Home / News / Jejak Berani Pahlawan Kecil: Mengukir Senyum Sehat di Ring 1 PT Bukit Asam

Jejak Berani Pahlawan Kecil: Mengukir Senyum Sehat di Ring 1 PT Bukit Asam

Tindakan medis kepada “pahlawan cilik” oleh tim medis RS Bukit Asam Medika (FOTO: Humas PTBA)

KINGDOMSRIWIJAYA, Lahat – Pagi itu, udara di Balai Kantor Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, terasa sedikit berbeda. Riuh rendah suara anak-anak berpadu dengan aroma antiseptik yang samar. Ada ketegangan yang menggantung di wajah-wajah mungil, namun ada pula binar keberanian yang mencoba menyeruak. Selasa, 7 April 2026, bukan sekadar hari biasa bagi 100 anak di sana; ini adalah hari mereka dinobatkan sebagai “Pahlawan Kecil”.

PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), dalam rangka merayakan hari jadinya yang ke-45, memilih cara yang menyentuh langsung akar rumput untuk bersyukur. Melalui tajuk “Aksi Pahlawan Kecil (Khitan Gratis: Langkah Berani untuk Sehat)”, perusahaan tambang plat merah ini menegaskan bahwa keberadaan mereka bukan hanya tentang menggali batubara, tetapi juga tentang menanam kebaikan di tanah tempat mereka berpijak.

Bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan (Ring 1), khitanan adalah momen transisi penting. Namun, di balik nilai religius dan budaya, terdapat aspek kesehatan yang sangat krusial. Program ini menargetkan 500 anak yang tersebar di lima kecamatan. Setelah sukses di Merapi Timur, program ini akan bergerak secara estafet, menyisir harapan-harapan kecil di pelosok desa sekitar wilayah operasional.

Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno, dengan tenang menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni ulang tahun. “Setiap langkah kecil hari ini adalah bagian dari perjalanan besar menuju masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera”, ungkapnya. Kalimat tersebut bukan sekadar jargon, melainkan pengejawantahan dari komitmen global yang sedang dikejar oleh dunia: Sustainable Development Goals (SDGs).

Di lokasi acara, suasana haru dan bangga bercampur aduk. Para tenaga medis dari Bukit Asam Medika (BAM) bekerja dengan cekatan namun penuh kasih. Direktur Utama Bukit Asam Medika, Gusti A. Wahyudi, bersama Kepala RS BAM, dr. Bandriyo Sudarsono, turun langsung memastikan prosedur medis berjalan sesuai standar tertinggi. Keamanan dan kenyamanan pasien adalah prioritas utama.

Namun, PTBA tahu betul bahwa bagi seorang anak laki-laki, ruang tindakan bisa terasa seperti medan perang. Maka, sentuhan personal pun diberikan. Setelah “berjuang” di meja tindakan, anak-anak ini disambut layaknya pahlawan sungguhan.


Para “pahlawan cilik” yang telah menjalani tindakan medis khitan dari tim medis RS Bukit Asam Medika (FOTO: Humas PTBA)

Mereka menerima bingkisan yang membuat mata berbinar, mendapatkan kain sarung baru, peci, perlengkapan khitan, hingga voucher jajan dan snack sehat. Tak lupa, sebuah sesi foto di booth khusus disiapkan untuk “Pahlawan Kecil” bersama orang tua menjadi bukti fisik keberanian mereka. Sertifikat apresiasi pun diberikan—sebuah dokumen sederhana yang mungkin akan mereka simpan hingga dewasa sebagai pengingat akan hari di mana mereka berani melangkah untuk sehat.

Camat Merapi Timur, Dahrif Agustian, memberikan apresiasinya. Menurutnya, kehadiran korporasi yang peduli secara langsung seperti ini sangat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. “Ini adalah bentuk kolaborasi nyata. Masyarakat merasa memiliki perusahaan, dan perusahaan menunjukkan cintanya pada masyarakat”, katanya.

SDGs: Komitmen Global untuk Bumi dan Manusia

Mungkin banyak yang bertanya, apa sebenarnya kaitan antara khitanan massal dengan agenda internasional seperti SDGs?  Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan adalah sebuah kesepakatan global yang diadopsi oleh negara-negara anggota PBB (termasuk Indonesia) pada tahun 2015. Tujuannya ambisius namun mulia: mengakhiri kemiskinan, melindungi planet ini, dan memastikan bahwa pada tahun 2030, semua orang menikmati perdamaian dan kemakmuran. Terdapat 17 tujuan besar yang saling berkaitan.

Kepedulian PTBA kali ini fokus pada Tujuan ke-3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Aksi khitan gratis BUMN tambang ini secara spesifik menyasar SDG Nomor 3: Good Health and Well-being. Tujuan ini memiliki visi untuk menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk di semua usia. Dalam konteks Indonesia, tantangan kesehatan tidak hanya soal mengobati penyakit kronis, tetapi juga memastikan akses kesehatan dasar yang higienis tersedia bagi mereka yang kurang mampu.

Khitan, dari kacamata medis, adalah tindakan preventif terhadap berbagai risiko penyakit menular seksual dan infeksi saluran kemih. Dengan menyediakan layanan ini secara gratis dan profesional, PTBA membantu memperkecil kesenjangan akses kesehatan. Mereka memastikan bahwa anak-anak di Ring 1 memulai masa remaja mereka dengan fondasi kesehatan yang lebih baik.


Tim dari RS Bukit Asam Mandiri melakukan pemeriksaan administrasi kepada calon “pahlawan cilik” peserta khitanan massal di Lahat. (FOTO: Humas PTBA)

Selain aspek kesehatan, ada aspek psikologis yang disasar oleh PTBA. Eko Prayitno menjelaskan, bahwa program ini bertujuan membangun rasa percaya diri anak-anak. “Khitanan massal seringkali menjadi momen di mana anak-anak saling menyemangati satu sama lain, menciptakan rasa kebersamaan di antara warga desa”, ujarnya.

Relasi antara PTBA dan masyarakat Ring 1 memang harus terus dirawat. Sebagai perusahaan yang beroperasi di tengah pemukiman, harmoni adalah kunci. Dengan menyentuh aspek paling personal dalam keluarga—yaitu kesehatan anak—PTBA sedang membangun jembatan emosional yang kuat.

Masa Depan yang Berkelanjutan

HUT ke-45 PTBA ini menjadi momentum refleksi. Perjalanan panjang perusahaan dalam industri energi kini semakin selaras dengan tanggung jawab sosial. Komitmen terhadap SDGs bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi perusahaan modern yang ingin tetap relevan dan dicintai.

Lima ratus anak yang menjadi target program ini adalah wajah masa depan Indonesia. Dengan memastikan mereka tumbuh sehat melalui langkah kecil seperti khitanan massal, PTBA sedang berinvestasi pada sumber daya manusia yang akan memimpin negeri ini di masa depan.

Saat matahari mulai meninggi di Merapi Timur, satu per satu anak pulang dengan langkah sedikit canggung namun dengan senyum lebar dan tas bingkisan di tangan. Mereka pulang bukan hanya dengan status baru, tetapi dengan harapan bahwa di masa depan, mereka akan tetap sehat dan sejahtera—persis seperti cita-cita besar yang tertuang dalam SDGs.

Bagi PTBA, perjalanan belum usai. Masih ada empat kecamatan lagi yang menanti kehadiran tim “Pahlawan Kecil”. Dan dengan setiap anak yang berhasil dikhitan, satu lagi tanda centang ditambahkan pada komitmen mereka untuk dunia yang lebih baik. Sebuah kado ulang tahun yang manis, bukan hanya untuk perusahaan, tapi untuk setiap jiwa yang mereka sentuh. (maspril aries)

#Penulisan konten ini diolah dengan bantuan AI.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *