Spanduk-spanduk tersebut ditulis dengan huruf kapital di antaranya,

“KAMI PENAMBANG SUMUR MINYAK SIAP BEKERJA SAMA DENGAN PT PETRO MUBA DALAM MENGELOLAH SUMUR MINYAK DI MUSI BANYUASIN.”

Di sudut jalan lainnya ada spanduk bertuliskan, “JANGAN DITUNDA LAGI PAK MENTERI UNTUK MELEGALKAN SUMUR MINYAK KAMI KARENA KAMI HIDUP DARI MENAMBANG INILAH”.

Spanduk lain bertuliskan,” TERIMA KASIH PAK MENTERI ESDM PERMEN NO. 14 TAHUN 2025 PENOLONG KAMI” dan ‘MASYARAKAT BERTERIMA KASIH ATAS KELUARNYA PERMEN ESDM NO.14 TAHUN 2025 TENTANG KERJA SAMA PENGELOLAAN BAGIAN WILAYAH KERJA UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI MINYAK GAS BUMI”.


Salah satu spanduk menyambut Menteri ESDM di Keluang. (FOTO: Maspril Aries)
Salah satu spanduk menyambut Menteri ESDM di Keluang. (FOTO: Maspril Aries)

Dalam sambutannya Gubernur Sumsel Herman Deru kepada Menteri ESDM, menyampaikan bahwa spanduk-spanduk tersebut merupakan spontan dari inisiatif masyarakat sendiri.

Menteri ESDM Bahlil juga berkesempatan berdialog dengan dua orang warga setempat yang menjadi penambang dan pemilik sumur minyak, dua orang tersebut Joko Mulyono dan Anita Batik.

“Kami berterima kasih dengan adanya Permen ini. Selama ini kami pekerja rupiah Pak, di belakang kami perlu biaya untuk hidup, dengan adanyasumur minyak dikelola masyarakat sangat terbantu. Sekarang kami bisa berkerja tanpa rasa takut, rasa was-was dan merasa terlindungi”, kata Joko.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Menteri ESDM, Pak SKK Migas, Pak Gubernur, Pak Bupati dan Pak Khadafi Petro Muba. Sekarang kami tak takut lagi molot (menambang red.). Dulu ada Pak Polisi. Untuk Pak Menteri, Alhmadulillah sekarang sudah legal, aman tempat kami, tidak takut kami, tidak ada pengangguran, lah begawi gale (bekerja semua red.)” ujar Anita.

Sementara Menteri ESDM Bahlil kepada masyarakat penambang minyak mengatakan. “Presiden memerintahkan kepada saya untuk memperhatikan apa yang menjadi keinginan rakyat untuk menciptakan lapangan pekerjaan agar uang yang dihasilkan bisa berputar di rakyat. Maka kami menerbitkan Peraturan No.14 untuk melegalkan sumur-sumur masyarakat yang sudah ada”.


Sumur minyak masyarakat di Keluang dengan teknologi sederhana (FOTO: Maspril Aries)
Sumur minyak masyarakat di Keluang dengan teknologi sederhana (FOTO: Maspril Aries)

Tujuan dari terbitnya Permen ESDM No.14 Tahun 2025 menurut Bahlil tujuannya agar rakyat yang mengelola sumur masyarakat bisa bekerja dengan baik. “Supaya kuyung – kupik (bapak – ibu Red.), kalau kuyung ini menambang minyak izin tidak ada, pasti aparat menjalankan tugasnya untuk mencegah, ditahan, dimintai keterangan. Nanti ibu-ibu datang ke Bupati ke Gubernur meminta agar anggota keluarganya dibebaskan.”

“Mulai hari ini setelah saya kembali, saya akan membuat izinnya untuk BUMD, Koperasi dan UMKM supaya semuanya bisa bekerja dengan tidak lagi diperiksa-periksa atau dikejar-kejar”, katanya.

Pada kesempatan itu Menteri ESDM berpesan, “Saya mohon satu, tolong kerja dengan meperhatikan keselamatan kerja. Jangan kerja sembarangan, ini berbahaya sekali. Saya tadi sudah melihat langsung sumur-sumurnya masyarakat, ada yang di belakang rumah, jangan sampai nanti sumur air bersih yang keluar minyak, ini berbahaya. Tolong jaga keselamatan kerja”.

Bahlil juga meminta kepada Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius, untuk sumur minyak dikelola BUMD, koperasi atau UMKM, dijaga standarnya agar lingkungannya bisa dijaga. “Jangan lagi yang seperti ini”, ujarnya.

Menteri ESDM juga mengingatkan, “Jika nanti ada musibah, saya akan membuat aturan, BUMD, koperasi atau UMKM yang memperhatikan keselamatan, kalau ada kecelakaan, izinnya kami akan tinjau. Ini supaya rakyat terselamatkan, produksi jalan, kesejahteraan juga ada, lingkungan terjaga. Tadi saya lihat lingkungan, ini berbahaya, jangankan hewan, pohon saja tidak bisa hidup. Ke depan buat lingkungan dan sanitasi yang baik agar pencemaran lingkungan tidak seperti ini, harus diperbaiki”.


Salah satu spanduk menyambut Menteri ESDM di Keluang. (FOTO: Maspril Aries)
Salah satu spanduk menyambut Menteri ESDM di Keluang. (FOTO: Maspril Aries)

Mengenai harga jual dari minyak yang diproduksi sumur minyak masyarakat, pemerintah melalui Menteri ESDM juga telah menetapkan harga minyak masyarakat yang akan dibeli Pertamina atau KKKS yang lain sebesar 80 persen dari ICP (Indonesian Crude Price). “Ini adalah harga yang paling baik dalam sejarah untuk memanfaatkan sumur-sumur masyarakat”, ujar Menteri Bahlil Lahadalia.

Kepada para penambang Menteri ESDM juga meminta kepada para penambang agar minyak bumi dari sumur-sumur minyak masyarakat tersebut jangan dijual ke tempat lain. “Jika nanti ada BUMD, koperasi atau UMKM menjual ketempat lain, izinnya kami akan evaluasi juga, karena pemerintah menata dari hulu sampai hilir tujuannya, agar dijual ke KKKS, dikelola dengam baik, supaya dihitung untuk pendapatan daerah, supaya dihitung untuk dana bagi hasil dan juga dihitung sebagai bagian produksi minyak nasional kita. Kita ingin semuanya berdasarkan aturan main”.

Menteri ESDM mengatakan, “Sekarang Permen-nya sudah ada, juknisnya sudah ada. Saya janji paling lambat bulan November semua sudah selesai dan izin sudah keluar dan semua bisa bekerja dengan baik”.

Sebelumnya Menteri Bahlil menyampaikan bahwa Kementerian ESDM telah mencatat sekitar 45.000 sumur minyak rakyat di seluruh Indonesia yang berpotensi untuk dikelola. Dari jumlah itu menurut Khadafi Direktur Petro Muba (BUMD milik Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin) di daerahnya ada lebih dari 22.000 sumur minyak masyarakat yang tersebar di 11 kecamatan dari 15 kecamatan yang ada di Muba. (maspril aries)

Tagged: