Home / News / Kuliah Gratis untuk Jadi Ahli Sawit Dunia dari BPDPKS dan AKPY-STIPER Yogyakarta (Ayo Daftar Program Beasiswa Sawit 2026)

Kuliah Gratis untuk Jadi Ahli Sawit Dunia dari BPDPKS dan AKPY-STIPER Yogyakarta (Ayo Daftar Program Beasiswa Sawit 2026)

KINGDOMSRIWIJAYA, Sekayu – Ini salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) menekan angka pengangguran dan kemiskinan yang terus menjadi fokus utama di daerah itu. Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan tenaga kerja terampil, pemerintah daerah kini mengambil langkah strategis yang tidak hanya menjawab persoalan jangka pendek, tetapi juga menyiapkan masa depan generasi muda. Upaya tersebut berupa terobosan terbaru, pembukaan program beasiswa penuh di sektor kelapa sawit, sebuah sektor unggulan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Pemkab Muba menjalin kerja sama dengan AKPY-STIPER Yogyakarta untuk menghadirkan Program Beasiswa Sawit 2026. Program ini menawarkan pendidikan vokasi gratis bagi putra-putri asli Muba, dengan jenjang Diploma 1 (D1) dan Diploma 2 (D2), yang seluruh pembiayaannya ditanggung oleh BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit).

Langkah ini menjadi bukti konkret bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga investasi sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan.

Strategi Menekan Pengangguran

Bupati Muba, Toha Tohet, bersama Wakil Bupati Kiai Abdur Rohman Husen, mendorong berbagai kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas tenaga kerja lokal. Dalam konteks ini, sektor kelapa sawit dipandang sebagai peluang besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh generasi muda daerah.

Menurut Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih luas.

“Melalui beasiswa penuh ini, kami ingin memastikan generasi muda Muba tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Mereka harus menjadi pelaku utama, bahkan tenaga ahli yang mampu bersaing di industri sawit, baik di tingkat nasional maupun global”, katanya, akhir pekan.

Sinulingga menjelaskan, program ini merupakan investasi jangka panjang yang bertujuan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan berbasis keahlian. Dengan pendekatan vokasi, lulusan diharapkan siap kerja dan memiliki kompetensi yang langsung relevan dengan kebutuhan industri.

Sosialisasi dan Seleksi

Bagi yang berminat, ingat jadwal sosialisasi dan seleksinya. Menurut Sinulingga, untuk memastikan program beasiswa ini menjangkau target yang tepat, Disnakertrans Muba akan menggelar sosialisasi intensif di beberapa titik. Kegiatan ini menyasar siswa kelas 12 dari SMA, SMK, dan MA, yang merupakan calon peserta potensial.

Sosialisasi dijadwalkan berlangsung pada 1 April 2026 di Aula SMK Negeri Lawang Wetan dan 3 April 2026 di Kantor KPKS Suka Makmur, Sungai Lilin

Melalui kegiatan ini, para siswa akan mendapatkan informasi lengkap mengenai program, termasuk persyaratan, tahapan seleksi, hingga prospek karier setelah lulus.

Dosen AKPY-STIPER, Arief Panca Putra, menjelaskan, “Untuk pendaftaran akan dilakukan secara daring untuk mempermudah akses. Pendaftaran dibuka mulai Mei hingga Agustus 2026 melalui portal resmi. Seleksi dilakukan secara transparan, mulai dari tes tertulis, wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan”.

Menurutnya, program ini secara khusus menyasar peserta dari keluarga yang memiliki keterkaitan dengan sektor sawit, seperti pekebun, buruh kebun, maupun anggota koperasi dan asosiasi.

Salah satu daya tarik utama program ini adalah fasilitas beasiswa yang sangat lengkap. Penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan pendidikan gratis, tetapi juga dukungan penuh selama masa studi.

“Fasilitas tersebut meliputi, Biaya pendidikan 100% ditanggung. Asrama gratis. Uang saku bulanan, dan Sertifikasi kompetensi. Dengan dukungan ini, mahasiswa dapat fokus sepenuhnya pada proses belajar tanpa harus terbebani masalah biaya”, katanya.


Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Herryandi Sinulingga (kedua dari kanan) saat melapor kepada Bupati Muba Toha Tohet. (FOTO: Disnakertrans).

Membangun Masa Depan dari Desa

Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga menjelaskan, program ini membawa harapan baru bagi generasi muda di Musi Banyuasin, terutama mereka yang berasal dari keluarga sederhana. Di tengah keterbatasan akses pendidikan tinggi, beasiswa ini menjadi pintu masuk menuju masa depan yang lebih baik.

Lebih dari sekadar program pendidikan, inisiatif ini mencerminkan perubahan paradigma—bahwa anak daerah tidak harus pergi jauh untuk sukses, tetapi bisa berkembang dengan memanfaatkan potensi lokal.

Sektor kelapa sawit, yang selama ini identik dengan pekerjaan lapangan, kini bertransformasi menjadi industri modern yang membutuhkan tenaga ahli di berbagai bidang, mulai dari agronomi hingga manajemen.

“Dengan demikian, generasi muda Muba tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga calon pemimpin di industri strategis ini. Pemerintah Kabupaten Muba berharap program ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Para pelajar kami imbau untuk mulai mempersiapkan diri, baik dari segi akademik maupun administrasi”, pesan Sinulingga.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui:

http://www.beasiswasdmsawit.id & http://www.akpy-stiper.ac.id dan Hotline Informasi: +62 822-4411-1225 | +62 857-4756-0111 (AKPY-STIPER).

Dengan adanya program ini, masa depan cerah bukan lagi sekadar mimpi bagi generasi muda Muba. Kesempatan telah dibuka lebar—tinggal keberanian untuk melangkah dan meraih peluang.

Di tengah hamparan kebun sawit yang luas, kini tumbuh harapan baru: lahirnya generasi ahli sawit dari Musi Banyuasin yang siap bersaing di panggung dunia.

BPDPKS dan Perannya

Program beasiswa ini didanai oleh BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit), sebuah lembaga yang memiliki peran penting dalam pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia. BPDPKS adalah badan yang dibentuk pemerintah untuk mengelola dana perkebunan kelapa sawit, yang berasal dari pungutan ekspor produk sawit.

Dana tersebut kemudian digunakan untuk berbagai program strategis, seperti: Pengembangan SDM perkebunan sawit; Riset dan inovasi; Peremajaan kebun sawit rakyat; dan Promosi dan keberlanjutan industri sawit.

Salah satu program unggulan BPDPKS adalah Beasiswa SDM Sawit, yang memberikan kesempatan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga pekebun, pekerja, maupun pelaku industri sawit. Tujuannya adalah menciptakan generasi baru yang tidak hanya memahami praktik perkebunan, tetapi juga memiliki wawasan teknologi, manajemen, dan keberlanjutan.

Dengan adanya dukungan dari BPDPKS, pemerintah daerah seperti Muba dapat menghadirkan program pendidikan berkualitas tanpa membebani anggaran daerah (non-APBD).

AKPY-STIPER Yogyakarta: Kampus Sawit Berkelas Nasional

Sebagai mitra pelaksana pendidikan, AKPY-STIPER Yogyakarta memiliki reputasi kuat dalam bidang perkebunan, khususnya kelapa sawit. Kampus ini dikenal sebagai salah satu institusi vokasi yang fokus mencetak tenaga profesional di sektor agribisnis dan perkebunan.

Berlokasi di Yogyakarta, AKPY-STIPER menawarkan kurikulum berbasis praktik dengan dukungan tenaga pengajar berpengalaman serta jaringan industri yang luas. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga terjun langsung ke lapangan melalui praktik kerja dan magang di perusahaan perkebunan.

Beberapa keunggulan AKPY-STIPER antara lain: Kurikulum berbasis kebutuhan industri; Fasilitas praktik yang memadai; Sertifikasi kompetensi nasional; dan Kemitraan dengan perusahaan sawit besar. Dengan pendekatan ini, lulusan diharapkan siap kerja dan mampu langsung berkontribusi di dunia industri.  (maspril aries)

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *