Paviliun Wonderful Indonesia pada MATTA Fair 2025 di Kuala Lumpur. (FOTO: Biro Komunikasi Kemenpar)
KINGDOMSRIWIJAYA, Palembang – Malaysia kembali menggelar MATTA (Malaysian Association of Tour and Travel Agents) Fair 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia, 5-7 September 2025. MATTA Fair adalah ajang expo/pameran travel agent (agen perjalanan) berskala internasional yang diikuti pelaku pariwisata yang datang dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Dari Indonesia, salah satunya anggota ASITA (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia, Sumatera Selatan (Sumsel) ikut diundang hadir ke MATTA Fair 2025 yang berlangsung di Gedung Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC). “Kami 12 anggota ASITA datang langsung dan melihat ajang expo pariwisata terbesar di Asia Tenggara tersebut”, kata Ketua ASITA Sumsel Feby Yoland, Sabtu (13/9).
Setelah hadir dan melihat langsung MATTA Fair menurut Feby di ajang expo anggota ASITA Sumsel melihat adanya booth pariwisata dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Jawa Barat (Jabar) yang mempromosikan destinasi wisata di Bumi Parahiyangan.
Disparbud Jabar berkolaborasi dengan Disbudpar Kota Bandung dan Fairys Holiday Malaysia untuk menjual beragam paket wisata eksklusif yang menampilkan pesona alam, budaya, kuliner, serta potensi unggulan Jawa Barat lainnya.
“Dinas Pariwisata Jabar bersama ASITA Jabar datang mempromosikan wisata daerahnya, sementara booth Sumatera Selatan tidak ada, kami sedih. Kami lebih sedih, kok tidak bisa melihat pasar yang bagus ini untuk mempromosikan dan menjual pariwisata Sumsel ke dunia internasional?”, ujarnya.

Walau tidak ada booth Sumsel di MATTA Fair 2025, anggota ASITA Sumsel yang datang ke Malaysia tetap menjalin interaksi dan komunikasi dengan agen perjalanan yang menawarkan paket-paket wisatanya, termasuk mereka yang menawarkan paket wisata Palembang atau Sumatera Selatan. “ASITA Sumsel mengharapkan Sumsel bisa ikut pada MATTA Fair 2026 mendatang karena ini agenda tahunan yang selalu ada”, kata Feby.
Menurut Feby, ASITA Sumsel di Kuala Lumpur bertemu dengan pimpinan Malaysia Tourism Board dan penyelenggara MATTA Fair 2025 juga agen-agen perjalanan yang menjual destinasi Sumsel.
MATTA Fair 2025 adalah pameran pariwisata terbesar di Malaysia dan Asia Tenggara, diselenggarakan oleh Malaysian Association of Tour and Travel Agents (MATTA). Acara ajang tahunan yang mempertemukan agen perjalanan, hotel, maskapai, dan pelaku industri pariwisata dari berbagai negara untuk menawarkan paket wisata, promosi eksklusif, dan pengalaman budaya kepada publik.
MATTA Fair bukan sekadar pameran, tapi strategi diplomasi budaya dan promosi pariwisata. MATTA adalah flagship event yang telah berlangsung sejak 1975.
“Ada banyak pengalaman dan pelajaran yang bisa kami peroleh dari MATTA Fair terutama dalam mempromosikan dan menjual paket pariwisata. Apa lagi kini sudah ada penerbangan langsung Palembang – Kuala Lumpur, ini peluar yang harus ditangkap semua stakeholder pariwisata termasuk Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan pemerintah kabupaten dan kota lainnya”, kata Feby kandidat doktor Administrasi Publik Fisip Universitas Sriwijaya (Unsri).

Feby Yoland menjelaskan, di MATTA Fair 2025 ada beberapa agen perjalanan Malaysia yang menjual paket wisata ke Palembang. “Bagi ASITA Sumsel dengan adanya penerbangan langsung Palembang – Kuala Lumpur Malaysia adalah pasar pariwisata yang sexy bagi Sumatera Selatan, gampang banget menjual wisata Sumsel atau Palembang. Tinggal mempersiapkan inovasi program atau paketnya”, ujar Ketua ASITA Sumsel.
Rumah Makan Padang
Sementara itu Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam keterangan pers menyebutkan, Indonesia melalui Kemenpar kembali berpartisipasi dalam consumer fair pariwisata terbesar di Malaysia, MATTA Fair 2025 di Kuala Lumpur dengan menghadirkan Rumah Makan Padang khas Indonesia sebagai salah satu daya tarik bagi pengunjung.
Menurut Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, Indonesia menampilkan Paviliun Wonderful Indonesia dengan mengangkat tema “Wonderful Short Escape” dan focal point etalase rumah makan Padang dalam suasana pop culture, serta urban lifestyle khas Indonesia.
Indonesia di MATTA Fair 2025 ikut serta dengan 19 industri pariwisata Indonesia terdiri atas 8 akomodasi dan 11 TA/TO mengisi Paviliun Wonderful Indonesia seluas 144 m2, yang terletak di MITEC KL, Level 3 No. 3U01. Peserta berasal dari wilayah Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
Paviliun Wonderful Indonesia turut mengampanyekan #GoBeyondOrdinary. Kampanye ini mengajak wisatawan tidak hanya menjelajahi berbagai destinasi, tetapi juga merasakan kekayaan budaya masyarakat Indonesia yang unik dan beragam.
Kampanye ini menonjolkan pada tiga pilar Quality Tourism mencakup Wellness, Marine, and Gastronomy dengan fokus pada keberlanjutan, pengalaman autentik, serta interaksi mendalam antara wisatawan, alam, dan budaya.

Untuk memperkaya pengalaman pengunjung, Paviliun Wonderful Indonesia juga menyajikan berbagai macam games interactive yang berhubungan dengan gaya hidup urban Indonesia, seperti tebak kata “gaul” Indonesia, yang dapat diikuti oleh para pengunjung.
Selain itu, tersedia pula coffee corner yang menyajikan kopi khas Nusantara oleh Saturdays Coffee dan promosi jamu tradisional Indonesia dengan kemasan modern hasil kolaborasi dengan Acaraki.
Kemenpar berharap partisipasi pada MATTA Fair 2025 dapat semakin mempromosikan 10 Destinasi Super Prioritas maupun 3 Destinasi Regeneratif kepada masyarakat Malaysia melalui penjualan paket wisata ke destinasi-destinasi tersebut dan pemutaran video promosi 10 DPP di Paviliun Indonesia.
Berdasarkan data hingga Juni 2025, jumlah kunjungan wisatawan asal Malaysia ke Indonesia tercatat mencapai lebih dari 1,2 juta orang, atau mencapai sekitar 47,7 persen dari total target. Capaian ini mencerminkan masih tingginya minat wisatawan Malaysia terhadap destinasi Indonesia yang semakin beragam, berkualitas, dan sesuai tren kebutuhan berwisata.
“Meskipun demikian, angka kunjungan wisman Malaysia ke Indonesia masih di bawah Thailand sebagai tujuan outbound utama warga Malaysia,” kata Made Ayu Marthini.
Keikutsertaan Indonesia di MATTA Fair mendapat apresiasi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia melalui Wakil Kedubes RI Danang Warsito.
Keikutsertaan dalam pameran pariwisata MATTA Fair 2025 dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan perekonomian negara. (maspril aries)






