Home > Wisata

Pariwisata Sumsel Butuh Narasi Sejarah dan Budaya

Untuk memajukan pariwisata dengan menggunakan budaya yang ada, ada beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya narasi sejarah dan budaya.
Seminar nasional kebudayaan dan pariwisata dalam rangkaian Festival Bukit Seguntang Hulu Melayu di Auditorium Universitas Terbuka (UT) Palembang, Selasa (7/5). (FOTO: D Oskandar)
Seminar nasional kebudayaan dan pariwisata dalam rangkaian Festival Bukit Seguntang Hulu Melayu di Auditorium Universitas Terbuka (UT) Palembang, Selasa (7/5). (FOTO: D Oskandar)

KINGDOMSRIWIJAYA, Palembang – Pengembangan pariwisata butuh narasi sejarah dan budaya. Gagasan tersebut mencuat pada Seminar Nasional Kebudayaan dan Pariwisata dalam rangkaian Festival Bukit Seguntang Hulu Melayu tahun 2024, Selasa (7/5).

Gagasan tersebut disampaikan Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja pada seminar yang diselenggarakan Forum Pariwisata dan Budaya (Forwida) di auditorium Universitas Terbuka (UT) Palembang.

Menurut SMB IV, untuk memajukan pariwisata dengan menggunakan budaya yang ada ada beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya narasi sejarah dan budaya di Sumsel terutama di Palembang yang masih sangat kurang sehingga ke depan perlu di kuatkan lagi.

“Akibatnya orang kadang bertanya untuk apa kita datang ke Palembang, karena kalau seperti kunjungan ke Bali orang bisa mendapatkan paket parwisata sehingga orang berwisata ke Bali aman dan nyaman”, katanya.

“Baik tempat wisata, cerita –cerita misalnya sejarah songket, ngobeng, itu narasi-narasinya masih belum diketahui masyarakat secara luas,” ujar SMB IV.

SMB IV juga mengingatkan, perlunya promosi dan menggunakan Sapta Pesona harus dijalankan di Sumsel dan harus dipergunakan dalam meningkatkan pariwisata di Sumsel terutama pariwisata yang berbasis sejarah dan budaya.

Menurut SMB IV, “Untuk merealisasikan semua ini semua stakeholder dalam masyarakat berkewajiban untuk melaksanakannya, memang banyak yang harus dilakukan pemerintah dalam memajukan pariwisata di Sumsel termasuk peran serta masyarakat, harus bersinergi antara masyarakat dan pemerintah wisata budaya dan sejarah ini karena kalau hanya mengandalkan peran pemerintah tanpa ada peran masyarakat mungkin program kerja pemerintah tidak berjalan, karena itu harus ada animo dan kebutuhan masyarakat juga”.

× Image