Home / News / Ini 15 Anak Muda Muba Menjemput Masa Depan ke Industri Migas Nasional

Ini 15 Anak Muda Muba Menjemput Masa Depan ke Industri Migas Nasional

KINGDOMSRIWIJAYA, Sekayu – Udara pagi di Bumi Serasan Sekate terasa berbeda bagi lima belas anak muda terpilih. Di pengujung tahun 2025, tepatnya pada Rabu, 31 Desember, sebuah kabar gembira berhembus dari kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Musi Banyuasin (Muba), yang membawa harapan baru bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.

Ini bukan sekadar pengumuman kelulusan biasa; ini adalah tiket emas menuju perubahan nasib dan peningkatan martabat sumber daya manusia (SDM) di tanah yang kaya akan cadangan energi tersebut.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba secara resmi mengumumkan 15 putra daerah yang berhasil lolos seleksi ketat Program Pelatihan Bantuan Masyarakat (PBM) Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun Anggaran 2026. Program ini merupakan buah manis dari sinergi strategis antara Pemkab Muba dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) Cepu.

Bagi Bupati Muba, Toha Tohet, pengumuman ini adalah perwujudan dari janji politik dan visi besarnya bersama Wakil Bupati Kyai Abdur Rohman Husen. Sejak awal masa jabatan, duet pemimpin ini telah memancangkan target tinggi, mewujudkan “Muba Maju Lebih Cepat”. Kuncinya bukan sekadar pada kekayaan alam yang melimpah, melainkan pada kualitas manusia yang mengelolanya.

“Selamat kepada para peserta yang lulus. Ini adalah langkah nyata kita untuk terus mencetak tenaga kerja lokal yang memiliki daya saing tinggi dan sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional di sektor industri migas yang strategis”, kata Bupati Toha Tohet dengan nada penuh kebanggaan.

Bupati menyadari bahwa selama ini, tantangan terbesar daerah penghasil migas adalah penyerapan tenaga kerja lokal yang terkendala masalah sertifikasi. Melalui program PBM ESDM yang didanai oleh APBN ini, hambatan tersebut perlahan mulai diruntuhkan.


Kepala Disnakertran Muba Herryandi Sinulingga (kanan) dan pimpinan PPSDM Kementerian ESDM. (FOTO: Dok Disnakertrans Muba)

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM dan PPSDM Cepu. Kami berharap setiap tahun program ini berjalan terus untuk melatih generasi muda kita. Kepada Kadisnakertrans dan tim kerjanya, saya minta terus maksimal memanfaatkan peluang pelatihan vokasi seperti ini, baik melalui APBN maupun sumber resmi lainnya”, ujarnya.

Perjalanan menuju kelulusan ini tidaklah mudah. Menurut Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga AP, proses seleksi dilakukan dengan sangat transparan dan kompetitif. Dimulai dari ujian seleksi rekrutmen pada 22 Desember 2025 di Balai Latihan Kerja (BLK) Sekayu, para peserta harus membuktikan kemampuan dan kesungguhan mereka.

“Pengumuman ini didasarkan pada hasil seleksi dan surat resmi pemanggilan dari PPSDM Migas. Kami telah menetapkan peserta terbaik yang dibagi ke dalam tiga bidang keahlian utama yang sangat dibutuhkan oleh industri migas saat ini”, katanya.

Tiga bidang keahlian yang akan diikuti anak-anak muda dari Muba tersebut adalah Juru Las (Welding), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dan Scaffolding. Ketiganya merupakan pilar teknis dalam operasional lapangan migas yang menuntut ketelitian dan standar keamanan tinggi.

Berikut adalah nama-nama ksatria muda Muba yang akan berangkat menempa ilmu:

Kejuruan Juru Las (Welding):

Keahlian ini menuntut presisi tingkat tinggi. Nama-nama yang berhasil lolos adalah Ahmad Fahry, Satrya Mandala Putra, Deby Ronizar, Dava Abi Rafelindo, dan Ahmad Alpin.

Kejuruan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3):

Menjadi garda terdepan dalam menjaga nyawa dan aset di lapangan. Mereka yang terpilih adalah Muhammad Ikraam, Dendi Sunesti, Sela Susilawati, Arief Sidratul Muntaha, dan Ismail.

Kejuruan Scaffolding:

Keahlian struktur pendukung yang krusial bagi mobilitas pekerja migas. Kelima pemuda tersebut adalah M. Dwi Januarta Putra, Rendi Kurniawan, Aris Santoso, M Fakhruzi Nurhaffy Pasha, dan Ilham Mushodiq.


Ilustrasi pelatihan di PPSDM Migas Cepu. (FOTO: ppsdmmigas.esdm.go.id)

Bagi ke-15 peserta ini, perayaan kelulusan tidak boleh membuat mereka terlena. Tugas administratif telah menanti di awal tahun baru. Herryandi Sinulingga menegaskan pentingnya kedisiplinan dalam tahap Registrasi Ulang. “Bagi seluruh nama yang telah disebutkan, wajib melaksanakan langkah-langkah administratif selanjutnya”, kata Herryandi.

Para peserta diwajibkan hadir pada Kamis, 08 Januari 2026. Waktu Pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai. Tempat di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Musi Banyuasin.

Ketegasan ini bukan tanpa alasan. Industri migas adalah dunia yang sangat menghargai waktu dan prosedur. Registrasi ulang ini menjadi tes mental pertama bagi para calon tenaga kerja profesional tersebut sebelum mereka benar-benar terjun ke pusat pelatihan di Cepu.

Di bawah kepemimpinan Herryandi, Disnakertrans Muba juga semakin adaptif dengan teknologi informasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap putra daerah, baik yang berada di pusat kota Sekayu maupun di pelosok kecamatan, mendapatkan akses informasi yang sama.

Masyarakat dan peserta diminta untuk terus memantau pembaruan informasi melalui saluran resmi digital: Instagram: @sdmunggul.mubakab,

Facebook: SDM Unggul Muba, dan TikTok: disnakertrans muba

“Pengumuman ini merupakan wujud transparansi kami dalam menjaring putra-putri daerah terbaik agar siap bekerja di industri migas kelak”, ujar mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muba.

Lulusnya 15 pemuda ini adalah sebuah pesan kuat, bahwa Muba tidak lagi hanya ingin menjadi penonton di atas kekayaan buminya sendiri. Dengan sertifikat kompetensi nasional yang nantinya akan mereka kantongi, mereka bukan lagi sekadar pencari kerja biasa, melainkan tenaga ahli yang siap bersaing secara global. (maspril aries)

#Penulisan konten ini diolah dengan bantuan AI.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *