SMB IV memperlihatkan Alquran kuno bertinta emas yang dicetak akhir abad 17-an milik SMB II yang berasal dari Kesultanan Turki Usmani. (FOTO: D Oskandar)
KINGDOMSRIWIJAYA – Dalam rangka kunjungan muhibah ke Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) ulama asal Thailand, Asep Syaifullah Al–Fadani berkesempatan silaturahmi dengan Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja.
Ustaz Asep Syaifullah Al–Fadani yang kini bermukim di Malaysia, bersilaturahmi dengan SMB IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja di istana adat Kesultanan Palembang di Jalan Sultan M Mansyur setelah sebelumnya hadir pada Tabligh Akbar dan Ruqyah Massal di Masjid Baiturrahman Bank Raya, Palembang, Selasa (6/2).
SMB IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja yang didampingi RM Rasyid Tohir, Dato’ Pangeran Nato Rasyid Tohir, Pangeran Mas’ud Khan, Pangeran Suryo Ali Goik, Putri Ayu Niago Rizky Maylan Sari, Putri Ayu Niago Levi Budhiarty, M Najib Ketua Masjid Baiturrahman Bank Raya, memperlihatkan berbagai peninggalan Kesultanan Palembang kepada tamunya.
SMB IV memperlihatkan peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam di antaranya Alquran kuno bertinta emas yang dicetak akhir abad 17-an milik SMB II yang berasal dari Kesultanan Turki Usmani. Juga dijelaskan tentang silsilah keturunan SMB II hingga ke SMB IV dan Stempel Kesultanan Palembang Darussalam milik SMB II.
“Ustaz Asep Syaifullah Al–Fadani datang ingin bersilaturahmi dan ingin melihat nilai dan sejarah budaya yang ada di kota Palembang terutama dari Kesultanan Palembang Darussalam. Ternyata beliau juga takjub dengan banyak sekali kearifan lokal yang dikiranya bukan dari berasal dari Palembang. Dia sempat berpikir bahwa Palembang itu adalah bekas Kedatuan Sriwijaya”, kata SMB IV.

SMB IV juga menjelaskan bahwa Kota Palembang tidak identik dengan Kedatuan Sriwijaya. “Dulunya memangbekas Kedatuan Sriwijaya namun dalam perkembangannya muncul Kerajaan Palembang dan Kesultanan Palembang Darussalam setelahnya”.
Baru setelah mendapat penjelasan, Ustaz Asep Syaifullah Al–Fadani mengerti dan memahami bahwa Palembang dahulu adalah Kerajaan yang besar pada masanya yang ikut mengembangkan Islam di Nusantara. Menurut SMB IV, ke depan Kesultanan Palembang berencana menjalin kerjasama dengan Ustaz Asep Syaifullah Al–Fadani.
Ustaz Asep Syaifullah Al–Fadani menjelaskan bahwa kedatangannya ke Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam ingin mengetahui sejarah kegemilangan di Palembang.
“Palembang sudah sejak lama dikenal sebagai kota tua, kota asal Melayu Nusantara yang terus berkembang, Asalnya dari sini, ini menjadi kebanggaan semua orang Melayu bukan hanya orang melayu Palembang, karena hulu melayu dari Palembang”. katanya.
Menurut Ustaz Asep Syaifullah, jika orang-orang Malaysia tahu kalau Palembang adalah hulu Melayu maka akan banyak orang-orang yang datang ke Palembang.
“Masih banyak yang belum tahu kalau Palembang adalah hulu Melayu. Masih ada sultannya, SMB IV. Warisanya masih ada di sini, peninggalannya masih ada. Alhamdulilah”, ujarnya. (D Oskandar)






