Home / Bisnis / PTBA Tbk Siap Pasarkan Produk Hilirisasi Batu Bara Merek BA Grow

PTBA Tbk Siap Pasarkan Produk Hilirisasi Batu Bara Merek BA Grow

Bentuk kemasan produk hilirisasi PTBA bernama BA Grow. (FOTO: Humas PTBA)

KINGDOMSRIWIJAYA, Tanjung Enim – Ini satu produk hilirisasi terbaru dari PT Bukit Asam (PTBA) Tbk. BUMN tambang yang berpusat di Tanjung Enim, Sumatera Selatan (Sumsel), siap melangkah maju dengan komersialisasi produk hilirisasi batu bara berkalori rendah, yaitu kalium humat yang akan dipasarkan dengan merek dagang BA Grow.

Menurut Eko Prayitno PH Corporate Secretary Division Head PT Bukit Asam Tbk dalam keterangan persnya, “Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung kemandirian pangan dan hilirisasi industri di Indonesia”.

“Kalium humat merupakan pupuk organik alami yang berasal dari garam kalium asam humat, sebuah senyawa kompleks yang diekstraksi dari lignit atau batu bara kalori rendah. Produk ini berfungsi sebagai pembenah tanah sekaligus sumber kalium organik, dan sangat efektif untuk meningkatkan kesuburan tanah, efisiensi penyerapan nutrisi, serta meningkatkan ketahanan dan produktivitas tanaman”, kata Eko Prayitno, Rabu (3/9).

Pengembangan kalium Humat ini berawal dari Prof Ferian Anggara Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) beserta tim peneliti yang telah lama menaruh perhatian pada pengembangan senyawa humat. Melalui tim riset lintas fakultas, lahirlah Gamahumat, produk humat yang terbukti mampu meningkatkan efisiensi pemupukan, memperbaiki kualitas tanah, dan mendorong hasil pertanian lebih berkelanjutan.

Keberhasilan tersebut kini diperluas melalui hilirisasi batubara menjadi Kalium Humat, sehingga memberikan nilai tambah pada sumber daya lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ini merupakan komitmen PTBA untuk terus melakukan pengembangan bisnis. Kalium humat menjadi salah satu bentuk hilirisasi batu bara yang dilakukan oleh PTBA untuk mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang berfokus pada kemandirian pangan, hilirisasi industri, dan kesejahteraan masyarakat”, kata Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk Turino Yulianto.


Bentuk kemasan produk hilirisasi PTBA bernama BA Grow. (FOTO: Humas PTBA)
Bentuk kemasan produk hilirisasi PTBA bernama BA Grow. (FOTO: Humas PTBA)

Menurut Turino, “Kalium humat adalah bukti persembahan kami bagi negeri untuk menghadirkan energi tanpa henti. Kami pun siap mengkomersialisasikan kalium humat ini dengan brand produk BA Grow. BA Grow siap dikomersialisasikan oleh PTBA ini berbentuk padat dan cair”.

Eko Prayitno menjelaskan, produk BA Grow telah memenuhi standar senyawa humat sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 261/KPTS/SR.310/M/4/2019.

Sementara itu Guru Besar Ferian Anggara menjelaskan, bahwa kalium humat merupakan pembenah tanah. Oleh karena itu, penggunaan pun tetap harus dibarengi dengan pupuk lain untuk memberikan unsur-unsur yang tetap dibutuhkan oleh tanaman.

“Jadi ini bukan pengganti pupuk tetapi ini adalah pembenah tanah. Pada saat tanahnya sudah kita benahi maka penggunaan pupuknya bisa berkurang. Jadi fungsinya adalah mengurangi penggunaan pupuknya”, ujarnya.

Seorang petani Hasan Asnawi, Kelompok Tani di Bimomartani yang menggunakan produk BA Grow sebagai tempat lahan percontohan menjelaskan, bahwa penggunaan kalium humat telah membawa perubahan signifikan pada hasil panen.

“Pemakaian kalium humat terbukti meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk urea dan NPK. Kami petani berharap BA Grow bisa segera digunakan oleh semua petani di Indonesia, karena hasilnya memang beda, kemudian nasinya juga lebih enak”, ujar Hasan. (maspril)

Tagged: