Home / News / Empat Setengah Dekade PTBA, Menulis Ulang Makna Ulang Tahun dengan Tanah dan Darah

Empat Setengah Dekade PTBA, Menulis Ulang Makna Ulang Tahun dengan Tanah dan Darah

Kegiatan penghijauan HUT PTBA di Desa Rangai Tri Tunggal, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan. (FOTO: Humas PTBA)

KINGDOMSRIWIJAYA, Tarahan – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada 2 Maret 2026 memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45. Ulang tahun PTBA tahun ini mengusung tema “Nawa Urga, Nawa Yatra: Transformasi Energi, Sinergi Negeri”.

Tema ini bukan sekadar kata-kata, melainkan identitas dan komitmen perusahaan untuk melangkah ke fase berikutnya dengan semangat transformasi, inovasi, dan kolaborasi yang semakin kuat. Selama empat setengah dekade perjalanan PTBA, BUMN ini telah tumbuh menjadi salah satu pilar penting dalam penyediaan energi nasional.

Pada HUT ke-45 PTBA ini dari Lampung ada dua narasi besar yang terjalin erat dalam perayaan HUT ke-45 kali ini: Akar dan Darah. Akar yang menghujam bumi melalui penanaman ribuan bibit pohon, dan darah yang mengalir sebagai penyambung nyawa melalui aksi donor massal.

Dari pelabuhan batu bara di ujung Selatan Sumatera, tepatnya di pelabuhan Tarahan, pelabuhan batu bara milik PTBA, memperingatinya dengan serangkaian acara, di antaranya dengan penghijauan lingkungan dan donor darah.

Untuk kegiatan penghijauan tersebut, menurut Eko Prayitno, Corporate Secretary Division Head PTBA, kegiatan penghijauan eksternal dilaksanakan secara simbolis pada 5 Februari 2026 di Rumah Edukasi KUPS Karya Sejati, Kelompok Tani Hutan (KTH) Rangai Sejahtera, Dusun Pulau Pasir, Desa Rangai Tri Tunggal, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan.

Penghijauan di Dusun Pulau Pasir dilakukan dengan penanaman 1.000 bibit pala (Myristica fragrans). Pala dipilih bukan tanpa alasan. Tanaman ini adalah sang juara dalam sistem agroforestry. Akarnya yang kuat berfungsi sebagai pelindung tanah (konservasi), sementara buahnya adalah emas cokelat yang menjanjikan kemandirian ekonomi bagi warga desa.

“Melalui kegiatan ini, PTBA ingin menegaskan bahwa keselamatan kerja atau K3 dan kelestarian lingkungan adalah dua sisi dari satu koin yang sama. Lingkungan hidup yang sehat akan menciptakan ekosistem kerja yang aman dan produktif”, kata Eko Prayitno.


Donor Darah HUT 45 Tahun PTBA Tbk. (FOTO: Humas PTBA)

Secara simbolis, cangkul pertama menghujam tanah. Tim Manajemen Tarahan Port bersama tokoh dan masyarakat setempat bahu-membahu membenamkan bibit pala ke dalam bumi Lampung. Ada pesan tersirat di sana, bahwa PTBA tidak ingin tumbuh sendirian. Perusahaan ingin tumbuh bersama masyarakat, layaknya pohon pala yang nantinya akan memberikan keteduhan sekaligus kesejahteraan bagi warga Rangai Tri Tunggal.

KTH Rangai Sejahtera melihat bantuan ini sebagai amunisi baru. Mereka tidak hanya mendapatkan bibit, tapi juga pengakuan atas upaya mereka mengelola hutan. Produk turunan pala yang sedang mereka kembangkan kini punya prospek lebih cerah. Di usia ke-45, PTBA seolah memberi “pupuk” ekstra bagi semangat para petani ini.

Semangat hijau itu tidak berhenti di luar pagar perusahaan. Di area internal Unit Tarahan Port, di sekitar Masjid An-Nur dan area Stockpile 4 yang juga dilakukan penghijauan dengan menanam bibit cemara laut. Cemara laut dipilih karena ketangguhannya menghadapi angin garam dan kemampuannya memperbaiki kualitas udara di area pelabuhan. Pemilihan jenis tanaman yang presisi—disesuaikan dengan kualitas tanah pesisir—menunjukkan bahwa PTBA tidak main-main dalam urusan sains lingkungan. Mereka ingin mengubah wajah pelabuhan menjadi lebih asri, membuktikan bahwa industri berat dan alam bisa berdampingan dalam harmoni yang indah.

Jika penanaman pohon adalah upaya PTBA memberi napas bagi bumi, maka kegiatan di Kantor Terpadu Lantai 1 Unit Tarahan Port adalah upaya memberi napas bagi manusia.

Setetes Darah, Energi Kebaikan

Antrean mulai terlihat sejak pagi. Mereka datang dari berbagai latar belakang: karyawan senior dengan seragam kebanggaannya, anak-anak muda magang (PKL) yang tampak sedikit gugup namun antusias, hingga warga Kelurahan Serengsem yang sengaja datang untuk berbagi.

Di bawah sorot lampu ruangan, terlihat jarum-jarum steril yang menghubungkan lengan para pendonor dengan kantong-kantong darah PMI Lampung. Ini adalah “Energi Kebaikan” yang menjadi tema besar HUT ke-45.

“Satu kantong darah mungkin hanya berisi 350 hingga 450 mililiter, tapi di dalamnya ada harapan bagi tiga nyawa yang sedang berjuang di ruang operasi atau ruang perawatan kanker”, ujar salah satu petugas PMI.

Total ada 157 pendonor yang berhasil menyumbangkan darahnya. Angka ini bukan sekadar statistik. Bayangkan 157 kantong darah itu mengalir ke pembuluh darah orang-orang yang membutuhkan di wilayah Lampung. Ini adalah bentuk solidaritas yang melampaui batas-batas korporasi.


Donor Darah HUT 45 Tahun PTBA Tbk. (FOTO: Humas PTBA)

Bagi para pendonor, aksi ini juga merupakan bentuk “detoks” bagi tubuh. Ada kepuasan batin saat mengetahui sel darah merah baru akan terbentuk, membawa kesegaran bagi tubuh sendiri, sembari memberikan hidup bagi orang lain. Semangat kebersamaan ini menjadi bukti bahwa di usia 45 tahun, detak jantung PTBA masih selaras dengan detak jantung masyarakat sekitarnya.

Refleksi 45 Tahun

Empat puluh lima tahun bukanlah waktu yang singkat. Dalam perjalanannya, PTBA telah bertransformasi dari perusahaan tambang konvensional menjadi perusahaan energi yang peduli pada aspek sosial dan lingkungan.

Eko Prayitno menekankan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini—baik penghijauan maupun donor darah—adalah bagian dari komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan.

“Kami tidak ingin perayaan HUT hanya bersifat seremonial. Kami ingin ada manfaat langsung yang dirasakan masyarakat. Kami ingin hubungan harmonis antara perusahaan dan pemangku kepentingan terus diperkuat melalui aksi nyata seperti ini”, tuturnya.

Keberlanjutan (sustainability) kini bukan lagi sekadar jargon di PTBA. Ia tertanam dalam akar-akar pala di Desa Rangai, ia tumbuh dalam rindangnya cemara di Pelabuhan Tarahan, dan ia mengalir dalam setiap tetes darah yang didonorkan oleh karyawannya.

Saat matahari mulai terbenam di ufuk barat Pelabuhan Tarahan, meninggalkan rona jingga di atas deretan pohon yang baru ditanam, ada rasa optimisme yang membuncah. Peringatan HUT ke-45 PTBA kali ini meninggalkan jejak yang dalam. Bukan jejak karbon yang merusak, melainkan jejak hijau yang memulihkan dan jejak kemanusiaan yang menghangatkan.

Pala yang ditanam hari ini mungkin baru akan berbuah dalam beberapa tahun ke depan. Namun, nilai-nilai kepedulian yang ditanamkan melalui peringatan ulang tahun ini telah berbuah manis dalam bentuk solidaritas dan kesadaran kolektif.

PTBA telah membuktikan bahwa energi yang mereka hasilkan bukan hanya berasal dari perut bumi untuk menyalakan lampu-lampu di rumah penduduk, tetapi juga berasal dari hati untuk menyalakan harapan bagi sesama manusia dan menjaga kelestarian alam semesta.

Selamat ulang tahun ke-45, PT Bukit Asam. Teruslah mengalirkan energi kebaikan, karena bumi dan manusia selalu menanti bakti berikutnya. (maspril aries)

#Penulisan konten ini diolah dengan bantuan AI.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *