KINGDOMSRIWIJAYA, Tanjung Enim – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kembali memberikan anugerah lingkungan Penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) 2024. Penghargaan diberikan kepada perusahaan yang telah menjalankan praktik-praktik terbaik dalam menjaga dan mengelola lingkungan hidup.
Pada penyerahaan penghargaan Proper 2024 yang berlangsung, Senin (24/2), lagi-lagi PT Bukit Asam (PTBA) Tbk berhasil menyabet penghargaan Proper Emas. Penghargaan diberikan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq kepada Direktur Utama PTBA Tbk Arsal Ismail.
“Dua Proper Emas tahun 2024 bagi PTBA diperoleh oleh Unit Pertambangan Tanjung Enim, Sumatera Selatan dan Unit Pelabuhan Tarahan, Lampung”, kata Niko Chandra Corporate Secretary PTBA Tbk, Senin (24/2).
Bagi PTBA menerima penghargaan Proper Emas secara berturut sejak tahun 2020, 2021, 2022, 2023 dan 2024. Selain kategori Proper Emas, PTBA juga berhasil meraih Proper Hijau untuk Unit Dermaga Kertapati, Sumatera Selatan.
Menurut Menteri LH, program Proper merupakan salah satu kebijakan pemerintah untuk mendorong pengelolaan lingkungan hidup yang lebih baik. “Penghargaan Proper ini diharapkan akan menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kinerja dan inovasi dalam pengelolaan lingkungan hidup. Proper juga telah banyak menumbuhkan banyak sekali inovasi ekologi dan inovasi sosial. Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada perusahaan yang telah mendapatkan penghargaan Proper”, katanya.
Menteri Hanif Faisol, mengharapkan Penghargaan Proper akan menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kinerja dan inovasi dalam pengelolaan lingkungan hidup. “Proper juga telah banyak menumbuhkan banyak sekali inovasi ekologi dan inovasi sosial. Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada perusahaan yang telah mendapatkan penghargaan Proper”, ujarnya.

Sementara Direktur Utama PTBA mengatakan, “Dua Proper Emas dan satu Proper Hijau ini menunjukkan bahwa perusahaan telah melakukan pengelolaan lingkungan dan pengembangan masyarakat secara berkesinambungan. Terima kasih kepada pemerintah serta Kementerian LH atas apresiasi ini”.
Menurut Arsal, “Bukit Asam senantiasa menjalankan prinsip keberlanjutan dalam upaya menghadirkan Energi Tanpa Henti untuk negeri. Apresiasi ini tentunya menambah motivasi kami untuk terus berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat”.
Selaras dengan visi PTBA menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan, PTBA menjalankan program Eco Inovasi sebagai salah satu implementasi praktik pertambangan terbaik (Good Mining Practice).
Lentera Sukomoro
Menurut Niko Chandra, terdapat beberapa inovasi dalam Program Eco Inovasi. Di Unit Pertambangan Tanjung Enim, tanaman Kiambang dimanfaatkan untuk menghilangkan bahan pencemar dalam air asam tambang. Di Unit Pelabuhan Tarahan dilakukan re-design proses batu pack removal dengan instalasi Asynchronus Motor. Dengan modifikasi tersebut, pemindahan batu bara yang ukurannya terlalu besar jadi lebih mudah, proses pengangkutan pun lebih efektif dan efisien.
“Di Unit Dermaga Kertapati, PTBA melakukan modifikasi Haulage Unloading Apron Feeder ke stockpile. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam proses bongkar muat batu bara”, ujar Niko.
Kemudian PTBA juga membuat berbagai inovasi sosial. Salah satunya adalah program Dorong Ekonomi Sektor Agrikultur Dengan Inovasi Menuju Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Desa Impian) yang dijalankan di Unit Pertambangan Tanjung Enim.

Ada juga program Coastal Ranger Cuku NyiNyi yang dijalankan Unit Pelabuhan Tarahan untuk merestorasi segitiga ekosistem pesisir, tujuannya yakni mendukung pengembangan ekowisata dan pemberdayaan masyarakat setempat. Di Unit Dermaga Kertapati memiliki program Lele Olahan Membawa Sejahtera di Sukamoro (Lentera Sukamoro) yang memanfaatkan lubang-lubang bekas galian batu bata untuk kolam budidaya ikan dan sayuran akuaponik.
“Melalui inovasi-inovasi sosial tersebut, Bukit Asam berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara bijak dan berkelanjutan”, kata Direktut Utama PTBA.
Proper 1995
Proper merupakan penghargaan yang dianugerahkan kepada perusahaan yang terbukti menerapkan sistem manajemen lingkungan yang baik, meliputi penerapan efisiensi energi, penurunan emisi, efisiensi air dan penurunan beban pencemaran air, pengurangan dan pemanfaatan limbah B3, pengurangan dan pemanfaatan limbah non B3, serta perlindungan keanekaragaman hayati.
Penghargaan Proper telah diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup sejak 1995 dari Program Kali Bersih (Prokasih) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas air sungai yang tercemar. Program ini sempat terhenti, diperluas pada 2002 dan mengalami inovasi pada 2019.
Kriteria penilaian Proper sendiri dibagi dalam dua kategori yakni ketaatan dan kriteria penilaian lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond compliance).
Kriteria ketaatan didasarkan pada upaya perusahaan dalam memenuhi hal di bawah: 1. Pengendalian Pencemaran Air; 2. Pemeliharaan Sumber Air; 3. Pengendalian Pencemaran Udara; 4. Pengelolaan Limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya); 5. pengelolaan limbah nonB3; Pengelolaan B3; 7. Pengendalian Kerusakan Lahan dan 8. Pengelolaan Sampah
Tahun 2024, sebanyak 4.495 perusahaan ikut dalam penilaian Proper. Dari 4.495 perusahaan tersebut, sebanyak 85 perusahaan mendapat Proper Emas, 227 perusahaan Proper Hijau, 2.649 perusahaan meraih Proper Biru sebanyak 1.313 perusahaan Proper Merah, dan sisanya 16 perusahaan mendapat Proper Hitam. (maspril aries)






