KINGDOMSRIWIJAYA, Palembang – Di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap melanda beberapa daerah di Sumatera Selatan (Sumsel), dari kampus Universitas Sriwijaya (Unsri) di kampus Indralaya yang hampir setiap hari tertutup kabut asap atau jerebu, ada kabar gembira untuk perkembangan ilmu pengetahuan.
Seorang dosen yang juga guru besar Unsri Prof. Ir. Siti Nurmaini, M.T. Ph.D. sukses meraih capaian atau masuk dalam jajaran Top 2% Scientist Worldwide 2026 dalam bidang Artificial Intelligence (AI) and Image Processing Subfield.
Tanggal 17 Oktober 2026 menjadi penanda penting dalam perjalanan panjang seorang dosen Unsri dari Fakultas Ilmu Komputer. Namanya tercatat dalam jajaran Top 2% Scientist Worldwide 2026 berdasarkan data dalam materi publikasi. Siti Nurmaini menempati peringkat pertama di Unsri, peringkat ke-166 dari 272 ilmuwan asal Indonesia, serta peringkat ke-237.255 secara global. Angka-angka itu, tentu saja, bukanlah titik akhir.
Scientist Worldwide adalah sebutan umum untuk daftar peringkat ilmuwan di tingkat global, yang paling dikenal dan sering dirujuk. Scientist Worldwide merupakan daftar/peringkat ilmiah yang disusun oleh tim peneliti Universitas Stanford (AS) bekerja sama dengan penerbit Elsevier BV (Belanda). Tujuannya mengidentifikasi ilmuwan dengan dampak kutipan tertinggi di dunia, masuk dalam 2% teratas di bidangnya.
Capaian tersebut menjadi salah satu kontribusi akademisi UNSRI dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), sekaligus memperkuat kiprah dan reputasi riset Unsri di tingkat nasional maupun global.
Menurut Siti, capaian tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga merupakan bagian dari perjalanan panjang dalam membangun ekosistem riset dan inovasi di Unsri.
“Capaian ini sebagai hasil dari proses panjang, kerja keras, konsistensi dalam melakukan penelitian, serta dukungan dari berbagai pihak. Bagi saya, yang terpenting bukan hanya pencapaian peringkat, tetapi bagaimana penelitian yang dilakukan dapat terus memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat”, ujarnya.
Dengan capain tersebut, Siti berharap dapat menjadi motivasi bagi para dosen dan peneliti, khususnya di lingkungan Unsri, untuk terus meningkatkan kualitas dan produktivitas penelitian.

“Saya berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi para peneliti muda untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan menghasilkan penelitian yang memiliki dampak. Kita perlu terus membangun budaya riset yang kuat sehingga Unsri semakin dikenal dan berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional”, tambahnya.
Kabar gembira itu sontak disambut Rektor Unsri, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si. yang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya, menilai capaian tersebut sebagai bukti nyata kualitas riset akademisi Unsri yang terus mendapat pengakuan internasional.
“Universitas Sriwijaya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Prof. Siti Nurmaini atas capaian yang membanggakan ini. Masuknya dalam jajaran Top 2% Scientist Worldwide merupakan prestasi yang tidak hanya membanggakan secara personal, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Unsri”, kata Rektor Taufiq.
Menuurut Rektor capaian ini sejalan dengan komitmen Unsri memperkuat budaya akademik, penelitian, dan inovasi yang berorientasi pada kualitas serta dampak nyata. “Kami berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi para dosen dan peneliti Unsri lainnya untuk terus meningkatkan kualitas riset, memperluas kolaborasi, serta menghasilkan karya-karya ilmiah yang diakui dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan”.
Bagi Siti Nurmaini, daftar “Top 2% Scientist” dari tim Universitas Stanford dan Elsevier itu – yang menyaring ilmuwan berdasarkan dampak kutipan dari data Scopus di seluruh dunia – mungkin hanyalah label. Yang sesungguhnya ia perjuangkan tetap sama sejak hari pertama, alat bantu diagnosis yang lebih cepat, akurat, dan terjangkau bagi negeri yang luasnya menantang.
Bayangkan, di sebuah klinik di pelosok Indonesia, seorang perempuan hamil menunggu hasil pemeriksaan ultrasonografi. Ratusan kilometer jauhnya, di ruang kerjanya di Fakultas Ilmu Komputer, Guru Besar Siti Nurmaini bersama timnya menyempurnakan algoritma pembelajaran mendalam yang kelak bisa mendeteksi kelainan jantung bawaan pada janin, jauh sebelum bayi itu lahir.
Jarak itu, bagi Siti Nurmaini, bukanlah penghalang. Justru jarak itulah yang selama puluhan tahun ia perjuangkan untuk ditiadakan oleh teknologi.
Jalan Panjang
Perjalanan Siti Nurmaini dalam dunia riset tidak dimulai dari kata “mudah”. Siti lulusan dari Sarjana Teknik Elektro Fakultas Teknik Unsri lalu melanjutkan pendidikan magisternya di Institut Teknologi Bandung (ITB) selesai 1998 dan merampungkan gelar doktor Ilmu Komputer di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) pada 2011. Kemudian dikukuhkan sebagai Guru Besar dengan fokus penerapan AI untuk diagnosis medis otomatis.
Istri Bambang Tutuko yang juga Guru Besar Fakultas Ilmu Komputer meraih capaian prestasinya melalui perjalanan panjang dari ruang kuliah ke laboratorium, dari kertas konferensi ke kolaborasi internasional, ia membangun reputasi risetnya batu demi batu. Hingga pertengahan 2026, ia telah menerbitkan lebih dari 140 karya ilmiah dengan sitasi melampaui 3.000 angka, dari jejak digital yang membawanya masuk dalam salah satu daftar ilmuwan paling berpengaruh di dunia.

Sebagai ilmuwan, fokus penelitian Siti Nurmaini berada di persimpangan dua dunia yang jarang bertemu, yaitu ilmu komputer dan kedokteran. Ia dan timnya mengembangkan sistem pembelajaran mendalam dan jaringan saraf tiruan untuk membaca citra medis dan sinyal fisiologis, dari skrining kanker serviks, deteksi penyakit jantung bawaan janin melalui ultrasonografi, klasifikasi lesi kulit, hingga analisis rekam jantung (EKG).
Tahun 2026 saja, namanya tercatat dalam sejumlah publikasi bereputasi, penelitian tentang diagnosis AI untuk displasia serviks dari citra servikografi yang dimuat di Scientific Reports, hingga studi pembelajaran mendalam untuk memperbaiki efektivitas skrining rutin penyakit jantung bawaan besar pada janin di Informatics in Medicine Unlocked. Pada 2025, karyanya tentang deteksi aritmia multi-kelas dari sinyal EKG tembus ke jurnal IEEE Access.
Salah satu mahakarya yang paling ia banggakan adalah TeleOTIVA – platform telemedis yang dirancang untuk melayani masyarakat di daerah terpencil, tempat akses ke tenaga medis spesialis sering kali menjadi kemewahan. Inovasi ini bahkan membawanya masuk 10 besar nominasi DPD RI Awards 2026 kategori Inovator Teknologi Kesehatan.
Selain sebagai Guru Besar di Fakultas Ilmu Komputer, Unsri, dengan bidang keahlian utama Sistem Cerdas, Kecerdasan Buatan (AI), Pembelajaran Mesin & Mendalam, Pengolahan Citra Sinyal Medis, serta Teknik Biomedis. Siti juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Riset Sistem Cerdas (ISysRG) Unsri. Total publikasi karya ilmiahnya sekitar 255 karya yang tersebar di jurnal internasional, nasional, prosiding. Sitasi lebih dari 3.000; juga tercatat sebagai anggota berbagai dewan penyunting jurnal internasional.
Berikut Daftar Karya Ilmiah Terpilih di Jurnal (2024–2026). Jurnal Internasional Bereputasi (Terindeks Scopus & Web of Science)
Tahun 2026:
- Siti Nurmaini, M.N. Rachmatullah, P. Agustiansyah — “AI-assisted diagnosis of cervical dysplasia from cervicography images” — Scientific Reports, 19 Februari 2026
- Siti Nurmaini, dkk. — “Deep learning for improving the effectiveness of routine prenatal screening for major congenital heart diseases” — Informatics in Medicine Unlocked, 15 September 2026
- Siti Nurmaini, A.I. Sapitri, dkk. — “Fetal organ detection using feature enhancement with attention and residual block” — IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI), Vol. 15, No. 2, April 2026, hlm. 1593–1604
- Siti Nurmaini, dkk. — “Ultrasound-based knee osteoarthritis detection using instance segmentation and classification” — Informatics in Medicine Unlocked, 2026

Tahun 2025:
- Satria Mandala, Wisnu Jatmiko, Siti Nurmaini, dkk. — “OCADN: Improving Accuracy in Multi-Class Arrhythmia Detection From ECG Signals With a Hyperparameter-Optimized CNN” — IEEE Access, Vol. 13, hlm. 34687–34705, 2025
- A.W. Ramadhan, S. Kushirayati, Siti Nurmaini, Satria Mandala, Wisnu Jatmiko — “Convolutional Autoencoder With Sequential and Channel Attention for Robust ECG Signal Denoising With Edge Device Implementation” — IEEE Access, Vol. 13, hlm. 54407–54422, 2025
- Siti Nurmaini, dkk. — “DCGAN-Based Synthetic Data Augmentation for Cervical Intraepithelial Neoplasia (CIN) Images” — Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika, Desember 2025
- Siti Nurmaini, dkk. — “A Medical Image Captioning System for TeleOTIVA: Supporting SDGs-Oriented Cervical Precancer Screening in Indonesia” — Jurnal terkait, Desember 2025
- Siti Nurmaini, Annisa Darmawahyuni, dkk. — “Deep learning-based electrocardiogram rhythm and beat features for heart abnormality classification” — jurnal terindeks Scopus
- Siti Nurmaini, B. Tutuko — “Intelligent Robotics Navigation System: Problems, Methods, and Algorithm” — jurnal internasional
- R.A. Pratiwi, Siti Nurmaini, D.P. Rini, dkk. — “Deep ensemble learning for skin lesions classification with convolutional neural network” — jurnal internasional
- Y.N. Kunang, Siti Nurmaini, dkk. — “Attack classification of an intrusion detection system using deep learning and hyperparameter optimization” — jurnal internasional. (maspril aries)
#Penulisan konten ini diolah dengan bantuan AI





