Jurnalis dan Advokat Aina Rumiyati Aziz. (FOTO: Safira Yasmin)
KINGDOMSRIWIJAYA, Palembang – Sebuah buku puisi yang ditulis seorang jurnalis yang juga advokat meluncur ke publik. Aina Rumiyati Aziz yang mulai berkarir sebagai wartawan setelah lulus dari Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) tahun 1990, Jumat, 11 April 2025 meluncurkan buku puisi berjudul “Pulang”.
Aina yang mulai menjadi wartawati majalah berita mingguan (MBM) Tempo untuk wilayah liputan Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel) menerbitkan buku berjudul pulang berisi 121 puisi yang diterbitkan Kaki Bukit Literasi bersama Pustaka Labrak.
“Ini bukan buku pertama saya. Alhamdulillah ini menjadi buku keempat. Dua buku ditulis bersama penulis lain, dua buku ditulis sendiri atau buku solo”, kata Aina, Jumat (11/4).
Buku pertama berjudul berjudul Penegakan Hak-Hak Perempuan sebuah karya bersama Endah Trista Agustiana, Nursyahbani Katjasungkana, Elizabeth Collins yang diterbitkan Yayasan OWA Indonesia tahun 1999. Buku kedua berjudul Telepon Seks Ibu Pejabat – Lucunya Kriminalitas di Sumatera Bagian Selatan diterbitkan Penerbit Universitas Sriwjaya (Unsri) tahun 2002.
Buku ketiga, sebuah biografi berjudul Rosihan Arsyad Menerjang Ombak Menembus Awan yang ditulis bersama beberapa wartawan senior diantaranya, Aspani Yasland, Ajmal Rokian, Azwir, Bangun Lubis, Maspril Aries, Rustam dan Syahnan Rangkuti dengan penyunting Rajab Ritonga yang diterbitkan QailQita Publishing tahun 2015.

“Buku keempat ini kumpulan puisi berjudul Pulang yang saya tulis saat menjalani terapi untuk penyembuhan setelah menjalani rawat inap di RS AK Gani, rawat jalan di RS Siti Khadijah dan RS Moehamad Hoesin. Menulis puisi menjadi salah satu terapi yang harus dijalani selain terapi lainnya”, kata Aina yang juga seorang advokat yang bergabung dengan Ikadin dan Peradi.
Menurut Aina, “Bagi saya, puisi itu perjalanan batin yang tidak hanya merekam perasaan, tetapi juga menyembuhkan jiwa. Buku kumpulan puisi ini lahir dari pengalaman pribadi saat melewati masa-masa terapi dalam penyembuhan memori atau ingatan sehari-hari yang pernah dilalui”.
Aina juga menjelaskan, menulis puisi setidaknya bisa membantu saya memahami emosi, tetapi juga memberikan ruang untuk berdamai dengan diri sendiri. “Melalui puisi-puisi ini, saya mencoba menghadirkan refleksi mendalam tentang perjalanan hidup, cinta, kehilangan, dan harapan”.
Dalam proses penulisannya, Aina mengaku terinspirasi oleh Expressive Theory yang menekankan pada kekuatan puisi sebagai ekspresi emosi, serta Therapeutic Writing Approach yang menunjukkan bagaimana kata-kata dapat menjadi obat bagi jiwa.
Buku ini selain berisi puisi yang menarik juga dilengkapi dengan kata pengantar dari tokoh berkompeten, Guru Besar FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri) Prof Dr Nurhayati “Juga epilognya ditulis sastrawan nasional dari Sumatera Selatan Anwar Putra Bayu yang juga Ketua Satupena Sumsel. Isinya mencerdaskan untuk mereka yang awam atau baru kenal puisi”, kata penulis perempuan yang meraih gelar magister hukum dari Fakultas Hukum Unsri.

Prof Nurhayati menulis dalam kata pengantar, “Mengapresiasi puisi karya Aina Rumiyati Aziz bukanlah sekadar membacanya, melainkan juga memahami berbagai aspek yang melatarinya. Buku ini ditulis seorang perempuan yang memiliki latar belakang dengan profesi jurnalis dan advokat, ini adalah sebuah ruang dialog antara penulis dan pembaca. Setiap baitnya mengundang pembaca untuk merenungkan, merasakan, dan menemukan makna-makna baru”.
Sementara itu, Anwar Putra Bayu menulis, “Bagi saya pribadi, kitab puisi “Pulang” karya Aina ini bukan sekadar kumpulan puisi, melainkan dokumen personal seorang perempuan yang nyaris “hilang” yang pada gilirannya mampu mengubah momen krisis menjadi karya sastra berupa puisi yang bermakna”.
Karir Jurnalistik
Dalam perjalanan karir sebagai jurnalis, Aina memulainya sebagai jurnalis Majalah Tempo bertugas di Pusat Liputan (Puslip) Palembang sampai majalah tersebut diberedel penguasa Orde Baru tahun 1994. Kemudian bergabung dengan majalah Forum Keadilan (1994 – 2007) sempat menjadi reporter Majalah Fokus. Tahun 2007 bergabung dan Koran Seputar Indonesia atau Koran Sindo (2007 – 2016) dengan jabatan Kepala Biro Sumatera Selatan. wartawati Majalah Sindo Weekly (2017 – 2019).
Sejak 2002 telah tercatat sebagai Advokat yang bergabung dengan Ikadin cabang Palembang dan DPC Peradi Palembang. Di Ikadin menjadi pernah menjabat sebagai Bendahara dan kini kembali menjabat sebagai Sekretaris. Di DPC Peradi Palembang pernah menjabat Wakil Sekretaris dan Ketua Pusat Bantuan Hukum (PBH) DPC Peradi Palembang.
Juga pernah tercatat sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan dan Forum Wartawan Sumsel (FWS) serta menjadi Wakil Ketua Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI) Provinsi Sumatera Selatan. (maspril aries)






