Home / Bisnis / SMBR Raih Kenaikan Skor ACGS, Tetap Kokoh dengan Predikat “Very Good”

SMBR Raih Kenaikan Skor ACGS, Tetap Kokoh dengan Predikat “Very Good”

Kekompakan tim karyawan PT Semen Baturaja. (FOTO: Humas SMBR Tbk)

KINGDOMSRIWIJAYA, Baturaja – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) mempertegas posisinya sebagai salah satu perusahaan dengan praktik tata kelola terbaik di kawasan Asia Tenggara. Dalam penilaian terbaru ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) tahun 2025, perusahaan ini berhasil mempertahankan predikat “Very Good” (Level 4) dengan skor 94,56—meningkat dari capaian tahun sebelumnya sebesar 92,84.

Kenaikan sebesar 1,72 poin secara year-on-year tersebut bukan sekadar angka, melainkan refleksi dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat fondasi tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Di tengah dinamika industri yang semakin kompleks, konsistensi ini menjadi indikator penting bahwa SMBR tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis, tetapi juga pada bagaimana perusahaan dikelola secara bertanggung jawab.

Pencapaian skor 94,56 menempatkan SMBR jauh di atas rata-rata perusahaan publik kategori Big Cap di ASEAN yang berada pada kisaran 82,60. Hal ini mempertegas bahwa standar tata kelola yang diterapkan perusahaan telah melampaui praktik umum di tingkat regional.

“Capaian ini merupakan hasil dari komitmen kolektif seluruh elemen perusahaan dalam menginternalisasi prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) ke dalam setiap lini operasional. Tidak hanya sebatas kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadikan GCG sebagai budaya kerja yang melekat”, kata General Manager of Corporate Secretary Hari Liandu, akhir pekan ini.

Hari Liandu juga menegaskan, “Capaian ini bukanlah titik akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang perusahaan dalam membangun tata kelola yang unggul. Ke depan, SMBR berkomitmen untuk terus melakukan penyempurnaan, termasuk menindaklanjuti berbagai rekomendasi hasil asesmen ACGS. Hal ini mencakup peningkatan kualitas pengungkapan informasi, penguatan peran dewan dalam isu strategis, serta optimalisasi integrasi ESG dalam pengambilan keputusan”.

Manajemen SMBR berharap langkah-langkah tersebut dapat memperkuat kepercayaan investor dan pemangku kepentingan lainnya. Dalam konteks persaingan global, kepercayaan menjadi aset yang sangat berharga, terutama bagi perusahaan yang ingin memperluas jangkauan bisnisnya.

Apa CGC?

Secara umum, penerapan GCG di banyak perusahaan, termasuk SMBR berlandaskan lima prinsip utama, yaitu Transparansi (Transparency), Akuntabilitas (Accountability), Responsibilitas (Responsibility), Independensi (Independency), Kewajaran dan Kesetaraan (Fairness).

Hari juga menjelaskan, salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan skor SMBR adalah penguatan pada aspek keberlanjutan dan ketangguhan perusahaan. Dalam beberapa tahun terakhir, SMBR secara aktif mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnisnya.

Pada aspek lingkungan (Environmental), perusahaan meningkatkan efisiensi energi, pengelolaan limbah, serta upaya pengurangan emisi. Pada aspek sosial (Social), SMBR memperluas keterlibatan dengan masyarakat sekitar serta memastikan praktik ketenagakerjaan yang adil. Sementara pada aspek tata kelola (Governance), perusahaan memperkuat fungsi pengawasan dan manajemen risiko.


Rapat tim karyawan PT Semen Baturaja. (FOTO: Humas SMBR Tbk)

Langkah ini menunjukkan bahwa GCG tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian integral dari strategi keberlanjutan perusahaan. Dengan kata lain, tata kelola yang baik menjadi fondasi untuk menciptakan bisnis yang tangguh dan berkelanjutan.

Ke depan BUMN semen yang berkantor pusat di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering (OKU), berkomitmen untuk terus melakukan penyempurnaan praktik tata kelola, termasuk menindaklanjuti berbagai rekomendasi hasil asesmen sebagai bagian dari upaya peningkatan berkelanjutan. Dengan capaian ini, SMBR optimistis dapat semakin meningkatkan kepercayaan investor dan pemangku kepentingan, serta memperkuat daya saing perusahaan di tingkat regional maupun global.

Di tengah persaingan industri semen yang semakin ketat, pencapaian dalam aspek tata kelola menjadi nilai tambah yang signifikan. Investor kini tidak hanya melihat kinerja finansial, tetapi juga bagaimana perusahaan dikelola dan bagaimana risiko dikelola secara berkelanjutan.

Dengan skor ACGS yang tinggi, SMBR memiliki posisi yang lebih kuat untuk menarik investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, reputasi sebagai perusahaan dengan tata kelola yang baik juga membuka peluang kemitraan strategis di tingkat regional.

Lebih dari itu, capaian ini juga memberikan kontribusi positif terhadap citra Indonesia di mata internasional. Semakin banyak perusahaan yang mencapai standar tinggi dalam GCG, semakin kuat pula posisi Indonesia dalam peta ekonomi global.

ASEAN Corporate Governance Scorecard

ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) merupakan kerangka penilaian tata kelola perusahaan yang dikembangkan oleh ASEAN Capital Markets Forum (ACMF). Tujuannya adalah untuk meningkatkan standar tata kelola perusahaan publik di kawasan ASEAN agar sejajar dengan praktik internasional.

ACGS menilai perusahaan berdasarkan lima area utama, yaitu: Hak pemegang saham (Rights of Shareholders), Perlakuan setara terhadap pemegang saham (Equitable Treatment of Shareholders), Peran pemangku kepentingan (Role of Stakeholders), Keterbukaan dan transparansi (Disclosure and Transparency). Dan Tanggung jawab dewan (Responsibilities of the Board). Penilaian ini dilakukan secara ketat dengan metodologi berbasis bukti (evidence-based), sehingga setiap skor mencerminkan kondisi riil praktik tata kelola perusahaan.

ACGS sendiri telah dilaksanakan secara berkala sejak diperkenalkan pada tahun 2011. Hingga saat ini, penilaian tersebut telah dilakukan lebih dari satu dekade, dengan frekuensi tahunan atau periodik tergantung pada siklus evaluasi masing-masing negara anggota. Dengan demikian, ajang ini telah berlangsung lebih dari 10 kali dan menjadi salah satu tolok ukur utama dalam menilai kualitas tata kelola perusahaan di Asia Tenggara.

Keberhasilan Semen Baturaja (Persero) Tbk dalam mempertahankan predikat “Very Good” pada ASEAN Corporate Governance Scorecard 2025 menjadi bukti nyata bahwa tata kelola perusahaan yang baik bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan strategis.

Dengan terus memperkuat implementasi GCG dan mengintegrasikan prinsip ESG, SMBR tidak hanya membangun bisnis yang berkelanjutan, tetapi juga menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Di tengah tantangan global, konsistensi seperti inilah yang akan menjadi kunci bagi perusahaan untuk tetap relevan dan kompetitif di masa depan. (maspril aries)

#Penulisan konten ini diolah dengan bantuan AI.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *