Home / Bisnis / Ini Enam KKKS Peraih Penghargaan SKK Migas Sumbagsel

Ini Enam KKKS Peraih Penghargaan SKK Migas Sumbagsel

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Bambang Dwi Djanuarto bersama peraih penghargaan dari Pertamina EP Field Prabumulih, Medco E&P, Sele Raya Belida, PetroChina International Jabung, PT Pertamina EP Zona 4. (FOTO: Humas SKK Migas)

KINGDOMSRIWIJAYA – Enam Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mendapat penghargaan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) atas kinerja terbaik sepanjang Semester I 2026. Penghargaan atau apresiasi tersebut diberikan dalam rangkaian Rapat Kerja Operasi Wilayah Sumbagsel Tahun 2026 yang digelar pada 5-7 Agustus 2026 di Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Dalam keterangan pers SKK Migas Sumbagsel menyebutkan, apresiasi atau penghargaan capaian hulu migas tersebut diberikan kepada enam KKKS, yaitu PEP Field Prabumulih, PetroChina International Jabung Ltd, PT Medco E&P Indonesia–SSB, PT Pertamina EP Zona 4, PT Sele Raya Belida, dan KSO–PEP SE BWP Meruap. Masing-masing KKKS meraih penghargaan pada kategori berbeda. Mulai dari produksi dan lifting minyak serta gas, pengeboran, seismik, hingga pengelolaan bahan peledak.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto pada penyerahaan penghargaan mengatakan, “Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kinerja dan kontribusi KKKS terhadap pencapaian target hulu migas di wilayah Sumbagsel. Capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh KKKS, dukungan para mitra kerja, serta sinergi yang telah terjalin dengan baik bersama SKK Migas”.

Daftar Penerima Penghargaan

Dari enam KKKS penerima penghargaan, PetroChina International Jabung Ltd meraih dua penghargaan. PetroChina KKKS yang wilayah operasinya di Provinsi Jambi meraih Penghargaan Capaian Produksi dan Lifting Minyak Terbaik Wilayah Sumbagsel Semester I 2026. Produksi minyak PetroChina mencapai 106,14 persen terhadap target Work Program and Budget (WP&B). Angka tersebut setara dengan peningkatan produksi sebesar 716,07 barel minyak per hari (BOPD). Sementara lifting minyak mencapai 106,44 persen terhadap target WP&B, dengan capaian sebesar 677,34 BOPD.


Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Bambang Dwi Djanuarto bersama peraih penghargaan dari PetroChina International Jabung dan KSO–PEP SE BWP Meruap. (FOTO: Humas SKK Migas)

Tak berhenti di situ, PetroChina juga meraih penghargaan Zero Illegal Tapping pada Semester I 2026. Capaian tersebut menjadi catatan penting mengingat pada 2025 masih terdapat 11 kejadian illegal tapping. Pada Semester I 2026, PetroChina berhasil mencatatkan nihil kejadian.

Kinerja tersebut menunjukkan tidak hanya aspek produksi yang menjadi perhatian, tetapi juga pengamanan aset dan keberlangsungan operasi di wilayah kerja.

Sementara itu untuk kategori produksi gas, penghargaan diberikan kepada PT Medco E&P Indonesia–SSB. Perusahaan tersebut meraih capaian produksi dan lifting gas terbaik wilayah Sumbagsel Semester I 2026. Produksi gas Medco tercatat mencapai 142,17 persen terhadap target WP&B, atau meningkat sebesar 19,23 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Adapun lifting gas mencapai 137 persen terhadap target WP&B, dengan capaian sebesar 17,10 MMSCFD. Angka ini membuat Medco menjadi salah satu KKKS dengan capaian produksi gas paling menonjol di wilayah Sumbagsel pada paruh pertama 2026.

Kemudian Pertamina EP Zona 4 unggul di pengeboran. Anak perusahaan BUMN  Pertamina ini mendapat penghargaan capaian komitmen pengeboran terbaik wilayah Sumbagsel Semester I 2026. Penghargaan diberikan atas komitmen perusahaan dalam merealisasikan program kerja pengeboran yang telah disepakati. Pelaksanaan program tersebut dinilai memberikan hasil yang baik sekaligus berkontribusi terhadap tambahan cadangan hidrokarbon di wilayah Sumbagsel.

Bagi Pertamina dan SKK Migas, capaian pengeboran menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kesinambungan produksi migas. Terlebih, kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan menjadi bagian dari upaya mempertahankan produksi di tengah tantangan industri hulu migas.

Untuk penghargaan seismik tepat waktu menjadi milik KKKS PT Sele Raya Belida (SRB). Perusahaan ini meraih Capaian Komitmen Seismik Terbaik Wilayah Sumbagsel Semester I 2026. Sele Raya Belida dinilai berhasil menyelesaikan kegiatan seismik secara tepat waktu, aman, dan lancar.


Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto menyampaikan sambutan pada Rapat Kerja Operasi Wilayah Sumbagsel Tahun 2026. (FOTO: Humas SKK Migas)

Yang tak kalah penting, perusahaan mampu melakukan mitigasi terhadap berbagai isu sosial yang muncul selama kegiatan berlangsung. Pendekatan tersebut membuat kegiatan seismik dapat berjalan dengan baik tanpa mengganggu kelancaran operasional.

Penghargaan berikutnya diberikan kepada KSO–PEP SE BWP (Kerja Sama Operasi PT Pertamina EP – Samudra Energy BWP) Meruap untuk pengelolaan bahan peledak terbaik wilayah Sumbagsel Semester I Tahun 2026.  Penghargaan ini diberikan berkat komitmen pengembalian handak konsinyasi tepat waktu setelah kontrak selesai serta pencatatan laporan bulanan handak yang baik, rapi dan teratur. Dalam industri migas pengelolaan bahan peledak menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan operasi hulu migas. Pengendalian yang baik diperlukan untuk memastikan seluruh penggunaan, penyimpanan, hingga pengembalian bahan peledak memenuhi ketentuan yang berlaku.

Penghargaan keenam diberikan kepada PEP (PT Pertamina EP) Field Prabumulih.

Penghargaan ini diberikan atas dukungan dan kerja sama dalam penerimaan dan penyaluran minyak barang bukti hasil tangkapan aparat penegak hukum melalui Fasilitas Hulu Migas PPP Prabumulih Tahun 2025-2026. PEP Field Prabumulih dinilai memberikan dukungan melalui penyediaan fasilitas yang memadai serta personel yang kooperatif dalam memenuhi permintaan aparat penegak hukum.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari kontribusi KKKS terhadap pengelolaan minyak barang bukti melalui fasilitas hulu migas yang tersedia.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto pada penyerahaan penghargaan mengatakan, “Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kinerja dan kontribusi KKKS terhadap pencapaian target hulu migas di wilayah Sumbagsel. Capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh KKKS, dukungan para mitra kerja, serta sinergi yang telah terjalin dengan baik bersama SKK Migas”.

SKK Migas juga berharap capaian enam KKKS pada Semester I  2026 tersebut dapat menjadi contoh sekaligus pemacu peningkatan kinerja KKKS lainnya.

Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara SKK Migas, KKKS, dan mitra kerja, kinerja hulu migas Sumbagsel diharapkan terus meningkat hingga akhir 2026.

Penghargaan yang diberikan pun bukan sekadar bentuk apresiasi atas capaian Semester I. Lebih dari itu, penghargaan menjadi dorongan agar kinerja produksi, lifting, pengeboran, seismik, keamanan operasi, dan pengelolaan bahan peledak terus ditingkatkan untuk mengejar target hulu migas nasional.


Para Peserta Rapat Kerja Operasi Wilayah Sumbagsel Tahun 2026 yang digelar pada 5-7 Agustus 2026 di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). (FOTO: Humas SKK Migas)

Kinerja KKKS Sumbagsel

Pada bagian lain sambutannya, Bambang mengatakan, “Capaian enam KKKS tersebut menjadi bagian dari kinerja positif hulu migas Sumbagsel pada Semester I 2026. Secara keseluruhan, realisasi produksi dan lifting gas serta minyak dan kondensat di wilayah Sumbagsel telah mencapai lebih dari 90 persen terhadap target WP&B. Sementara itu, capaian lifting minyak dan kondensat terhadap produksi bahkan telah mencapai lebih dari 99 persen”.

Menurut Bambang, capaian tersebut menunjukkan penyaluran hasil produksi berjalan optimal. “Capaian tersebut menjadi landasan untuk terus meningkatkan kinerja pada Semester II Tahun 2026”, ujarnya.

Rapat Kerja (Raker) Operasi Wilayah Sumbagsel 2026 mengusung tema “Operasi Andal, Aman dengan Pengelolaan Handak yang Optimal Guna Pencapaian Target Produksi dan Lifting Tahun 2026 yang Maksimal.” Forum ini menjadi ruang evaluasi capaian Semester I sekaligus menyusun strategi menghadapi Semester II.

Selain membahas produksi dan lifting, agenda Raker juga mencakup penguatan kompetensi personel KKKS dan mitra kerja di bidang operasi produksi, lifting, pengeboran, keselamatan kerja, serta pengelolaan bahan peledak.

Semester II Jadi Penentu

Bambang mengingatkan seluruh KKKS agar tidak berhenti pada capaian Semester I. “ Semester II akan menjadi periode krusial untuk memastikan target produksi dan lifting tahunan dapat direalisasikan. Karena itu, penguatan keandalan operasi harus terus dilakukan. Begitu pula optimalisasi pemeliharaan, percepatan proyek, pengeboran, dan workover”, pesannya.

Selain itu aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) juga harus tetap menjadi prioritas. “Keberhasilan yang sesungguhnya pada industri migas adalah ketika target dapat dicapai tanpa mengabaikan keselamatan pekerja, perlindungan lingkungan, serta kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku,” ujar Bambang. (maspril aries)

#Penulisan konten ini diolah dengan bantuan AI.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *