Home / News / Dari Kolam Lele di Blok Corridor Lahir Harapan dan Kemandirian

Dari Kolam Lele di Blok Corridor Lahir Harapan dan Kemandirian

Kolam budidaya ikan lele Kelompok Maju Makmur binaan Medco E&P di Suka Maju, Musi Banyuasin. (FOTO: Humas Medco)

KINGDOMSRIWIJAYA – Di Desa Suka Maju, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang berjarak sekitar 110 km dari Palembang, ibu kota Sumatera Selatan (Sumsel), matahari pagi baru saja menyapu permukaan air kolam-kolam yang berjejer rapi. Suara gemericik air memecah keheningan, bersahutan dengan aktivitas Pangih Mulyadi dan rekan-rekannya di Kelompok Maju Makmur Sentosa (MMS).

Hari itu mereka sedang menabur pakan ke kolam yang dikeliling jaring berisi ikan lele. Bagi Panggih Mulyadi dan kawan-kawan, setiap gelembung di permukaan air bukanlah sekadar fenomena alam biasa, melainkan denyut nadi harapan yang perlahan menguat—harapan untuk kemandirian ekonomi yang selama ini diimpikan.

Pangih, dengan tangkas menebarkan pakan ke kolam, memperhatikan lele-lele yang mulai berebut dengan lincah. Baginya, pemandangan ini adalah babak baru dalam hidupnya. Dahulu, bayangan akan usaha budidaya yang produktif dan bernilai jual tinggi mungkin hanyalah sebuah angan. Namun, kehadiran Medco E&P Grissik Ltd (Medco E&P) melalui program Local Business Development (LBD) telah mengubah narasi tersebut menjadi realita yang nyata.

Program LBD merupakan bagian dari pilar ekonomi dalam Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang diusung oleh Medco E&P. Lebih dari sekadar memberikan bantuan fisik, perusahaan melakukan pendekatan holistik: penguatan sarana budidaya, pendampingan teknis yang berkelanjutan, hingga peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok. Pendekatan ini adalah kunci agar masyarakat tidak hanya sekadar ‘menerima’, tetapi mampu ‘mengelola’ masa depan mereka sendiri.

Bagi Medco E&P melalui PPM di Suka Maju bukanlah cerita sukses pertama yang lahir dari rahim program ini. Jauh sebelum Pangih dan kelompoknya merasakan manfaatnya, di Desa Macang Sakti, Kecamatan Sanga Desa, seorang pria bernama Ruslan telah lebih dulu membuktikan betapa sektor perikanan memiliki kekuatan transformatif dalam kehidupannya.

Ruslan yang sebelumnya bertani beralih mengelola budidaya ikan air tawar, mampu mengubah kolam ikan bukan sekadar lubang air berisi komoditas. Melalui intervensi seperti yang dilakukan Panggih dan kawan-kawan dari Medco E&P, Ruslan yang dulunya meraba-raba dalam ketidakpastian ekonomi, mulai dibekali dengan keterampilan teknis. Ia diajarkan segalanya—dari rumitnya proses pembenihan, teknik pembesaran yang efektif, menjaga kualitas air yang prima, hingga strategi pemasaran yang jeli.

Hasilnya, tak hanya sekadar angka di atas kertas. Ruslan kini menjelma menjadi pemasok utama ikan konsumsi dan benih bagi kawasan Macang Sakti dan sekitarnya. “Pendapatan saya melonjak hingga Rp2 juta per bulan, jumlah uang yang dulunya hanya ada di angan-angan”, ungkap Ruslan dengan nada haru.

Namun, yang paling berkesan bukanlah tentang pendapatan personalnya semata. Ruslan kini menjadi agen perubahan bagi lingkungannya. Tetangganya kini memiliki akses mudah terhadap ikan segar yang berkualitas, anak-anak muda desa mulai melirik perikanan sebagai profesi yang menjanjikan, dan jalinan kerja sama antardesa mulai terbentuk. Kolam ikan Ruslan telah menjadi laboratorium sosial yang menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memberi manfaat luas bagi tetangga sekitarnya.

Baca juga: BUMDes Episentrum Baru Kemandirian Ekonomi di Lubuk Bintialo


Panggih Mulyadi bersama karyawan Medco E&P Grissik Ltd di Posko Kelompok Maju Makmur. (FOTO: Humas Medco)

Shared Value

Keberhasilan di Macang Sakti inilah yang kini direplikasi dan diperkuat di Desa Suka Maju. Medco E&P Grissik Ltd, sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas, menaruh perhatian besar pada konsep shared value atau penciptaan manfaat bersama.

Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Iervyn, mengatakan, “Perusahaan berkomitmen untuk menciptakan dampak jangka panjang yang berkelanjutan. Kami berupaya mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan usaha budidaya yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Potensi perikanan di Desa Suka Maju sangat baik. Lewat program ini, kami berharap masyarakat memperoleh manfaat ekonomi lebih besar sekaligus meningkatkan kapasitas kelompok dalam mengembangkan usaha budidaya lele berdaya saing”.

Pernyataan ini mencerminkan filosofi bahwa perusahaan bukanlah entitas yang terpisah dari masyarakat. Sebagai pengelola migas Blok Corridor di Sumatera Selatan, tanggung jawab perusahaan melampaui sekadar operasional yang aman dan andal. Ada tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa keberadaan mereka di wilayah tersebut juga mengangkat kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Kembali ke kolam di Desa Suka Maju, Pangih Mulyadi tidak menampik rasa syukurnya. “Kami berterima kasih kepada Medco E&P atas dukungan yang diberikan. Bantuan ini menambah semangat kami untuk mengembangkan budidaya lele, mulai dari pembenihan, pembuatan pakan, hingga pembesaran”, ujarnya.

Bagi Pangih dan Kelompok Maju Makmur Sentosa, target mereka jelas meningkatkan pendapatan kelompok dan memastikan kualitas lele yang dihasilkan mampu menembus pasar yang lebih luas. Namun, lebih dari itu, mereka memiliki harapan besar akan keberlangsungan pendampingan. Mereka sadar, tantangan dunia usaha budidaya akan terus berkembang, dan kemitraan dengan perusahaan adalah kunci untuk terus belajar dan beradaptasi.

Program budidaya lele dan ikan air tawar di Musi Banyuasin ini adalah contoh nyata bagaimana sebuah program pemberdayaan yang dirancang dengan tepat dapat menjadi katalisator perubahan sosial dan ekonomi. Ketika tekad masyarakat bertemu dengan peluang serta dukungan yang tepat, desa kecil sekalipun mampu melahirkan kemandirian.

Di tengah tantangan ketahanan pangan yang kian nyata, langkah-langkah kecil seperti penguatan budidaya ikan di tingkat desa memiliki dampak sistemik. Ketahanan pangan daerah bukan lagi sekadar slogan, melainkan sesuatu yang dihasilkan dari tangan-tangan masyarakat yang berdaya.

Kisah Pangih dan kelompoknya serta Ruslan di Musi Banyuasin menjadi bukti bahwa di setiap sudut daerah, selalu ada potensi yang menunggu untuk dikembangkan. Medco E&P Grissik Ltd telah memilih untuk menjadi mitra, bukan sekadar penonton. Dengan terus menjalankan operasional yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan komunitas, perusahaan meletakkan fondasi ekonomi yang kokoh bagi masa depan daerah.

Matahari kini mulai meninggi, namun semangat di kolam-kolam Desa Suka Maju baru saja dimulai. Di sana, di antara air dan lele yang terus tumbuh, ekonomi masa depan sedang dibangun—satu kolam, satu panen, dan satu harapan pada satu waktu. (maspril aries)

#Penulisan konten ini diolah dengan bantuan AI.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *