Home / News / Wujudkan “Desa Impian”, PTBA Raih Penghargaan Internasional Asia Responsible Enterprise Awards 2026

Wujudkan “Desa Impian”, PTBA Raih Penghargaan Internasional Asia Responsible Enterprise Awards 2026

Peternakan burung puyuh binaan PTBA di Desa Impian. (FOTO: Humas PTBA)

KINGDOMSRIWIJAYA, Muara Enim – Di balik gemuruh operasional pertambangan yang menjadi urat nadi ekonomi nasional, terdapat denyut nadi lain yang jauh lebih tenang namun memiliki dampak yang mendalam bagi masa depan bangsa. Di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID, telah berhasil mengubah lanskap sosial dan ekonomi melalui inisiatif yang mereka sebut “Desa Impian”.

Program ini bukan sekadar bantuan sosial biasa. Desa Impian adalah manifestasi dari visi keberlanjutan perusahaan, sebuah upaya holistik untuk mengubah ketergantungan pada tambang menjadi kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Atas dedikasi tersebut, BUMN tambang batu bara ini memetik buah manis di panggung internasional, di Kuala Lumpur, Malaysia, PTBA sukses meraih penghargaan bergengsi Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2026 untuk kategori Social Empowerment.

Atas penghargaan bergengsi tersebut, Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno menyampaikan bahwa penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol kebanggaan bagi PTBA, tetapi juga bukti bahwa sektor industri ekstraktif mampu berdamai dengan lingkungan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Perseroan untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami percaya bahwa keberlanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang mampu menciptakan kemandirian masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Program Desa Impian merupakan wujud komitmen tersebut, di mana masyarakat menjadi pelaku utama dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan”, kata Eko, Senin (13/7).


Peternakan ikan binaan PTBA di Desa Impian. (FOTO: Humas PTBA)

Desa Impian

Program “Desa Impian” yang digagas PTBA lahir dari realitas lapangan yang menantang. Di Muara Enim, aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) sempat menjadi tumpuan hidup sebagian warga. Fenomena ini tidak hanya meninggalkan jejak kerusakan lingkungan, tetapi juga menciptakan kerentanan ekonomi yang akut.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Perseroan untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami percaya bahwa keberlanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang mampu menciptakan kemandirian masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Program Desa Impian merupakan wujud komitmen tersebut, di mana masyarakat menjadi pelaku utama dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan”, ujar Eko.

Program Desa Impian merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada transformasi sosial, ekonomi, dan lingkungan melalui pengembangan mata pencaharian yang legal, produktif, dan berkelanjutan. Program ini dikembangkan dengan pendekatan ekonomi sirkular yang mengintegrasikan sektor perkebunan, peternakan, dan perikanan serta didukung kemitraan multipihak untuk menciptakan kemandirian masyarakat.

Sasaran program ini sangat spesifik, yaitu mantan pelaku tambang tanpa izin dengan diberikan alternatif mata pencaharian yang legal dan produktif. Ibu rumah tangga prasejahtera, diberikan pelatihan ekonomi kreatif untuk meningkatkan pendapatan keluarga, dan anak-anak diberikan akses yang lebih baik terhadap pendidikan dan pengembangan keterampilan masa depan.


PLTS di Desa Impian mampu mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon. (FOTO: Humas PTBA)

Program Desa Impian melalui pendekatan ekonomi sirkular, PTBA mengintegrasikan sektor perkebunan, peternakan, dan perikanan. Hasilnya mencengangkan. Hingga akhir 2025, pendapatan masyarakat di wilayah program meningkat pesat, mencapai Rp2 juta hingga Rp10 juta per bulan. Kelompok usaha binaan PTBA bahkan kini mampu mencatatkan omzet hingga Rp10,5 miliar per tahun. Menurut Eko, program ini juga berhasil mengubah mata pencaharian mantan penambang tanpa izin ke bidang usaha lain yang legal dan berkelanjutan.

Kemudian di bidang lingkungan, Desa Impian juga menunjukkan performa luar biasa di bidang pelestarian lingkungan. Program ini berhasil mentransformasi kawasan yang dulunya terdegradasi menjadi lahan produktif yang ramah lingkungan.

Beberapa capaian impresif meliputi, pengelolaan limbah mengelola 7,1 ton limbah non-B3 setiap tahun dan mengolah 10 ton limbah peternakan menjadi pupuk organik. Bidang penghijauan melakukan penanaman 131.969 bibit pohon yang mampu menyerap lebih dari 4.284 ton CO₂ per tahun. Efisiensi sumber daya dengan penghematan penggunaan air hingga 268.183 liter per tahun. Serta energi bersih dengan penurunan emisi karbon melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Visi Masa Depan

Eko Prayitno, Corporate Secretary Division Head PTBA, menjelaskan, bahwa penghargaan AREA 2026 menjadi motivasi bagi Perseroan untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami percaya bahwa keberlanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang mampu menciptakan kemandirian masyarakat” ujar Eko pada seremoni penyerahan penghargaan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Menurutnya, dk depannya, PTBA akan memperkuat Desa Impian melalui beberapa langkah strategis, di antaranya pembentukan Sentra Ilmu sebagai pusat pembelajaran pertanian, penguatan koperasi, serta digitalisasi sistem kemitraan melalui platform Agro Bank. PTBA juga berkomitmen untuk mereplikasi model Desa Impian ini ke wilayah lain agar dampaknya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat Indonesia.


Peternakan ikan binaan PTBA di Desa Impian. (FOTO: Humas PTBA)

Asia Responsible Enterprise Awards

Apa itu Asia Responsible Enterprise Awards (AREA)? Bagi banyak perusahaan di Asia, AREA adalah standar emas dalam dunia Corporate Social Responsibility (CSR) dan keberlanjutan. Penyelenggara ajang ini adalah Enterprise Asia, sebuah organisasi non-pemerintah internasional yang berbasis di Malaysia yang berfokus pada pengembangan kewirausahaan dan tanggung jawab sosial perusahaan.

AREA sendiri telah menjadi ajang tahunan yang sangat dinanti. Pada tahun 2026 ini, penyelenggaraan AREA telah memasuki tahun ke-16, menegaskan posisinya sebagai forum paling otoritatif untuk mengapresiasi perusahaan yang menerapkan praktik bisnis bertanggung jawab. Penghargaan ini diberikan kepada entitas di berbagai negara Asia yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga menempatkan aspek sosial dan lingkungan sebagai inti dari strategi bisnis mereka.

Prestasi PTBA

Sebagai informasi, PTBA memang dikenal sebagai perusahaan yang sangat aktif dalam agenda keberlanjutan. Meskipun setiap tahun kategori penghargaan AREA bisa berubah sesuai dengan fokus program yang diusulkan perusahaan, pengakuan internasional melalui ajang AREA bagi PTBA merupakan bukti konsistensi perusahaan dalam menjalankan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Prestasi ini mengukuhkan posisi PTBA tidak hanya sebagai produsen energi nasional, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang diakui secara global.

Dengan program Desa Impian, PTBA membuktikan bahwa tambang dan kesejahteraan masyarakat bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Melalui visi dan komitmen yang tepat, keduanya dapat berjalan beriringan, membangun masa depan yang lebih hijau, inklusif, dan mandiri bagi Indonesia. (maspril aries)

#Penulisan konten ini diolah dengan bantuan AI.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *