Home / Teknologi / Cerita Sukses Pengeboran  PT Sele Raya Merangin Dua pada Struktur “West Belani” di Muratara

Cerita Sukses Pengeboran  PT Sele Raya Merangin Dua pada Struktur “West Belani” di Muratara

Pengeboran Sumur di Struktur West Belani oleh PT SRMD. (FOTO: Humas SKK Migas)

KINGDOMSRIWIJAYA, Palembang – Pencarian sumur-sumur minyak baru di Sumatera Selatan (Sumsel) terus berlangsung. Di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) KKKS PT Sele Raya Merangin Dua (SRMD) sukses melakukan pengeboran pada Struktur West Belani.

Mengutip keterangan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Bambang Dwi Januarto Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menjelaskan, “Alhamdulillah, KKKS PT Sele Raya Meangin Dua berhasil menyelesaikan pengeboran dua sumur pengembangan, yaitu Sumur West Belani-21 dan Sumur West Belani-22, pada tahun 2026”, katanya, Selasa (29/9).

Kedua sumur tersebut dibor pada Struktur West Belani, Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan. Sumur West Belani-21  sasaran nya adalah Formasi Air Benakat. Sumur dibor secara vertikal hingga mencapai kedalaman akhir 2.075 ft atau sekitar 632 meter.

Menurut Bambang, setelah pengeboran selesai, zona produksi dibuka pada zona atas Formasi Air Benakat dan dilakukan instalasi pompa (artificial lift). Dari hasil pengujian awal, Sumur West Belani-21 menghasilkan laju alir sebesar 191 BOPD dengan kandungan air sebesar 55%. Capaian tersebut telah memenuhi bahkan sedikit melampaui target produksi sebesar 180 BOPD.

Pada Sumur West Belani-22 mulai ditajak pada tanggal 13 Juli 2026, dengan sasaran Formasi Air Benakat. Sumur dibor secara vertikal hingga mencapai kedalaman akhir 2.160 ft atau sekitar 658 meter. Zona produksi kemudian dibuka pada zona atas Formasi Air Benakat, dilanjutkan dengan instalasi pompa. Hasil pengujian awal menunjukkan Sumur West Belani-22 mampu menghasilkan laju alir sebesar 166 BOPD dengan kandungan air hanya 0,45%. Capaian tersebut berada di atas target produksi sebesar 150 BOPD.

“Hasil tersebut menjadi tambahan kontribusi produksi dari Struktur West Belani sekaligus memberikan data aktual mengenai karakteristik zona produksi pada Formasi Air Benakat” ujar Bambang.

Selanjutnya, operasi akan difokuskan pada evaluasi kinerja kedua sumur dan sumur eksisting, monitoring laju produksi dan kandungan air, serta optimalisasi pengoperasian artificial lift agar produksi dapat dipertahankan secara optimal dan berkelanjutan.

“Mohon doa agar kedua sumur dapat segera memberikan kontribusi produksi secara optimal dan berkelanjutan”, kata Bambang mengutip Kepala SKK Migas Djoko Siswanto. (maspril aries)

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *