Home / News / PTBA Bangkitkan UMKM dengan Pendampingan & Dorong Pariwisata dengan Turnamen Tenis di Sawahlunto

PTBA Bangkitkan UMKM dengan Pendampingan & Dorong Pariwisata dengan Turnamen Tenis di Sawahlunto

Peserta penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) oleh PTBA di Sawahlunto. (FOTO: Humas PTBA)

KINGDOMSRIWIJAYA, Sawahlunto – Ada yang menarik dan berbeda dari Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar) dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 yang dilakukan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID. Di kota yang oleh ditetapkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia, dengan nama resmi Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto) pada 2019, BUMN tambang ini melaksanakan dua kegiatan besar.

Di tengah semangat peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, tampak semakin hidup. PTBA menyelenggarakan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kegiatan Capacity Building sekaligus kegiatan Halal Bihalal bersama para pelaku UMKM binaan PTBA di Ballroom Saka Ombilin Heritage Hotel, Kamis (21/5).

Pada hari yang BUMN yang berkantor pusat di Tanjung Enim, Sumatera Selatan (Sumsel) ini juga menggelar olahraga dan pariwisata melalui Turnamen Tenis Terbuka yang diikuti atlet dari Sumatera Utara, Riau, Palembang (Sumsel), Jambi, Padang dan peserta dari Malaysia.

Untuk kegiatan yang melibatkan UMKM menurut Sustainable Economic, Social, and Environment Department Head PTBA, Listati, kegiatan ini mengusung tema “Memperkuat Dasar, Mendekat ke Pasar, dan Bertumbuh Secara Bertahap”. “Acara ini menjadi wadah strategis untuk mempererat sinergi sekaligus meningkatkan kapasitas para pengusaha lokal agar semakin tangguh menghadapi dinamika ekonomi yang terus berubah. Ada sebanyak 56 peserta hadir dalam kegiatan ini”, katanya.

Para peserta tersebut adalah pelaku usaha binaan kolaborasi PTBA bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI), UMKM swakelola, hingga anggota Rumah BUMN. Mereka mewakili berbagai sektor usaha yang menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan, mulai dari jasa, perdagangan, kerajinan tangan, peternakan, hingga pengolahan makanan dan produk kreatif. Keberagaman ini menunjukkan luasnya jangkauan pemberdayaan yang dilakukan perseroan di wilayah Ombilin dan sekitarnya.

Listati menegaskan, “Penguatan UMKM merupakan pilar utama dalam strategi perusahaan menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional kegiatan bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan pengingat bahwa kemajuan sebuah bangsa bertumpu pada kemandirian ekonomi masyarakatnya. Kebangkitan bangsa harus ditopang oleh kebangkitan ekonomi masyarakat”.

Menurut Listati, PTBA berkomitmen penuh mendukung UMKM agar semakin tangguh, adaptif, dan mampu bersaing di pasar yang semakin terbuka. “Kami tidak hanya berfokus pada bisnis inti pertambangan, tetapi juga menghadirkan pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi akses pasar agar produk lokal bisa dikenal lebih luas. Penguatan UMKM merupakan bagian penting dari upaya perseroan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Acara ini menjadi wadah strategis untuk mempererat sinergi sekaligus meningkatkan kapasitas para pengusaha lokal agar semakin tangguh menghadapi dinamika ekonomi yang terus berubah”, ujarnya.

Sementara itu, Yulfaizon, Manajer Situs Pertambangan Ombilin PTBA, menilai bahwa UMKM memegang peran strategis sebagai penggerak ekonomi daerah. Ia menekankan, pertumbuhan ekonomi yang sehat tidak bisa dibangun sendiri oleh perusahaan atau pemerintah, melainkan butuh kolaborasi erat antar berbagai pihak.

“UMKM adalah pilar ekonomi yang tidak bisa diabaikan. Di sinilah peran kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha sangat dibutuhkan untuk saling menguatkan daya saing. Kami berharap kegiatan ini tidak sekadar seremonial, tetapi memberikan manfaat nyata, meningkatkan kapasitas, serta membangun kepercayaan diri pelaku usaha untuk terus bertumbuh”, kata Yulfaizon.

Pada kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan wawasan mendalam yang disampaikan oleh praktisi UMKM sekaligus pemilik merek UNICI Songket, Fitri, yang telah bersertifikasi BNSP. Materi yang dibawakan mencakup strategi penguatan dasar usaha, cara efektif mendekatkan produk ke pasar, hingga langkah-langkah pengembangan usaha secara bertahap namun berkelanjutan.

Suasana diskusi berjalan sangat interaktif, di mana para peserta antusias bertukar pengalaman, berkonsultasi mengenai kendala yang dihadapi, dan mencari solusi terbaik untuk kemajuan usaha mereka. Semangat yang terpancar dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata keinginan kuat masyarakat Sawahlunto untuk bangkit dan berkembang.


Peserta turnamen tenis di Sawahlunto yang diselenggarakan PTBA. (FOTO: Humas PTBA)

Pada kesempatan itu Listati juga mengingatkan, bahwa kunci keberhasilan usaha kecil menengah tidak hanya pada ketersediaan modal, tetapi juga kekuatan fondasi usaha dan pemahaman pasar. “Penguatan dasar usaha menjadi hal yang paling utama. Pelaku usaha harus paham betul karakteristik produk yang mereka hasilkan dan apa yang sebenarnya dibutuhkan pasar, sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang kompetitif dan berdaya saing tinggi”, katanya.

Tenis Menggerakkan Pariwisata

Tak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi melalui UMKM, PTBA juga menempuh jalur lain yang tak kalah strategis yaitu olahraga dan pariwisata. Melalui penyelenggaraan Turnamen Tenis Terbuka di Kota Sawahlunto, perseroan kembali membuktikan bahwa investasi pada kegiatan positif dapat menciptakan dampak berantai yang menguntungkan masyarakat luas.

Turnamen ini menjadi salah satu agenda olahraga terbesar di wilayah tersebut, yang tidak hanya menyajikan kompetisi olahraga yang menarik, tetapi juga menjadi pendorong utama sektor pariwisata dan perputaran uang di daerah. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta yang luar biasa dari dari luar Sawahlunto. Sebanyak 60 pasangan atau setara dengan 120 atlet hadir berkompetisi. Kehadiran peserta lintas wilayah dan negara ini menjadi bukti kuat bahwa Sawahlunto memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan sport tourism atau pariwisata olahraga di Sumatera Barat.

Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif PTBA. Menurutnya, “Kolaborasi antara pemerintah daerah dan PTBA dalam menggelar kegiatan seperti ini sangat berharga karena dampaknya terasa langsung ke akar rumput. Ajang olahraga bukan sekadar ajang unjuk gigi atlet, melainkan mesin penggerak ekonomi kota”.

Bagi Sawahlunto, sport tourism memiliki peluang yang sangat besar untuk terus kita kembangkan. Kehadiran para atlet beserta pendampingnya dari luar daerah memberikan dampak nyata. Hotel-hotel menjadi penuh, rumah makan ramai dikunjungi, transportasi lokal bergerak, hingga para pelaku UMKM dan pedagang kecil mendapatkan rezeki tambahan. Ini adalah efek ganda atau multiplier effect yang sangat positif bagi ekonomi Sawahlunto. “Terima kasih kepada PTBA yang konsisten mendukung kemajuan daerah kami”, ujar Jeffry dalam sambutannya.

Sementara itu, Yulfaizon selaku Manajer Situs Pertambangan Ombilin PTBA menjelaskan, penyelenggaraan turnamen ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan komitmen perseroan dalam pembangunan berkelanjutan. Bagi PTBA, kehadiran perusahaan di Sawahlunto tidak hanya meninggalkan jejak aktivitas tambang, tetapi juga jejak kesejahteraan melalui berbagai kegiatan produktif.

“PTBA tidak hanya fokus pada eksploitasi sumber daya alam semata, tetapi kami terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan masyarakat dan daerah operasi kami. Turnamen tenis ini adalah salah satu bentuk kontribusi kami untuk memajukan pariwisata berbasis olahraga. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin tahunan yang mampu meningkatkan daya tarik Kota Sawahlunto, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar peserta yang datang dari berbagai daerah maupun negara tetangga,” ucap Yulfaizon.

Dalam edisi kali ini, pertandingan dibagi ke dalam dua kategori kelompok umur, yaitu KU 100 dan KU 115, dengan total nilai hadiah yang sangat menarik mencapai Rp45 juta. Pertandingan berlangsung dengan sangat kompetitif, di mana para atlet menampilkan kemampuan terbaiknya namun tetap menjunjung tinggi sportivitas dan semangat persaudaraan.

Lebih dari sekadar lapangan hijau tempat bertanding, acara ini juga menjadi sarana promosi gratis bagi Kota Sawahlunto yang telah diakui dunia sebagai Kota Warisan Tambang oleh UNESCO. Para peserta dan pendamping memanfaatkan waktu luang mereka untuk berkeliling menikmati keindahan bangunan bersejarah, menyusuri jalur kereta api tua peninggalan masa kolonial, hingga mencicipi beragam kuliner khas daerah yang menggugah selera.

Dampak ekonomi dari kegiatan ini sangat terasa bagi para pelaku usaha lokal. Manajemen hotel dan penginapan di sekitar lokasi turnamen melaporkan tingkat hunian yang meningkat tajam hingga mencapai angka penuh selama rangkaian acara berlangsung. Tidak hanya itu, rumah makan, kedai kopi, hingga pedagang makanan dan cenderamata di sekitar lokasi pertandingan juga dibanjiri pengunjung, sehingga perputaran uang di masyarakat berjalan kencang. (maspril aries)

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *