Peserta Program Basic Mechanic Course yang berasal dari Ring 1 tambang batu bara bersama perwakilan PTBA dan UT School. (FOTO: Humas PTBA)
KINGDOMSRIWIJAYA, Tanjung Enim – Salah satu bentuk kepedulian PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) terhadap masyakat di sekitar lokasi tambang atau kerap disebut Ring 1 diwujudkan dalam bentuk terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasional melalui Program Basic Mechanic Course Ring 1 Tanjung Enim.
Program yang merupakan hasil kolaborasi anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID dengan UT School Tanjung Enim, berhasil meluluskan 19 peserta yang berasal dari Kecamatan Lawang Kidul dan Kecamatan Muara Enim.
“Para peserta selama 60 hari mengikuti pembelajaran secara komprehensif melalui metode pembelajaran di kelas atau in class dan praktik langsung di lapangan. Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kompetensi dasar di bidang mekanik sekaligus membangun kesiapan kerja yang mengedepankan profesionalisme serta budaya keselamatan kerja”, Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno dalam keterangan pers, Rabu (8/7).
Menurut Eko Prayitno, pengembangan sumber daya manusia atau SDM merupakan salah satu fokus perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). “Peningkatan kompetensi masyarakat menjadi fondasi penting untuk menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus mendukung kebutuhan tenaga kerja yang kompeten di dunia industri”, ujarnya.
Eko menjelaskan, “Perseroan meyakini bahwa investasi terbaik adalah investasi pada manusia. Melalui Program Basic Mechanic Course, kami ingin membuka peluang bagi generasi muda di sekitar wilayah operasional untuk memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan peluang kerja yang lebih luas. Program ini merupakan bagian dari komitmen PTBA untuk tumbuh bersama masyarakat dan menciptakan manfaat yang berkelanjutan”.

Sementara itu Kepala Sekolah UT School Tanjung Enim, Edi Kurniawan, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pelatihan telah terlaksana sesuai dengan kurikulum dan tujuan yang telah ditetapkan. Ia berharap ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti pelatihan dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan kompetensi di bidang mekanik.
Kepada para peserta Deputy Site Manager UT Tanjung Enim, Sulaiman, menekankan pentingnya budaya keselamatan kerja (safety) sebagai nilai utama yang harus diterapkan oleh setiap insan di dunia industri. “Kompetensi teknis harus selalu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Safety bukan hanya menjadi aturan, tetapi harus menjadi budaya dalam setiap aktivitas kerja”, ujarnya.
Dedy Saptaria Rosa, Sustainability Division Head PTBA yang hadir pada penutupan program, mengajak seluruh peserta untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan meskipun telah menyelesaikan pelatihan. “Kelulusan dari Basic Mechanic Course bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk terus meningkatkan kompetensi. Dunia industri akan terus berkembang, sehingga semangat untuk belajar dan beradaptasi harus terus dijaga agar mampu menghadapi tantangan di masa depan”, katanya.
Prosesi penutupan atau closing ceremony ditandai dengan penyematan tanda kelulusan kepada perwakilan peserta sebagai simbol keberhasilan menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan live performance dari para peserta yang menunjukkan kreativitas, kekompakan, dan semangat kebersamaan yang terbangun selama mengikuti program.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi selama pelatihan, PTBA bersama UT School Tanjung Enim memberikan penghargaan kepada lima peserta terbaik yang menunjukkan performa unggul dalam aspek akademik, praktik, maupun kedisiplinan. (maspril aries)






