Peta Sebaran Desa dengan Potensi Kepariwisataan di Kabupaten Lahat.
KINGDOMSRIWIJAYA – Indonesia tidak hanya dikenal karena kemegahan dan keindahan alamnya, tetapi juga karena denyut nadi kehidupan masyarakatnya yang kental akan sejarah, tradisi, dan budaya lokal. Pengalaman otentik ini paling nyata dirasakan ketika wisatawan melangkah masuk ke dalam struktur kehidupan desa wisata. Di Sumatera Selatan, Kabupaten Lahat—yang tersohor dengan julukan “Bumi Seganti Setungguan” — berdiri kokoh sebagai raksasa tidur dengan potensi kepariwisataan luar biasa, mulai dari wisata alam yang asri hingga peninggalan megalitik yang mendunia.
Namun, sebuah realitas muncul di balik keindahan tersebut, Kabupaten Lahat perlu menata sebaran desa dengan potensi kepariwisataan yang dimilikinya sehingga memenuhi kriteria dan klasifikasi resmi sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang Kepariwisataan. Menjawab tantangan tersebut, sebuah inisiatif kreatif lahir dari tangan Muhammad Rifky seorang peserta Pelatihan Dasar CPNS dari Dinas Pariwisata Kabupaten Lahat yang menggagas penyusunan “Peta Sebaran Desa dengan Potensi Kepariwisataan di Kabupaten Lahat” sebagai langkah awal transformasi menuju desa wisata mandiri.
Langkah ini bagi Muhammad Rifky merupakan inisiatif untuk pengembangan kawasan strategis pariwisata di Lahat guna melengkapi kekurangan penataan identifikasi dan pendataan desa wisata rintisan. Informasi visual yang ada sebelumnya ada yang menilai kurang menarik, tidak mutakhir, dan representasi visualnya membingungkan bagi khalayak umum.
Dampaknya, potensi kunjungan wisatawan hilang dan penataan data internal menjadi tidak teratur. Dengan peta baru ini hadir untuk memberikan gambaran lengkap tentang hidden gems di Lahat, agar perjalanan wisatawan lebih terarah dan strategi pengembangan pemerintah lebih tepat sasaran.
Destinasi Unggulan dalam Peta Sebaran
Melalui proses survei lapangan, pengambilan titik koordinat, hingga penginderaan jarak jauh, terkumpul 24 titik potensi wisata utama yang tersebar di berbagai desa. Berikut adalah beberapa destinasi menonjol yang kini terpetakan secara sistematis:
Pertama, Pesona “Negeri 1000 Megalitik”, Kabupaten Lahat dikenal sebagai rumah bagi peninggalan zaman batu yang sangat kaya. Dalam peta terbaru, potensi ini ditegaskan melalui Megalitik I Pulau Pinang di Desa Pulau Pinang. Megalitik II-III Tinggi Hari di Desa Tinggi Hari. Cagar Budaya Kubur Batu di Desa Gunung Megang dan Rumah Baghi yang ikonik di Desa Bangke.
Kedua, Keajaiban Alam dan Air Terjun (Cughup). Lahat adalah surga bagi pencinta air. Beberapa titik dalam peta menunjukkan kekayaan ini: Cughup Panjang & Green Canyon di Desa Pulau Pinang. Cughup Maung yang tersohor di Desa Rindu Hati. Cughup Gunung Nyawe di Desa Talang Sejemput. Cughup Buluh di Desa Lubuk Selo dan Water Blue di Desa Tanjung Menang.

Ketiga, Wisata Budaya, Kuliner, dan Rekreasi Keluarga, di antaranya ada Bukit Besak di Desa Tanjung Beringin, spot favorit untuk melihat “samudera awan”. Wisata Kuliner Lemangan di Desa Tanjung Sirih yang menggugah selera. Taman Rekreasi Ribang Kemambang di Kelurahan Bandar Jaya serta Gereja Santo Mikael di Desa Pajar Bulan sebagai potensi wisata religi/sejarah.
Harapan ke Depan: Menuju Digitalisasi
Lahirnya peta ini bukanlah titik akhir. Muhammad Rifky menekankan pentingnya konsistensi dalam memperbarui data seiring dinamika pariwisata yang berkembang. Saat pemaparan “Peta Sebaran Desa dengan Potensi Kepariwisataan di Kabupaten Lahat” sempat muncul pertanyaan dari penguji, “Mengapa tidak dibuat peta yang interaktif?”
Harapan besarnya adalah integrasi peta ini ke dalam sistem digital sistem digital “Explore Lahat” atau website https://pariwisata.lahatkab.go.id/ dari Dinas Pariwisata Kabupaten Lahat. Dengan peta interaktif, informasi detail mengenai desa wisata yang tidak tertampung di peta cetak dapat diakses dengan sekali klik oleh wisatawan dari seluruh dunia. Melalui langkah kecil ini, diharapkan masyarakat, pemangku kepentingan, hingga calon wisatawan dapat lebih mengenal dan pada akhirnya memajukan ekonomi kerakyatan melalui sektor pariwisata di Kabupaten Lahat. Karena, “Setiap titik yang ditandai bukan sekadar lokasi, tapi juga cerita dan pengalaman yang bisa kamu jelajahi langsung di lapangan”.
Memetakan Masa Depan Desa Wisata
Inisiasi atau gagasan pembuatan “Peta Sebaran Desa dengan Potensi Kepariwisataan di Kabupaten Lahat” sebagai sebuah gagasan kreatif untuk memperkaya data dan informasi potensi kepariwisataan di daerah. Dengan peta potensi kepariwisataan yang kemudian dikembang ke sistem digital (interaktif), Kabupaten Lahat kini telah memiliki kompas untuk menavigasi masa depan pariwisatanya. Dengan perencanaan yang lebih terarah dan dukungan data yang akurat, keindahan serta keunikan desa-desa di Bumi Seganti Setungguan bukan lagi sekadar potensi yang terpendam, melainkan destinasi favorit baru yang siap menyambut dunia.
Kabupaten Lahat yang terletak di bagian barat Provinsi Sumatera Selatan, dengan topografi yang bervariasi dari dataran rendah hingga pegunungan. Keberagaman bentang alam ini menciptakan ekosistem yang kaya akan keanekaragaman hayati dan pemandangan yang memukau. Dari hulu ke hilir, sungai-sungai seperti Sungai Lematang, Sungai Kikim, dan anak-anak sungainya menjadi nadi kehidupan masyarakat sekaligus membentuk landscape yang dramatis dengan tebing-tebing curam, air terjun yang menawan, dan gua-gua alami yang menyimpan misteri.
Namun, yang membuat Lahat benar-benar istimewa adalah warisan megalitik yang tersebar di seluruh wilayahnya. Peninggalan peradaban kuno ini berupa batu-batu besar yang dipahat dengan berbagai bentuk dan fungsi, mulai dari arca, dolmen, menhir, hingga sarkofagus. Keberadaan ratusan bahkan ribuan megalitik ini menjadikan Lahat sebagai salah satu situs megalitikum terbesar dan terpenting di Asia Tenggara. Setiap batu bercerita tentang kepercayaan, tradisi, dan kehidupan masyarakat yang hidup ribuan tahun yang lalu.

Situs-situs megalitik ini tidak terkonsentrasi di satu lokasi tertentu, melainkan tersebar di berbagai desa dan kecamatan, menyatu dengan kehidupan masyarakat modern. Keunikan megalitik di Lahat terletak pada sebarannya yang luas dan keragamannya yang tinggi.
Di beberapa tempat, batu-batu keramat ini masih dihormati dan dijadikan bagian dari ritual adat. Di tempat lain, mereka menjadi objek penelitian arkeolog dan daya tarik bagi wisatawan yang tertarik dengan sejarah dan misteri peradaban kuno. Keberadaan megalitik ini memberikan dimensi spiritual dan historis yang mendalam pada potensi kepariwisataan Lahat, menjadikannya bukan sekadar destinasi wisata alam biasa, tetapi juga wisata edukasi, budaya, dan spiritual.
Keberadaan batu besar yang dipahat dan didirikan oleh peradaban kuno ini menjadi bukti bahwa wilayah Lahat telah dihuni dan memiliki kebudayaan yang maju sejak ribuan tahun yang lalu. Megalitik berasal dari kata “mega” yang berarti besar dan “lithos” yang berarti batu. Secara umum, megalitik merujuk pada struktur atau monumen yang dibuat dari batu besar, biasanya berasal dari zaman Neolitikum hingga zaman Logam. Di Lahat, megalitik yang ditemukan memiliki berbagai bentuk dan fungsi, mulai dari arca (patung), dolmen (meja batu), menhir (tiang batu), sarkofagus (peti mati batu), hingga batu dakon dan batu lumpang.
Menelusuri 24 Destinasi Unggulan
Peta yang disusun oleh Muhammad Rifky mengidentifikasi 24 destinasi unggulan yang tersebar di berbagai desa di Kabupaten Lahat. Setiap destinasi memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri, mencerminkan keberagaman potensi yang dimiliki wilayah ini. Mari kita telusuri satu per satu destinasi-destinasi menarik ini.
Kelurahan Bandar Jaya menjadi pintu gerbang dengan Taman Rekreasi Ribang Kembang. Destinasi ini menawarkan suasana rekreasi keluarga yang nyaman dengan fasilitas yang memadai. Terletak di pusat kota Lahat, taman ini menjadi ruang terbuka hijau yang bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat lokal maupun wisatawan.
Desa Pagar Sari menghadirkan Pagar Park, sebuah taman rekreasi yang dirancang dengan konsep modern namun tetap mempertahankan nuansa alami. Destinasi ini menjadi salah satu spot favorit untuk bersantai dan menikmati waktu bersama keluarga.
Desa Tanjung Payang memiliki Taman Mang Chan, sebuah ruang publik yang dirancang untuk kegiatan komunitas dan rekreasi. Taman ini menjadi bukti bahwa ruang terbuka hijau dapat menjadi pusat aktivitas sosial yang memperkuat ikatan masyarakat. Kemudian, Desa Ulak Pandan menawarkan pengalaman berbeda dengan Taman Wisata Alam Isau-Isau. Destinasi ini menghadirkan keindahan alam yang masih asri dengan vegetasi yang lebat dan udara yang sejuk. Cocok bagi wisatawan yang ingin melepaskan diri dari hiruk-pikuk kota dan kembali menyatu dengan alam.
Di Desa Selawi menyimpan pesona Taman Ayek Lematang, sebuah taman yang berada di bantaran Sungai Lematang. Lokasi ini menawarkan pemandangan sungai yang indah dan menjadi tempat yang tepat untuk menikmati matahari terbenam sambil merasakan sejuknya angin sungai.

Desa Pagar Batu memiliki nilai historis yang tinggi dengan keberadaan Petilasan Raden Fatah. Situs ini menjadi bukti jejak sejarah penyebaran Islam di wilayah Lahat dan menjadi destinasi wisata religi yang penting. Masyarakat setempat masih menjaga dan merawat situs ini dengan penuh penghormatan.
Desa Tanjung Sirih mengembangkan Wisata Kuliner Lemangan, sebuah konsep wisata yang menggabungkan pengalaman gastronomi dengan budaya lokal. Di sini, wisatawan dapat menikmati berbagai kuliner khas Lahat sambil belajar tentang tradisi dan cara pembuatan makanan tradisional.
Desa Pulau Pinang menjadi salah satu destinasi dengan kekayaan alam yang luar biasa. Desa ini memiliki tiga daya tarik wisata sekaligus: Cughup Panjang (gua panjang), Green Canyon, dan Megalitik I Pulau Pinang. Cughup Panjang menawarkan petualangan menyusuri gua dengan formasi batuan yang menakjubkan. Green Canyon menghadirkan pemandangan tebing-tebing hijau yang dramatis di sepanjang aliran sungai, sementara Megalitik I menjadi bukti keberadaan peradaban kuno di wilayah ini.
Desa Padang menawarkan petualangan ke Bukit Batu Beteri, sebuah bukit dengan formasi batuan unik yang menawarkan panorama spektakuler dari ketinggian. Destinasi ini cocok bagi pecinta alam dan fotografi yang ingin mengabadikan keindahan Lahat dari sudut pandang yang berbeda.
Desa Tanjung Beringin memiliki Bukit Besak, destinasi yang menawarkan keindahan alam pegunungan dengan udara yang sejuk dan pemandangan yang memukau. Bukit ini menjadi tempat yang ideal untuk hiking dan menikmati sunrise atau sunset.
Desa Talang Sejemput menyimpan Cughup Gunung Nyawe, sebuah gua yang memiliki nilai mistis dan sejarah bagi masyarakat setempat. Gua ini menjadi bagian dari kearifan lokal yang masih dijaga hingga kini. Kemudian menuju Desa Lubuk Selo menghadirkan Cughup Buluh, gua dengan formasi batuan yang unik dan suasana yang misterius. Destinasi ini menarik bagi wisatawan yang menyukai petualangan dan eksplorasi.
Desa Tinggi Hari merupakan salah satu episentrum megalitik di Lahat dengan keberadaan Megalitik II-III Tinggi Hari. Situs ini menjadi lokasi penting bagi penelitian arkeologi dan destinasi bagi wisatawan yang tertarik dengan sejarah dan budaya kuno. Desa Rindu Hati memiliki nama yang puitis dan destinasi yang tak kalah menarik: Cughup Maung. Gua ini menawarkan pengalaman petualangan yang menantang dengan interior gua yang memukau. Di Desa Tanjung Menang menghadirkan Water Blue, sebuah destinasi wisata air dengan pemandangan yang memukau. Warna biru alami airnya menjadi daya tarik utama yang membuat destinasi ini semakin populer di kalangan wisatawan.
Petualangan di Lahat bisa dilanjutkan ke Desa Serambi menyimpan Ayek Pacar, sebuah sungai atau sumber air yang memiliki keindahan alami dan menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai dan menikmati suasana pedesaan. Desa Gunung Megang memiliki nilai sejarah yang tinggi dengan Cagar Budaya Kubur Batu. Situs ini menjadi bukti praktik penguburan masa lampau dan menjadi objek penting untuk memahami budaya dan kepercayaan masyarakat kuno di Lahat.

Di Desa Bandu Agung mengembangkan konsep wisata berkelanjutan dengan Taman Organik Batu Susun. Destinasi ini menggabungkan konsep pertanian organik dengan wisata edukasi, menawarkan pengalaman belajar tentang pertanian berkelanjutan sambil menikmati keindahan alam.
Desa Sukaraja menawarkan petualangan ke Bukit Jukoh Kayu Kambing, sebuah bukit yang menawarkan panorama indah dan pengalaman trekking yang menyenangkan.
Desa Bangke menyimpan Rumah Baghi, sebuah bangunan bersejarah atau rumah adat yang menjadi warisan budaya yang perlu dilestarikan. Destinasi ini menawarkan wawasan tentang arsitektur tradisional dan cara hidup masyarakat Lahat di masa lampau. Desa Pulau Panas menghadirkan Teladas Barun, destinasi yang menawarkan keindahan alam dan kemungkinan sumber air panas alami yang memiliki khasiat bagi kesehatan. Dan Desa Pajar Bulan memiliki Gereja Santo Mikael, sebuah tempat ibadah yang memiliki nilai arsitektur dan sejarah. Destinasi ini menjadi bagian dari jejak keberagaman agama dan toleransi di Lahat.
Tantangan dan Peluang Pengembangan Desa Wisata
Peta sebaran desa dengan potensi kepariwisataan yang disusun oleh Muhammad Rifky adalah langkah awal yang penting dalam pengembangan desa wisata di Kabupaten Lahat. Namun, dari peta yang indah di atas kertas hingga menjadi destinasi wisata yang hidup dan berkelanjutan, ada jalan panjang yang harus ditempuh. Berbagai tantangan dan peluang menghiasi perjalanan ini, memerlukan komitmen, kolaborasi, dan inovasi dari semua pemangku kepentingan.
Ini bukan sekadar masalah administratif, tetapi butuh solusi menjembatani kesenjangan antara potensi yang dimiliki dan kapasitas pengelolaan yang ada. Untuk mencapai status desa wisata yang resmi, diperlukan pemenuhan berbagai standar, mulai dari infrastruktur, fasilitas, sumber daya manusia, hingga sistem pengelolaan yang profesional.
Di sisi lain, terdapat banyak peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan desa wisata di Lahat. Tren pariwisata global yang semakin mengarah pada wisata berkelanjutan, wisata berbasis komunitas, dan wisata pengalaman (experience tourism) sejalan dengan potensi yang dimiliki Lahat. Wisatawan modern semakin mencari destinasi yang autentik, yang menawarkan pengalaman nyata tentang kehidupan lokal, bukan sekadar foto di depan landmark. Lahat dengan kekayaan alam, budaya, dan sejarahnya memiliki modal yang kuat untuk memenuhi permintaan ini.
Perkembangan teknologi digital juga membuka peluang besar. Media sosial dan platform perjalanan online memungkinkan destinasi-destinasi yang sebelumnya tersembunyi untuk dikenal oleh pasar yang lebih luas. Peta interaktif yang dikembangkan oleh Muhammad Rifky, terutama jika diintegrasikan dengan sistem digital Dinas Pariwisata Lahat seperti Explore Lahat, dapat menjadi alat pemasaran yang efektif. Konten-konten visual yang menarik tentang keindahan alam dan keunikan budaya Lahat dapat viral di media sosial, menarik minat wisatawan untuk berkunjung.
Semua itu butuh dukungan pemerintah pusat dan provinsi juga menjadi peluang yang penting. Program-program seperti Desa Wisata Terbaik, Kampung Wisata Nusantara, dan berbagai inisiatif lain dari Kementerian Pariwisata dapat menjadi pintu masuk untuk mendapatkan pendampingan, pelatihan, dan pendanaan. Kolaborasi dengan sektor swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan akademisi juga dapat memperkuat kapasitas dan sumber daya yang tersedia.

Peluang lain adalah diversifikasi produk wisata. Lahat tidak harus bergantung pada satu jenis wisata saja. Diversifikasi ini tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga mengurangi risiko ketergantungan pada satu segmen tertentu. Pengembangan klaster atau koridor wisata juga dapat menjadi strategi yang efektif. Destinasi-destinasi yang berdekatan dapat dikelompokkan dalam satu paket wisata, menciptakan sinergi dan efisiensi.
Untuk mengubah potensi menjadi realitas, diperlukan strategi yang komprehensif dan terencana dengan baik. Pengembangan desa wisata di Lahat tidak bisa dilakukan secara sporadis dan tidak terkoordinasi. Diperlukan pendekatan yang sistematis, melibatkan semua pemangku kepentingan, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.
Untuk pemasaran dan promosi harus dilakukan secara strategis dan terintegrasi. Identitas brand “Lahat: Negeri 1000 Megalitik” atau “Bumi Seganti Setungguan” harus dikuatkan dan konsisten digunakan dalam semua materi promosi.
Ke depan Kabupaten Lahat dapat membangun ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Pengembangan desa wisata di Lahat tidak boleh dipandang sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai sarana untuk mencapai tujuan yang lebih besar: peningkatan kesejahteraan masyarakat, pelestarian lingkungan dan budaya, dan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Untuk itu, ekosistem pariwisata yang dibangun harus inklusif, melibatkan semua elemen masyarakat, dan memastikan bahwa manfaat pariwisata terdistribusi secara adil. Inklusivitas berarti bahwa semua anggota masyarakat, tanpa memandang gender, usia, status sosial, atau kemampuan fisik, memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dari pariwisata.
Undangan Menjelajahi Keajaiban Lahat
Kepada Sobat Wisata di mana pun berada, artikel ini adalah undangan terbuka untuk menjelajahi keajaiban Kabupaten Lahat. Di sini, Anda akan menemukan lebih dari sekadar destinasi wisata. Anda akan menemukan pengalaman yang mengubah perspektif, petualangan yang memacu adrenalin, ketenangan yang memulihkan jiwa, dan kehangatan yang menyentuh hati.
Bayangkan diri Anda berdiri di depan megalitik yang telah berusia ribuan tahun, merenungkan misteri peradaban kuno yang meninggalkannya. Rasakan sensasi menyusuri lorong-lorong gua yang gelap dengan formasi batuan yang memukau. Nikmati segarnya air sungai yang jernih di tengah hijaunya lembah yang asri. Saksikan matahari terbit dari puncak bukit, menyinari hamparan Lahat yang memesona. Cicipi kuliner tradisional yang dibuat dengan resep warisan leluhur, ditemani senyum ramah masyarakat setempat.
Setiap sudut Lahat memiliki cerita untuk diceritakan, setiap desa memiliki keunikan untuk ditawarkan, setiap masyarakat memiliki kehangatan untuk dibagikan. Jangan biarkan Lahat tetap menjadi hidden gem yang tersembunyi. Destinasi wisata di Kabupaten Lahat adalah alunan simfoni alam, gerak keindahan budaya dan bentang alam megalitik, yang semuanya memukau. Ketika suatu hari nanti wisatawan dari berbagai penjuru dunia datang untuk menyusuri jejak megalitik, menikmati air terjun tersembunyi, dan tinggal di desa-desa hangat Lahat—maka kita akan tahu, bahwa perjalanan ini telah dimulai dari sebuah peta sederhana. Maka kelak, dari sanalah, Lahat akan benar-benar dikenal dunia—bukan hanya sebagai negeri seribu megalitik, tetapi juga sebagai rumah bagi desa-desa wisata yang hidup dan berdaya.
Ayo ke Lahat! Jelajahi keindahan desa-desanya dan temukan destinasi favorit barumu di sini. (maspril aries)






