Anwar Putra Bayu Ketua Koalisi Masyarakat Puisi menyerahkan sertifikat kepada pemenang. (FOTO: Maspril Aries)
KINGDOMSRIWIJAYA, Palembang – Sampai akhir pekan pertama Oktober 2025, Koalisi Masyarakat Puisi telah menuntaskan tiga agenda dari rangkaian yang difasilitasi Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Akhir pekan ini Koalisi Masyarakat Puisi telah menyelesaikan tiga agenda kegiatan di Palembang. Pertama, Pelatihan Menulis Apresiasi Sastra di SMKN 1. Kedua, Diskusi Sastra di SMAN Sumsel. Ketiga, Sayembara Apresiasi Sastra Menulis Puisi, dan kegiatab terakhir Lomba Apresiasi puisi dengan peserta siswa berkebutuhan khusus yang akan dilaksanakan 9 Oktober di sekolah YPAC”, kata Anwar Putra Batu Ketua Koalisi Masyarakat Puisi, Ahad (5/10).
Menurut Bayu, pada sayembara apresiasi sastra menulis puisi yang berlangsung di gedung galeri Taman Budaya Sumatera Selatan diikuti42 siswa dan siswi SMP, Madrasah Tsawaniyah negeri dan swasta dari beberapa daerah di Sumatera Selatan (Sumsel).
“Untuk lomba menulis puisi menghadirkan tiga orang juri yang berkompeten. Maspril Aries wartawan senior dan penggiat literasi, Jaid Saidi, penulis dan deklamator berpengalaman dan Erfan Fajrullah, penulis sastra sekaligus Ketua Kompi (Komunitas Penulis Indonesia) Kota Palembang. Juri kami untuk menjaga kualitas lomba, mereka adalah di Sumatera Selatan adalah orang yang telah lama berkecimpung di dunia sastra dan literasi”, ujar Bayu.

Lomba apresiasi sastra kali ini menjadi ajang bergengsi yang menjadi bagian dari Pesta Apresiasi Sastra Pelajar Sumatera Selatan 2025. Menurut Bayu, “Tidak seperti lomba menulis biasa yang bisa disiapkan dari rumah. Pada lomba ini langsung menulis puisinya di lokasi dengan diawasi langsung oleh juri dan panitia. Peserta tidak boleh menggunakan alat bantu seperti buku atau telepon selelur” kata sastrawan yang juga Koordinator Satupena untuk wilayah Sumatera.
Pada lomba ini, peserta harus menulis dua puisi yang dibagi menjadi dua waktu. Menulis puisi wajib bertema Bahasa Indonesia sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia” dan puisi pilihan dengan tema “Merajut Kearifan Lokal dalam Sastra Indonesia”.
Setelah tim juri menuntaskan penilaiannya, sebelum pada penutupan lomba, Ketua Koalisi Masyarakat Puisi, Anwar Putra Bayu mengumumkan tiga nama pemenang dari 42 peserta.
Juara pertama, Athiyyah Salsabila Gumay dari SMP LTI Indo Global Mandiri. Juara kedua, Allena Sheila Agatha dari SMP Kusuma Bangsa Palembang, dan juara ketiga, Viola Rizki Ramadhani dari SMP Negeri 15 Palembang. Kepada para pemenang selain menerima piala dan sertifikat juga mendapat uang pembinaan.

Setelah menyaksikan secara langsung jalannya lomba menurut Ketua Koalisi Masyarakat Puisi, kegiatan seperti ini sangat penting untuk melatih kepekaan sastra anak sejak dini. “Apresiasi terhadap karya sastra harus dimulai sejak usia pelajar, karena dari sanalah mereka belajar melihat hidup dengan lebih peka, kritis, dan imajinatif”.
“Kegiatan ini juga bukan sekadar lomba, tetapi bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia sejak usia sekolah. Kepada peserta dan guru pembina kami sampaikan bahwa sastra bukan hanya tentang indahnya kata, tapi juga tentang bagaimana kita memahami kehidupan dengan rasa dan nurani”, kata Ketua Satupena Sumsel.
Sementara itu pada dua kegiatan sebelumnya, Koalisi Masyarakat Puisi telah menyelenggarakan Pelatihan Menulis Apresiasi Sastra di SMKN Palembang pada 29 September 2025 dengan nara sumber Enny Hidayati, Vebri Al-Lintani, Rapanie Igama dan Rita Sumarni.
Untuk Diskusi Sastra di SMAN Sumsel yang berlangsung 2 Oktober 2024 menghadirkan nara sumber Haryadi dan Alpansyah. Diskusi ini bertema “Kearifan Lokal dalam Sastra Indonesia dan Daerah dan Merawat Kebhinnekaan dalam Sastra Indonesia dan Daerah”. (maspril aries)






