Pergi ke pasar membeli duku,
Duku dibeli di tengah kota.
Selamat belajar pemuda Mubaku,
Jadi kebanggaan bagi daerah kita.
KINGDOMSRIWIJAYA, Sekayu – Kamis pagi (15/1) menjadi hari yang membahagiakan bagi 15 orang anak muda dari Musi Banyuasin (Muba). Pagi itu, harapan terasa lebih padat dari biasanya di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkan Muba).
Bukan hanya karena keberangkatan, tetapi karena mimpi besar yang menyertainya. Sebanyak 15 generasi muda, anak muda terbaik Muba resmi dilepas untuk menempuh pendidikan dan pelatihan di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) Cepu, Jawa Tengah—sebuah lembaga bergengsi yang selama puluhan tahun menjadi dapur pencetak tenaga profesional industri energi nasional.
Prosesi pelepasan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Musi Banyuasin, Kiai Abdur Rohman Husen. Dengan nada tenang namun sarat makna, ia mengingatkan bahwa kesempatan langka ini adalah amanah besar, bukan hanya bagi peserta, tetapi juga bagi daerah yang mereka wakili.
“Peluang ini adalah amanah. Selain mengasah skill teknis, jadikan masa pelatihan ini untuk membentuk karakter kerja yang tangguh. Jaga nama baik daerah kita. Semoga ini menjadi jalan pembuka kesejahteraan bagi keluarga kalian ke depan”, ujar Kiai Abdur Rohman Husen penuh harap.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan di dunia industri migas tidak hanya ditentukan oleh kecakapan teknis, tetapi juga integritas, etos kerja, dan kemampuan menjaga nilai-nilai diri di tengah tantangan lingkungan kerja yang keras dan kompetitif.
Keberangkatan 15 orang anak muda Muba tersebut bukan perjalanan biasa. Ini adalah bagian dari Program Bantuan Pelatihan Masyarakat Tahun Anggaran 2026 yang seluruh pembiayaannya bersumber dari APBN. Program ini dirancang untuk membuka akses seluas-luasnya bagi putra daerah agar mampu bersaing dan mengambil peran strategis di sektor minyak dan gas bumi, industri yang selama ini dikenal padat teknologi, disiplin tinggi, dan standar keselamatan ketat.

Bagi para peserta, Cepu bukan sekadar kota tujuan. Di sanalah PPSDM Migas berdiri—sebuah institusi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang telah lama dikenal sebagai pusat pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi tenaga kerja migas nasional.
Didirikan sejak era kolonial dan terus berkembang mengikuti dinamika industri energi, PPSDM Migas memiliki fasilitas pelatihan lengkap, mulai dari laboratorium keselamatan kerja, workshop pengelasan, area simulasi rig, hingga instruktur berpengalaman yang berasal dari praktisi industri.
Lembaga ini tidak hanya mencetak lulusan terampil, tetapi juga membangun budaya keselamatan (safety culture) yang menjadi roh utama industri migas.
Di PPSDM Migas inilah, 15 anak muda Muba akan digembleng dalam tiga bidang strategis, K3 Migas (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), Juru Las (Welding) dan Scaffolding. Masing-masing bidang diisi oleh lima peserta, menyesuaikan kebutuhan industri dan peluang kerja yang terbuka luas di sektor migas, baik hulu maupun hilir.
Apresiasi dan Harapan Bupati Muba
Dukungan penuh juga datang dari Bupati Muba, HM Toha Tohet. Dalam pernyataan terpisah, ia menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi.
“Kita tidak ingin masyarakat Muba hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Melalui pelatihan di PPSDM Migas ini, mereka akan dididik dan mendapatkan sertifikasi kompetensi yang diakui industri secara nasional. Saya minta seluruh peserta belajar dengan sungguh-sungguh agar nantinya dapat bekerja di perusahaan migas di seluruh Indonesia”, katanya.
Pernyataan ini mencerminkan visi besar Pemkab Muba, memastikan masyarakat lokal memiliki akses nyata terhadap peluang kerja di sektor energi yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Muba Dominasi Kuota Nasional
Keberangkatan 15 anak muda dari Muba sebagai peserta pelatihan, ini menjadi catatan prestasi tersendiri. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Muba, Herryandi Sinulingga, AP mengatakan, “Kabupaten Musi Banyuasin tahun ini Muba berhasil meraih kuota peserta terbanyak secara nasional. Dominasi Muba terlihat jelas jika dibandingkan dengan daerah penghasil energi lainnya”.
Data menunjukkan, Kabupaten Bojonegoro mengirimkan 14 peserta, Kabupaten Blora 10 peserta, dan Kabupaten Tuban 9 peserta. Sementara itu, beberapa daerah lain seperti Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Ogan Ilir, serta Kabupaten Muara Enim masing-masing memperoleh kuota lima peserta.
Keunggulan Muba dalam perolehan kuota ini tidak lepas dari kesiapan administrasi, keseriusan pembinaan tenaga kerja, serta komitmen pemerintah daerah dalam mendorong warganya mengikuti pelatihan berbasis kompetensi.
“Rombongan Muba akan diberangkatkan pada 18 Januari 2026 menggunakan pesawat Super Air Jet. Seluruh biaya transportasi, akomodasi, dan konsumsi selama pendidikan ditanggung sepenuhnya oleh PPSDM melalui dana APBN 2026”, kata Sinulingga.
Lebih dari Sekadar Pelatihan
Pelatihan di PPSDM Migas bukan hanya soal memperoleh sertifikat. Ini adalah pintu masuk menuju ekosistem industri migas nasional—industri yang menuntut disiplin tinggi, kepatuhan pada prosedur, dan kerja tim yang solid.
Sementara bagi para peserta, keberangkatan ini adalah titik balik kehidupan. Bagi keluarga mereka, ini adalah harapan. Dan bagi Musi Banyuasin, ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan daerah.
Burung nuri terbang ke angkasa,
Hinggap sebentar di pohon kelapa.
Asah terampil di industri migas,
Membangun Muba tetap yang utama.
Dari Bumi Serasan Sekate menuju Cepu, 15 anak muda ini membawa lebih dari sekadar koper dan perlengkapan. Mereka membawa mimpi, tanggung jawab, dan tekad untuk kembali sebagai SDM unggul—siap mengabdi, siap bersaing, dan siap membangun Musi Banyuasin dari sektor energi nasional. (maspril aries)
#Penulisan konten ini diolah dengan bantuan AI.




