Home / Teknologi / Roadmap Digitalisasi Industri Hulu Migas PHR Zona 4

Roadmap Digitalisasi Industri Hulu Migas PHR Zona 4

Pemaparan “Hari Teknologi Digital Zona 4”. (FOTO: PHR Zona 4)

KINGDOMSRIWIJAYA – Digitalisasi pada industi hulu migas adalah keniscayaan. Keyakinan yang membawa Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 yang wilayah operasinya berada di Sumatera Selatan (Sumsel) terus memperkuat implementasi teknologi terkini khususnya teknologi digital.

Manajer Umum PHR Zona 4 Djudjuwanto menjelaskan pentingnya penerapan teknologi dan kolaborasi antar fungsi dalam mencapai kinerja unggul kepada peserta “Digital Technology Day Zona 4” yang berlangsung di Prabumulih.

“Kami percaya bahwa kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat dan menguasai teknologi terkini adalah kunci untuk tetap kompetitif. Teknologi seperti Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan dan Machine Learning memainkan peran penting dalam mewujudkan efisiensi dan keberlanjutan”, kata Djudjuwanto didampingi Ivan Andra Sebayang Head of Comrel & CID Zona 4.

Teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan Machine Learning (ML) tersebut diinisiasi oleh fungsi Sub Surface Development and Planning (SSDP) dan berkolaborasi dengan fungsi IT. “Ini sebagai bentuk pentingnya kerjasama lintas fungsi yang terintegrasi untuk mencapai hasil terbaik dan memberikan kontribusi nyata pada target produksi perusahaan”, ujar General Manager PHR Zona 4.

Langkah yang dilakukan PHR Zona 4 adalah terus memperkuat perannya sebagai pelopor dalam implementasi teknologi terkini di Sub Holding Upstream Pertamina. Dengan memanfaatkan teknologi digital, mempererat kolaborasi lintas fungsi, dan mengoptimalkan strategi pengembangan lapangan. PHR Zona 4 berhasil menciptakan efisiensi operasional yang signifikan dan mendukung keberlanjutan cadangan energi, meskipun menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam industri energi global.

Menurut Ivan Andra Sebayang, Sabtu (30/11), “Sebagai bagian dari upaya jangka panjang, SSDP Zona 4 telah merancang roadmap digitalisasi yang menyeluruh untuk mendukung pengelolaan sumber daya energi yang berkelanjutan”.


Paparan materi digitalisasi indistri hulu migas. (FOTO: PHR Zona 4).
Paparan materi digitalisasi indistri hulu migas. (FOTO: PHR Zona 4).

Sementara itu Senior Manager Sub Surface Development and Planning PHR Zona 4 Reza Nur Ardianto menjelaskan, “Roadmap ini mencakup berbagai inovasi teknologi, mulai dari pengelolaan data subsurface hingga evaluasi potensi cadangan baru. Roadmap digitalisasi Zona 4 bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam validasi, integrasi, dan interpretasi data subsurface. Dengan bantuan teknologi AI-ML, engineer kami dapat menghasilkan multiple scenarios dengan cepat, memaksimalkan pengurasan cadangan, serta memetakan potensi area yang sebelumnya tidak terdeteksi”, katanya.

Maka dengan langkah ini memungkinkan PHR Zona 4 untuk meningkatkan Reserve Replacement Ratio (RRR), yang sangat penting dalam mendukung keberlanjutan cadangan migas di wilayah tersebut.

Transformasi digital di Zona 4 tidak hanya memberikan efisiensi waktu, juga dampak langsung terhadap operasional. Sejumlah teknologi inovatif yang dikelola oleh tim Well Operation, Petrophysics, dan Data Management (WOPDM) mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan efisien di lapangan.

“Teknologi Machine Learning atau ML untuk Unswept Area dan teknologi Sonic Prediction atau SOPPRED berperan penting dalam meningkatkan efisiensi operasional”, kata Jerry Devios Mamesah Manager WOPDM Zona 4.

Menurut Jerry, dengan teknologi ML Unswept Area, kami dapat mengidentifikasi dan memprioritaskan kandidat sumur untuk workover dan well intervention hanya dalam 1 hari, dibandingkan dengan 7 hari dengan metode manual. “Ini memberikan efisiensi waktu hingga 86 persen, yang langsung meningkatkan produktivitas engineer”, ujarnya.

Selain itu, teknologi SOPPRED, yang menggunakan prediksi multi-stage modular untuk parameter Pore Pressure and Fracture Gradient (PPFG), memungkinkan penghindaran drilling hazard, seperti rontokan shale pada formasi Gumai. Jerry menjelaskan, “Dengan akurasi SOPPRED, kami berhasil mengurangi waktu non-productive time atau NPT rig dari 82 jam menjadi 12 jam, yang juga menghemat sekitar 30.000 liter solar”.


Penggunaan teknologi digital berbasis android. (FOTO" PHR Zona 4)
Penggunaan teknologi digital berbasis android. (FOTO” PHR Zona 4)

Infrastruktur IT Transformasi Digital

Dengan dukungan infrastruktur teknologi menurut Senior Manager Information Technology Regional 1 Liston Sitanggang memainkan peran krusial dalam mendukung transformasi digital. “Didukung oleh infrastruktur canggih, seperti High Performance Computing atau HPC server, yang memungkinkan integrasi data dari berbagai sumber secara cepat dan efisien.

“Kami memberikan apresiasi atas inovasi luar biasa yang tercipta berkat kolaborasi lintas fungsi ini. Transformasi digital yang telah diterapkan di Zona 4 terbukti memberikan nilai tambah yang signifikan terhadap efisiensi operasional dan pencapaian target perusahaan. Kami berharap, inovasi ini dapat direplikasi di zona lainnya untuk mendukung optimalisasi kinerja Pertamina secara keseluruhan”, kata Liston Sitanggang.

Selain itu, digitalisasi pada industi hulu migas di Zona 4, kolaborasi lintas fungsi yang solid, dan fokus pada keberlanjutan, Zona 4 terus mendukung visi Pertamina untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia.

Menurut Ivan Andra, transformasi digital yang menjadi pilar utama Zona 4 siap menghadapi tantangan masa depan dan memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional, serta memastikan keberlanjutan pengelolaan sumber daya energi di masa yang akan datang.

“Dengan langkah-langkah inovatif ini, Zona 4 tidak hanya berfokus pada pencapaian jangka pendek, tetapi juga berkomitmen untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan sumber daya energi yang berkelanjutan demi ketahanan energi nasional”, ujarnya.

Digitalisasi Hulu Migas

Apa Itu Digitalisasi Industri Hulu Migas? Digitalisasi industri hulu migas adalah proses mengintegrasikan teknologi digital ke dalam aktivitas eksplorasi, produksi, dan pengelolaan minyak dan gas bumi. Hal ini mencakup pemanfaatan berbagai teknologi seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), analitik data besar (big data analytics), komputasi awan (cloud computing), dan teknologi sensor untuk meningkatkan efisiensi operasional, keamanan, serta pengambilan keputusan berbasis data.

Digitalisasi bertujuan untuk mengatasi tantangan utama dalam industri hulu migas, seperti kompleksitas operasional, kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi biaya, dan permintaan akan transparansi serta keberlanjutan.

Penerapan digitalisasi dalam industri hulu migas dilakukan melalui, seperti pemantauan real-time dengan IoT, ada teknologi sensor cerdas yang dipasang di sumur, peralatan pengeboran, dan fasilitas produksi untuk mengumpulkan data real-time tentang tekanan, suhu, dan aliran fluida.


Karyawan Pertaminan menjalankan tugasnya melakukan pemeriksaan. (FOTO: Humas PHR Zona 4)
Karyawan Pertaminan menjalankan tugasnya melakukan pemeriksaan. (FOTO: Humas PHR Zona 4)

Kemudian ada digital twin, yaitu teknologi yang menciptakan representasi digital dari fasilitas fisik untuk memantau kinerja secara virtual, memungkinkan prediksi kegagalan peralatan.

Penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk prediksi reservoir. AI digunakan untuk menganalisis data geologi dan seismik, membantu menentukan lokasi reservoir baru. Juga untuk pemeliharaan prediktif, serta pemrosesan data besar (Big Data) dan automasi operasional

Dengan digitalisasi industri hulu migas, Pertamina akan memperoleh manfaat. Seperti sudah dijelaskan di muka, diantaranya efisiensi operasional, peningkatan keamanan, peningkatan recovery rate, keberlanjutan dan kepatuhan lingkungan, keputusan yang lebih cepat dan akurat serta penghematan biaya.

Swasembada Energi

Digitalisasi industri hulu migas adalah langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keberlanjutan dalam eksplorasi serta produksi minyak dan gas. Penerapan teknologi digital telah memberikan manfaat signifikan bagi Pertamina. Langkah ini tidak hanya meningkatkan daya saing perusahaan tetapi juga mendukung upaya nasional dalam mencapai kemandirian energi atau swasembada energi yang dicanangkan Presiden Prabowo dalam pidato pertamanya setelah dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024

Swasembada energi bertujuan untuk memastikan kemandirian energi Indonesia, mengurangi ketergantungan terhadap impor, dan memaksimalkan potensi sumber daya domestik. Fokus utama swasembada energi adalah menjaga ketahanan energi di tengah ketidakpastian geopolitik global, sehingga Indonesia tidak bergantung pada suplai energi dari luar negeri

Program swasembada energi mencakup pengembangan energi terbarukan, reformasi tata kelola, insentif dan investasi, pembangunan infrastruktur energi, transformasi energi kendaraan, diversifikasi energi, dan ekonomi hijau.

Program swasembada energi merupakan target pemerintah untuk mencapai kedaulatan energi secara mandiri dan berkelanjutan. (maspril aries)

Tagged: