Home / Olahraga / Ini “Olimpiade”-nya SDM Migas Sumbagsel di Pertamina EP Jambi

Ini “Olimpiade”-nya SDM Migas Sumbagsel di Pertamina EP Jambi

Peserta Lifting Olympic II 2026 diikuti pekerja migas dari berbagai wilayah operasi di Sumbagsel. (FOTO: Humas SKK Migas)

KINGDOMSRIWIJAYA – Hari itu, Kamis, 9 Juni 2026, matahari belum sepenuhnya bersinar gagah di atas langit daerah yang berjuluk “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah”. Namun ketegangan di kompleks Pertamina EP (PEP) Field Jambi sudah menyengat sejak pagi. Aroma pelumas, deru mesin, dan desis uap yang biasanya menjadi latar belakang monoton pekerjaan sehari-hari di hulu migas, mendadak berubah atmosfernya.

Selama tiga hari, di komplek yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari Kota Jambi, sejak tanggal 9 hingga 11 Juni 2026, di situ tidak sekadar menjadi wilayah operasi pengeboran. Kawasan itu berubah menjadi “stadion”, menjadi arena tempat para “atlet” ketahanan energi berkompetisi menjadi yang terbaik.

Di komplek Pertamina EP (PEP) Jambi berlangsung Lifting Olympic II – 2026. Sebuah ajang “olimpiade”-nya Sumber Daya Manusia (SDM) dari perusahaan minyak dan gas yang berada di area Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel). Lifting Olympic adalah even kompetisi yang digagas oleh SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Jika olimpiade di stadion olahraga mempertandingkan kecepatan lari atau ketepatan memanah, di sini, yang diadu adalah presisi, kecepatan, dan ketahanan dalam mengelola lifting—titik krusial di mana minyak dan gas bumi diserahkan kepada negara.

Sebanyak 177 peserta yang terbagi ke dalam 22 tim dari 21 KKKS, ditambah satu sekutu tangguh dari mitra industri PT Pertamina Gas, berdiri tegak dalam barisan. Didampingi oleh 23 ofisial, mereka datang bukan untuk sekadar berjabat tangan. Mereka datang membawa misi besar di bawah tema yang menggema di setiap sudut lapangan: “SDM Lifting Berkualitas Mendukung Pencapaian Target Lifting Nasional”. Ini adalah “olimpiade” atau Lifting Olympic yang kedua setelah yang pertama berlangsung di PHR Regional 1 Zona 4 Field Prabumulih pada April  2025.

Baca juga: Pertama di Indonesia, 145 Karyawan Migas Wilayah Sumbagsel Berkompetisi di Lifting Olympic 2025

Bagi awam, industri minyak adalah soal mesin raksasa dan pipa-pipa besi yang menjulur membelah hutan. Namun di arena ini, semua orang sadar, teknologi hanyalah benda mati tanpa manusia di belakangnya. Di balik target berbarel-barel minyak yang harus dialirkan untuk mengisi urat nadi ekonomi Indonesia, ada keringat dan kecerdasan para pekerja yang diuji batasnya dalam kompetisi ini.


Lomba Kategori emergency response. (FOTO: Humas SKK Migas)

Tujuh Kategori Lomba

Pada  tensi kompetisi melonjak drastis. Ketua Panitia Lifting Olympic II, Haswanto Jaya mengatakan, “Pada kompetisi tahun ini ini jauh lebih masif dan menantang ketimbang edisi perdana. Selain bertambahnya jumlah peserta, jumlah cabang perlombaan juga meningkat dari empat menjadi tujuh kategori kompetisi,”.

Lonjakan kategori atau cabang lomba, otomatis menuntut konsentrasi ganda. Lapangan PEP Jambi disulap menjadi beberapa venue pertandingan teknis yang ketat. Di satu sudut, perlombaan kategori “Pengukuran Level Minyak” sedang berlangsung. Mengukur cairan hitam di dalam tangki raksasa bukanlah perkara menurunkan tongkat pengukur semata. Ini adalah soal ketepatan milimeter di tengah cuaca panas yang memicu penguapan. Salah hitung satu milimeter, taruhannya adalah kerugian ribuan liter.

Di sudut lain, para analis berkutat dengan tabung reaksi dalam kategori “Analisa Sampel Minyak”, berkejaran dengan waktu untuk menentukan kualitas minyak mentah secara akurat. Di tempat yang lain tensi memuncak ketika peserta tengah berlomba pada kategori “Menghitung Volume Gas” dan “Menghitung Volume Minyak”. Di sini, kalkulator dan rumus-rumus rumit fisika-kimia menjadi senjata utama. Di bawah tekanan waktu yang terus berdetak, para peserta harus mengonversi angka-angka mentah dari lapangan menjadi data lifting yang valid.

Namun, esensi sejati dari industri ini diuji pada kategori “Emergency Response”. Ketika sirine simulasi berbunyi, atmosfer berubah mencekam. Tim harus bergerak dalam hitungan detik, mengatasi kebocoran, memadamkan api, dan menyelamatkan korban. Ini adalah olahraga ekstrem dalam bentuk nyata, di mana taruhannya adalah keselamatan nyawa dan perlindungan lingkungan.

Sebagai penyeimbang otot dan otak terjadi di kategori “Lomba Cepat Tepat Lifting” menguji wawasan regulasi dan teknis secara langsung di atas panggung, dan pada kategori yang baru dilombakan, “Fotografi” kemampuan SDM migas diuji menangkap setiap momen dramatis, peluh, dan determinasi para peserta dari balik lensa.


Peserta lomba kategori Analisa Sampel Minyak. (FOTO: Humas SKK Migas)

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto yang membuka Lifting Olympic II, dari di tepi lapangan, menyaksikan para pekerja muda bertarung dengan penuh sportivitas. Menurutnya, kompetisi ini adalah investasi jangka panjang Indonesia.

“Keberhasilan pencapaian target produksi dan lifting nasional tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan fasilitas, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia serta sinergi seluruh pemangku kepentingan. Melalui kegiatan ini, kami ingin terus mendorong peningkatan kompetensi, profesionalisme, budaya keselamatan, dan kolaborasi antarinsan hulu migas,” kata Bambang yang baru bertugas di sebagai Kepala SKK Migas Sumbagsel sejak 13 Mei 2026.

Sementara itu  Field Manager PEP Jambi, Kurniawan Triyo Widodo yang menajdi tuan rumah, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Menjadi episentrum dari berkumpulnya para ahli migas se-Sumbagsel adalah sebuah kehormatan, sekaligus pembuktian bahwa fasilitas Jambi siap mendukung regenerasi kompetensi.

Lifting olympic menjadi wadah yang sangat baik untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring profesional, serta memperkuat kolaborasi antarinsan migas. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta dan mendukung upaya bersama dalam menjaga kinerja operasi serta pencapaian target lifting nasional”, kata Kurniawan.

Peringkat Pemenang

Setelah berkompetisi selama tiga hari, Lifting Olympic II berakhir. Hasilnya, KKKS Medco E&P Rimau berhasil menjadi juara umum. Perusahaan migas yang didirikan Arifin Panigoro ini menyapu bersih podium tertinggi pada dua kategori paling bergengsi dan penuh tekanan, Juara I di kategori Emergency Response — membuktikan ketangguhan mereka dalam situasi krisis — dan Juara I pada Lomba Cepat Tepat Lifting yang menguji ketajaman berpikir.


Defile peserta Lifting Olympic II di Pertamina EP Jambi. (FOTO: Humas SKK Migas)

Daftar pemenang:

Kategori KompetisiNama PemenangAsal Perusahaan (KKKS)
Juara UmumMedco E&P RimauMedco E&P Rimau
Emergency ResponseTim Medco E&P RimauMedco E&P Rimau
Lomba Cepat Tepat LiftingTim Medco E&P RimauMedco E&P Rimau
Pengukuran Level MinyakMuhammad DekriPEP Field Prabumulih
Analisa Sampel MinyakLutfi Samsul BMedco E&P Grissik Ltd
Menghitung Volume GasEza YuliantoMedco E&P Indonesia
Menghitung Volume MinyakGilang Bagaskara HarlisPEP Field Limau
FotografiSugiartiPEP Field Prabumulih

Melalui Lifting Olympic II SKK Migas dan KKKS telah berhasil menanamkan satu hal penting, bahwa lifting minyak bukan sekadar angka di atas kertas laporan kementerian. Ia adalah hasil dari rantai profesionalisme yang melibatkan ketelitian dalam mengukur, kecermatan dalam menganalisis, kecepatan dalam bertindak saat darurat, dan sinergi tanpa sekat ego sektoral.

Melalui “olimpiade” SDM migas ini lahir generasi baru insan hulu migas yang lebih kompeten, kolaboratif, dan adaptif terhadap industri yang terus berubah dinamis. Ketika mereka kembali ke ladang minyak masing-masing, mereka tidak lagi bekerja dengan cara yang sama. Mereka pulang sebagai atlet-atlet energi yang siap bertarung demi satu tujuan mulia: memastikan setiap tetes minyak dan gas bumi mengalir dengan aman, tepat, dan maksimal untuk mendukung ketahanan energi Ibu Pertiwi. (maspril aries)

#Penulisan konten ini diolah dengan bantuan AI.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *