Penandatangan Perjanjian Kerja Sama Program Penghijauan Hulu Migas oleh KKKS dengan Dinas Kehutanan Sumsel. (FOTO: Humas SKK Migas)
Medco Tanam 30.000 Batang, PHE 1.000 Batang
KINGDOMSRIWIJAYA, Palembang – Kepedulian terhadap hutan mangrove tidak hanya oleh masyarakat pesisir pantai khususnya nelayan. Kepedulian terhadap pelestarian hutan mangrove juga menjadi bagian dari perusahaan minyak dan gas (migas) yang beroperasi di Sumatera Selatan (Sumsel).
Dua perusahaan migas atau KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) Medco E&P dengan dua anak perusahaannya Medco E & P Indonesia dan Medco E&P Grissik Ltd, serta Pertamina Hulu Energi Jambi Merang bersama SKK Migas menjalin kerjasama ditandai dengan Penandatangan Perjanjian Kerja Sama Program Penghijauan Hulu Migas berupa Penanaman Mangrove di Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, pekan lalu.
Dalam perjanjian tersebut, Medco E&P Indonesia dan Medco E&P Grissik Ltd akan menanam sebanyak 30.000 batang bibit mangrove dan PHE Jambi Merang sebanyak 1.000 batang bibit mangrove di Sungsang.
Menurut Kepala Departemen Komunikasi dan Formalities SKK Migas Perwakilan Sumbagsel Safe’i Syafri, melalui kerjasama tersebut SKK Migas dan KKKS berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pelestarian lingkungan hidup di sekitar wilayah operasi.
“Melalui Program Pengembangan Masyarakat atau PPM Bidang Lingkungan, dua anak perusahaan Medco Energi tersebut bersama dengan SKK Migas dan KKKS Pertamina Hulu Energi Jambi Merang melaksanakan penanaman Mangrove di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Program Penghijauan Hulu Migas tersebut dilaksanakan melalui Lembaga Desa Pengelola Hutan Desa (LDPHD) selaku Lembaga Desa yang diberikan kewenangan dalam pengelolaan Hutan Desa Sungsang IV”, katanya, Jumat (26/7).

Safe’i juga menjelaskan tentang komitmen SKK Migas dalam menjalin hubungan baik dengan para pemangku kepentingan, salah satunya melalui kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan. “Dalam Program Penghijauan Hulu Migas, kami bekerjasama dengan stakeholder terkait, yaitu Dinas Kehutanan Provinsi Sumastera Selatan. Harapannya dampak positifnya akan lebih masif, untuk turut serta melestarikan alam dan menjaga lingkungan yang bermuara pada dapat menurunkan emisi karbon”, ujarnya.
Sementara itu Arif Rinaldi VP Relations & Security Medco E&P mengatakan, “Perusahaan terus berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan, terutama di sekitar wilayah operasi. Terima kasih atas dukungan semua pihak, sehingga Perusahaan dapat terus memenuhi kebutuhan energi nasional dengan aman dan lancar”.
M. Satrio Musabdo dari Pertamina Hulu Energi Jambi Merang menyampaikan, bahwa kerjasama dan penanaman mangrove sebagai bagian dari komitmen KKKS untuk berkontribusi terhadap lingkungan diimplementasikan di berbagai sektor.
Menurutnya, dalam penanaman mangrove, PHE Jambi Merang tidak bisa sendirian, kesuksesan penanaman 1000 mangrove hingga tanaman ini berdampak bagi masyarakat dan lingkungan perlu didukung ahlinya, yakni stakeholder terkait di level kabupaten hingga desa”.
Kepala Dinas Kehutanan Sumsel Koimudin yang hadir pada penandatanganan tersebut menyampaikan, inisiasi pelestarian alam memang sebaiknya tidak hanya datang dari pemerintah atau dinas terkait saja. “Juga datang dari stakeholder seperti KKKS migas dan SKK Migas. Kami mengapresiasi kepedulian perusahaan yang tidak hanya melaksanakan kewajiban, tetapi juga secara proaktif menanam pohon. Semoga penanaman mangrove dapat menghindarkan abrasi dan juga banjir bandang”, katanya. (maspril aries)






