Peserta pelatihan budidaya ayam petelur di Desa Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat. (FOTO: Humas PTBA)
KINDGOMSRIWIJAYA, Lahat – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya, kali ini di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel).
Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) BUMN tambang batu bara ini berfokus pada pengembangan usaha budidaya ternak unggas produktif. Kali ini, program yang semula diinisiasi untuk budidaya ayam petelur di Desa Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.
“Pelatihan dan peningkatan kapasitas budidaya ayam petelur skala rumahan dan komunal ini diikuti sekitar 100 kepala keluarga penerima manfaat Program PPM PTBA. Kegiatan menjadi tahap awal implementasi program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis peternakan ayam petelur”, kata Eko Prayitno, Corporate Secretary Division Head PTBA, Kamis (13/8).
Eko menjelaskan, pada tahap pertama, PTBA memberikan dukungan berupa 2.400 ekor ayam petelur, pembangunan 50 unit kandang skala rumahan dan 1 unit kandang komunal, penyediaan pakan, serta pendampingan teknis oleh tenaga ahli. Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif secara berkelanjutan.
Menurut Eko, pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. “PTBA tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga berupaya membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengelola dan mengembangkan usaha secara mandiri. Melalui budidaya ayam petelur ini, kami berharap masyarakat Desa Sirah Pulau dapat memiliki sumber penghasilan alternatif yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus turut memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal”, ujarnya.

Bagi PTBA, Keberhasilan program pemberdayaan masyarakat membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan aktif dari seluruh pihak, termasuk pemerintah desa, mitra pelaksana, tenaga ahli, dan masyarakat penerima manfaat.
“Program ini kami rancang secara bertahap dan terukur. Selain dukungan sarana, masyarakat mendapatkan pelatihan serta pendampingan teknis agar memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menjalankan budidaya ayam petelur. Harapannya, usaha ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat” kata Eko.
Dalam pelatihan ini, PTBA berkolaborasi dengan Rumah Kreatif Sriwijaya sebagai mitra pelaksana dan menghadirkan pakar budidaya ayam petelur Muhammad Yusuf, S.Pt., M.Si. sebagai narasumber. Program ini juga mendapat dukungan dari Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (FP2M) serta Pemerintah Desa Sirah Pulau.
Itik Petelur
Program PPM pengembangan usaha budidaya ternak unggas produktif juga dilaksanakan di daerah lain. Di Kabupaten Muara Enim PTBA memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan berkelanjutan dengan peningkatan kapasitas Kelompok Budidaya Itik Petelur Rimba Farm di Desa Tegal Rejo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Untuk budidaya itik petelur menurut Eko Prayitno, kegiatan ini merupakan bagian dari Program Transformasi Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang dijalankan Perseroan bekerja sama dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Sumatera Selatan.
Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas usaha budidaya itik petelur sehingga mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berhasil sekaligus mendukung terciptanya ekonomi lokal yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Bantuan yang diberikan oleh PTBA meliputi bibit itik baru dan infrastruktur kandang. Selain itu, PTBA juga memberikan pendampingan yang komprehensif untuk mengatasi tantangan budidaya ternak, khususnya pakan. Melalui pembinaan dan pendampingan dari IZI, PTBA membuat dan mendorong inovasi pembuatan pakan mandiri.
Saat ini kelompok Rimba Farm tercatat telah mengelola 500 ekor itik petelur yang mampu menghasilkan sekitar 200 butir telur itik omega setiap hari. Untuk menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, para anggota kelompok mendapatkan pelatihan teknis dari narasumber yang berpengalaman di bidang budidaya itik petelur.
Budidaya itu petelur di Muara Enim mendapat apresiasi dari Kepala Desa Tegal Rejo, Teguh Priono. Menurutnya, program budidaya itik petelur telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan membuka peluang usaha produktif yang mampu meningkatkan perekonomian warga. (maspril aries)





