Bantuan air bersih dari PT OKI Pulp & Paper Mills kepada warga Air Sugihan yang dilanda kemarau panjang. (FOTO: Humas Oki Pulp)
KINGDOMSRIWIJAYA, Air Sugihan – Suara deru mesin mobil tangki berkapasitas 8.000 liter pecah di tengah teriknya debu musim kemarau Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) Sabtu, 26 September 2026.
Bagi masyarakat pesisir perairan yang dikelilingi rawa dan muara ini, kedatangan armada pendistribusi air bersih tersebut bukan sekadar kiriman cairan bening, melainkan napas kehidupan di tengah krisis air mendalam yang telah mencengkeram wilayah mereka selama kurang lebih empat bulan terakhir.
Musim kemarau panjang tahun 2026 memukul keras ketahanan air di Air Sugihan. Sumber air warga yang biasanya menjadi tumpuan cadangan mulai mengering total. Di saat yang sama, debit air sungai serta saluran navigasi (jalur) terus menyusut drastis. Fenomena intrusi air laut bersiap bergerak ke arah daratan yang pada musim kemarau membuat air sungai atau jalur berubah menjadi sangat payau hingga asin, sama sekali tidak layak untuk dikonsumsi dan pemenuhan sanitasi sehari-hari.
Merespons kondisi darurat yang dialami warga, PT OKI Pulp & Paper Mills sebuah perusahaan yang tak jauh dari pemukiman warga, bergerak cepat menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten OKI, Pemerintah Kecamatan, serta Forum Kepala Desa (Kades) untuk menyalurkan bantuan air bersih siap konsumsi. Bantuan ini didistribusikan langsung menggunakan kendaraan tangki milik Dinas PUPR dengan pasokan air begrsih primer yang disediakan secara berkelanjutan oleh PT OKI Pulp & Paper Mills.
Aksi tanggap darurat difokuskan pada titik-titik krusial, desa atau pemukiman yang krisis air bersih karena kemarau. Pada hari pertama, armada tangki air dipusatkan di Desa Kertamukti kemudain merambah secara maraton ke Desa Rusakarta dan Desa Banyu Biru. Penyaluran berlanjut menyisir wilayah pemukiman di Jalur 29, Jalur 30, Jalur 25, hingga Jalur 23.
Tampak di lokasi, warga berbondong-bondong membawa jeriken, ember, hingga drum plastik besar untuk menampung pasokan air yang dialirkan dari selang mobil tangki. Senyum lega mengembang dari wajah-warga yang selama berminggu-minggu harus berhemat air secara ketat.
Proses distribusi ini dihadiri dan dikawal langsung oleh Camat Air Sugihan Ardiles Raja Cipta Siahaan, Ketua Forum Kades Padli, serta Tim Corporate Social Responsibility (CSR) PT OKI Pulp & Paper Mills.
Vice Director PT OKI Pulp & Paper Mills, Gadang H. Hartawan menjelaskabahwa aksi tanggap darurat ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian sosial perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Bantuan penyaluran air bersih terkait dampak kemarau panjang yang melanda di Air Sugihan. Dilaporkan warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kemarau yang telah berlangsung cukup lama membuat sumur warga mulai mengering, sementara debit air sungai atau jalur terus menyusut. Hari ini kita menyalurkan bantuan air bersih bersama Dinas PUPR, Pemerintah Kecamatan, dan Forum Kades untuk masyarakat yang terdampak kekeringan musim kemarau. Bantuan ini sebagai bentuk respon perusahaan terhadap keluhan masyarakat. Kita menyediakan air bersih yang layak konsumsi”, kata Gadang H. Hartawan di sela-sela kegiatan.
Gadang menambahkan, aksi kolaborasi ini tidak akan berhenti sebagai gerakan spontan satu hari saja. Pendistribusian air bersih tanggap darurat ini dipastikan bakal terus dilakukan secara bergilir hingga musim kemarau berakhir dan curah hujan kembali normal menopang kebutuhan warga.
Menurut Gadang masalah air di Air Sugihan bukanlah cerita baru. Selama berpuluh-puluh tahun sejak wilayah ini dibuka sebagai kawasan pemukiman dan pertanian, warga telah terbiasa hidup dengan keterbatasan air bersih. Air hujan menjadi satu-satunya tumpuan air minum yang higienis, sementara untuk kebutuhan harian lainnya warga harus puas menggunakan air gambut kecokelatan berkualitas rendah.
Menyadari bahwa bantuan tangki air hanyalah penanganan jangka pendek (short-term relief), PT OKI Pulp & Paper Mills kini tengah merampungkan proyek strategis, pembangunan unit pengolahan air minum atau Pengolahan Air Minum (PAM) di Kecamatan Air Sugihan.
“Kami dengan Pemkab tengah melakukan pembangunan SPAM atau Sistem Penyediaan Air Minum, namun belum selesai. Kini karenamusim kemarau, kami kerja sama dengan PUPR melakukan kegiatan penyaluran bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Diperkirakan kegiatan akan berlangsung beberapa bulan ke depan sampai proyek SPAM nya selesai atau kemarau benar benar berlalu”, ujar Gadang.
Proyek infrastruktur pengolahan air bersih yang tengah dilakukan PT OKI Pulp berbasis program CSR ini dirancang untuk memproses air baku di wilayah lokal menggunakan teknologi filtrasi dan pemurnian modern sehingga mampu menghasilkan air bersih berstandar kesehatan yang dapat dialirkan ke rumah-rumah warga secara berkelanjutan.
“Berdasarkan pemantauan selama ini masyarakat Air Sugihan sudah puluhan tahun hidup dengan air bersih yang terbatas dan berkualitas rendah. Kita terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat di sekitar perusahaan sehingga masyarakat tidak akan mengalami kesulitan air bersih selama kemarau berlangsung”, kata Gadang Hartawan.

Kecamatan Air Sugihan
Secara administratif dan geografis, Kecamatan Air Sugihan merupakan kawasan pasang surut dengan tantangan infrastruktur dasar yang cukup kompleks. Wilayah ini mendiami dataran rendah seluas ratusan kilometer persegi dengan lanskap didominasi lahan gambut dan alur sungai besar. Jumlah penduduknya berkisar 38.000 hingga 41.000 jiwa. Sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup dari sektor pertanian pasang surut, perkebunan, pertukangan, serta perikanan.
Jumlah Desa di Kecamatan Air Sugihan membawahi 19 desa definitif (termasuk Desa Kertamukti, Rusakarta, Banyu Biru, Bandar Jaya, Mukti Jaya, hingga Margatani). Pola permukiman di wilayah ini terbagi atas kawasan desa pesisir sungai serta kawasan pemukiman berbasis nomor jalur atau kanal (seperti Jalur 23 hingga Jalur 30).
Densitas penduduk yang menyebar di sepanjang kanal pasang surut ini membuat distribusi logistik dasar—khususnya air bersih—menjadi tantangan memakan waktu, terlebih saat cadangan air hujan habis tak tersisa selama musim kering.
Dampak kemarau yang menghantam Air Sugihan memperlihatkan tingkat kerentanan yang nyata di tiap titik permukiman. Karakteristik air tanah gambut yang secara alami asam dan berwarna kecokelatan kian memburuk saat debit air surut mendalam.
Atas bantuan dan langkah cepat sinergi antara swasta dan pemerintah daerah ini mendapat sambutan hangat dari para kepala desa dan masyarakat setempat. Ketua Forum Kades Kecamatan Air Sugihan, Padli, menyampaikan rasa haru dan apresiasinya atas perhatian penuh yang diberikan kepada warga Air Sugihan yang tengah menghadapi ujian kemarau.
“Saya atas nama warga masyarakat Air Sugihan, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden, Bapak Kementerian PUPR Cipta Karya, PT OKI Pulp, dan PT Meraksa yang telah memberikan bantuan berupa air bersih kepada masyarakat Kecamatan Air Sugihan. Mudah-mudahan bantuan ini akan bermanfaat untuk masyarakat dan juga bisa digunakan sebaik-baiknya dalam menangani krisis air pada musim kemarau tahun 2026”, kata Padli.
Hadirnya armada tangki air bersih hari ini membawa angin segar di tengah teriknya musim kering Air Sugihan. Lebih dari itu, komitmen pembangunan fasilitas PAM permanen yang sedang berjalan menjanjikan fajar baru—hari di mana puluhan ribu warga Air Sugihan tak perlu lagi risau menatap langit saat kemarau datang. (maspril aries)





