Home > Literasi

Mudik Lebih dari Sekedar Pulkam, Ada Mudik di Cerpen Umar Kayam

Mudik lebaran setiap tahun, kecuali pada masa pandemi Covid 19, adalah salah satu pergerakan manusia terbesar di dunia.
Sejumlah kendaraan melintas di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Indramayu, Jawa Barat. (FOTO: ANTARA/Fauzan).
Sejumlah kendaraan melintas di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Indramayu, Jawa Barat. (FOTO: ANTARA/Fauzan).

KINGDOMSRIWIJAYA – Setiap tiba musim mudik lebaran seperti mudik lebaran tahun 2025, selalu teringat pada cerita pendek (Cerpen) yang ditulis Umar Kayam karena setiap menjelang Idul Fitri atau saat mudik lebaran selalu ada cerpen karya Umar Kayam yang terbit di surat kabar nasional. Cerpennya walau bercerita tentang mudik dan lebaran, namun selalu menarik.

Siapa Umar Kayam? Jawabannya, banyak generasi milenial tidak akan tahu tentang Guru Besar Sastra Universitas Gajah Mada (UGM). Bukan cuma guru besar, Umar Kayam juga pernah menjabat Direktur Jenderal Radio, Televisi, dan Film Departemen Penerangan dan Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Tidak cukup itu, guru besar ini juga seorang aktor yang berperan dalam beberapa film Indonesia, seperti Karmila (Sutrada Ami Prijono), Kugapai Cintamu (Sutradara Wim Umboh), Pengkhianatan G-30-S PKI (Sutradara Arifin C Noer) dan Djakarta 1966 (Sutradara Arifin C Noer). Dalam dua film ini, Umar Kayam berperan sebagai Presiden Sukarno.

Penulis dan pengamat sastra, Pamusuk Eneste dalam artikelnya berjudul “Umar Kayam dan Lebaran” yang ditulis tahun 2010 di sebuah media online menulis, “Mengapa Umar Kayam getol menulis cerpen seputar Lebaran — sampai 8 cerpen?” Jawaban Umar Kayam (1932-2002), bahwa teman-teman di sebuah surat kabar nasional memperlakukan saya sebagai pengarang spesialis Lebaran”. Dengan kata lain, cerpen yang ditulis Umar Kayam merupakan pesanan.

Cerpen tentang mudik lebaran karya Umar Kayam telah menjadi objek kajian ilmiah dalam berbagai penelitian. Salah satu kajian yakni penelitian oleh Raden Rara Saraswati H berjudul “Cerpen "Mudik Lebaran dan Rigenomics” Karya Umar Kayam: Analisis Lucien Goldmann” (2015), dalam cerpen ini telah ditemukan tiga fakta kemanusiaan, yakni fakta kemanusiaan tokoh dalam aktivitas sosial, fakta kemanusiaan tokoh dalam aktivitas budaya, dan fakta kemanusiaan tokoh dalam aktivitas ekonomi.

× Image