Home / News / PTBA Menenun Reputasi Lewat Transparansi (Dalam Satu Hari Meraih Empat Piala PR dan Satu Anugerah Keterbukaan)

PTBA Menenun Reputasi Lewat Transparansi (Dalam Satu Hari Meraih Empat Piala PR dan Satu Anugerah Keterbukaan)

Empat piala Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2026. (FOTO: Humas PTBA).

KINGDOMSRIWIJAYA, Yogyakarta – Dalam rentang waktu yang nyaris bersamaan, sebuah pesan tentang pentingnya komunikasi yang kredibel dan keterbukaan informasi menggema dari dua panggung berbeda. Di satu sisi, gemerlap apresiasi insan hubungan masyarakat nasional. Di sisi lain, forum resmi yang menegaskan hak publik atas informasi. Di kedua panggung itu, nama yang sama disebut berulang “PT Bukit Asam Tbk”.

Dalam sepekan, BUMN anggota MIND ID atau PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sukses memborong empat penghargaan di ajang Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2026 dan sekaligus meraih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025 dari Komisi Informasi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untu kategori BUMN. Bagi perusahaan tambang yang berpusat di Tanjung Enim, semua yang diraih bukan sekadar tentang trofi, melainkan menjadi penanda konsistensi membangun reputasi melalui komunikasi strategis dan tata kelola informasi yang transparan.

Jumat malam, 13 Februari 2026, suasana di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta terasa berbeda. Para praktisi komunikasi dari berbagai institusi—korporasi, kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah—berkumpul dalam satu perhelatan tahunan yang telah menjadi barometer kinerja public relations di Tanah Air. Tema yang diusung tahun ini, “Merajut Narasi dan Memperkuat Reputasi untuk Negeri”, seakan menemukan relevansinya dalam dinamika komunikasi korporasi yang kian kompleks.

Di panggung Public Relations Indonesia Awards 2026 itulah PTBA dipanggil bukan sekali, melainkan empat kali. Empat piala dari kategori berbeda berhasil diraih sebagai bentuk pengakuan atas kerja-kerja komunikasi yang selama ini mungkin tak selalu terlihat di permukaan, tetapi terasa dampaknya bagi para pemangku kepentingan.

Piala pertama untuk kategori Kanal Digital sub kategori Website. Piala kedua, pada Kategori Owned Media subkategori Majalah Enermia edisi Oktober 2025. Piala ketiga untuk kategori Program PR sub kategori Corporate PR melalui program “PTBA Wujudkan Energi Tanpa Henti”. Dan piala keempat, kategori Program PR sub kategori Digital PR lewat kampanye “Energi Tanpa Henti ke Seluruh Penjuru Negeri”.

Empat penghargaan tersebut memperlihatkan satu benang merah, yakni transformasi komunikasi yang terintegrasi, dari kanal digital, media internal, hingga program komunikasi korporasi yang menyentuh publik secara langsung dan daring.


Perwakilan PTBA menerima piala Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2026. (FOTO: Humas PTBA).

Website sebagai Wajah Transparansi

Di era ketika publik menuntut informasi serba cepat dan akurat, website korporasi tak lagi sekadar etalase statis. Ia adalah wajah pertama yang dilihat investor, jurnalis, mitra bisnis, hingga masyarakat umum.

Penghargaan pada kategori Website menunjukkan bahwa PTBA mampu menjadikan kanal digitalnya sebagai pusat informasi yang informatif, mudah diakses, dan relevan. Di dalamnya termuat laporan tahunan, laporan keberlanjutan, kinerja operasional, hingga berbagai inisiatif tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Bagi perusahaan terbuka seperti PTBA, kehadiran website yang terkelola dengan baik bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi. Ia menjadi instrumen strategis untuk membangun kepercayaan. Informasi yang tersaji secara komprehensif dan terstruktur membantu publik memahami arah transformasi bisnis, strategi keberlanjutan, serta komitmen perusahaan terhadap prinsip tata kelola yang baik.

Website bukan hanya soal desain dan navigasi. Ia mencerminkan cara perusahaan memandang transparansi: apakah sebagai beban administratif atau sebagai nilai inti.

Enermia: Merawat Narasi Lewat Owned Media

Penghargaan kedua datang dari kategori Owned Media, melalui Majalah Enermia edisi Oktober 2025. Di tengah derasnya arus informasi digital, keberadaan majalah korporasi mungkin terdengar klasik. Namun bagi PTBA, media internal tersebut menjadi ruang untuk mengolah cerita secara lebih mendalam.

Enermia tak hanya menampilkan capaian kinerja. Ia merangkum perjalanan transformasi, kisah inovasi, serta potret insan perusahaan di berbagai lini. Narasi yang dibangun bukan sekadar laporan angka, melainkan cerita tentang manusia, tantangan, dan semangat perubahan.

Owned media memberi keleluasaan bagi perusahaan untuk menyampaikan pesan secara utuh, tanpa terpotong oleh keterbatasan ruang atau sudut pandang eksternal. Dalam konteks reputasi, konsistensi menghadirkan konten yang bernilai menjadi investasi jangka panjang. Di sinilah komunikasi tak lagi berdiri sebagai fungsi pendukung, melainkan bagian integral dari strategi bisnis.


Perwakilan PTBA bersama para penerima piala Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2026. (FOTO: Humas PTBA).

Energi Tanpa Henti dan Digital PR

Dua penghargaan lainnya menyoroti program komunikasi bertajuk “Energi Tanpa Henti”. Frasa tersebut bukan sekadar slogan. Ia menjadi payung besar yang merepresentasikan semangat perusahaan dalam memastikan pasokan energi sekaligus menjalankan transformasi menuju praktik yang lebih berkelanjutan.

Pada sub kategori Corporate PR, program “PTBA Wujudkan Energi Tanpa Henti” dinilai berhasil menyelaraskan pesan korporasi dengan kebutuhan informasi publik. Program ini mengomunikasikan bagaimana perusahaan menjaga keberlanjutan operasional, mengembangkan hilirisasi, serta memperkuat kontribusi terhadap ketahanan energi nasional.

Sementara pada sub kategori Digital PR, kampanye “Energi Tanpa Henti ke Seluruh Penjuru Negeri” menunjukkan adaptasi perusahaan terhadap lanskap komunikasi digital. Pemanfaatan media sosial, konten multimedia, dan pendekatan interaktif menjadi kunci menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam.

Kedua program tersebut menegaskan bahwa reputasi tak dibangun dalam satu malam. Ia adalah hasil dari pesan yang konsisten, nilai yang jelas, dan dialog yang terbuka.

Komunikasi sebagai Pilar Reputasi

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, menyebut penghargaan di PRIA 2026 sebagai pengakuan atas konsistensi perusahaan dalam membangun komunikasi korporasi yang strategis, kredibel, dan relevan. “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa komunikasi yang terencana, konsisten, dan berbasis nilai mampu memperkuat reputasi perusahaan”, katanya, Kamis (19/2).

Menurut Eko, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan perusahaan. Narasi yang kuat tidak lahir dari satu divisi semata, melainkan dari sinergi lintas fungsi—operasional, keuangan, keberlanjutan, hingga sumber daya manusia.


Perwakilan PTBA dengan penghargaan Keterbukaan Informasi. (FOTO: Humas PTBA)

Eko meyakini bahwa narasi yang dibangun dengan integritas dan transparansi akan menghadirkan kepercayaan publik. Dalam konteks BUMN, kepercayaan itu menjadi modal sosial yang sangat penting. Publik tak hanya menilai kinerja finansial, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan.

Komunikasi yang baik, pada akhirnya, adalah komunikasi yang jujur—mengakui tantangan, menjelaskan strategi, dan membuka ruang dialog.

Anugerah Keterbukaan Informasi

Pada hari yang sama, 13 Februari 2026, ratusan kilometer dari Yogyakarta, seremoni berbeda berlangsung di Palembang. Di Griya Agung, Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025 diserahkan kepada badan-badan publik yang dinilai unggul dalam implementasi prinsip transparansi.

Dalam ajang yang digelar oleh Komisi Informasi Provinsi Sumsel tersebut, PTBA meraih penghargaan kategori BUMN dengan nilai 94,84 — menempatkannya pada kualifikasi tinggi dalam sistem evaluasi. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang.

Berdasarkan penilaian dari Komisi Informasi Sumsel bahwa penganugerahan tahun ini merupakan hasil evaluasi ketat terhadap 312 badan publik yang dimulai sejak Februari 2025. Penilaian dilakukan secara komprehensif, mencakup aspek kelembagaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), kualitas Daftar Informasi Publik (DIP), pelayanan permohonan informasi, hingga pengembangan teknologi informasi.

Dengan skor 94,84, PTBA dinilai mampu mengimplementasikan prinsip keterbukaan informasi publik secara konsisten. Artinya, perusahaan tidak hanya responsif terhadap permintaan informasi, tetapi juga proaktif menyediakan data yang relevan dan mudah diakses.

Dalam konteks perusahaan energi yang memiliki dampak luas terhadap masyarakat dan lingkungan, keterbukaan informasi menjadi krusial. Publik ingin mengetahui bagaimana perusahaan mengelola sumber daya, memitigasi risiko, serta menjalankan tanggung jawab sosialnya.

“Penghargaan keterbukaan informasi menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan praktik Good Corporate Governance atau GCG. Sekaligus merupakan wujud komitmen PT Bukit Asam dalam menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Kami meyakini bahwa keterbukaan informasi merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan para pemangku kepentingan serta mendukung keberlanjutan perusahaan”, kata Eko Prayitno Corporate Secretary Division Head PTBA Tbk, Kamis (19/2).


Perwakilan PTBA bersama para penerima piala Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2026. (FOTO: Humas PTBA).

Sebagai perusahaan energi yang tengah bertransformasi menuju praktik yang lebih ramah lingkungan, PTBA menghadapi ekspektasi tinggi dari publik. Isu dekarbonisasi, transisi energi, dan keberlanjutan menjadi sorotan global.

Dalam situasi seperti itu, komunikasi dan keterbukaan bukan lagi pilihan. Ia adalah keharusan. Laporan keberlanjutan, paparan publik, serta kanal digital yang interaktif menjadi instrumen untuk menjelaskan langkah-langkah strategis perusahaan.

Dengan sistem layanan informasi berbasis digital yang terus dikembangkan, PTBA berupaya mempermudah akses publik terhadap berbagai dokumen penting—mulai dari laporan tahunan hingga program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

Reputasi yang Ditenun, Bukan Dibeli

Apa makna lima penghargaan dalam satu hari tersebut? Bagi sebagian orang, ia mungkin sekadar pencapaian simbolik. Namun dalam dunia korporasi, reputasi adalah aset tak berwujud yang nilainya bisa melampaui angka-angka di laporan keuangan.

Reputasi dibangun dari konsistensi antara kata dan tindakan. Ketika komunikasi korporasi selaras dengan praktik tata kelola, publik melihat keseriusan. Ketika informasi tersedia secara terbuka dan mudah diakses, publik merasakan penghormatan.

Ajang Public Relations Indonesia Awards 2026 yang telah menjadi barometer kinerja PR sejak 2016 memberi validasi dari komunitas profesional komunikasi. Sementara Anugerah Keterbukaan Informasi Publik memberi pengakuan dari regulator dan otoritas informasi.

Dua jenis apresiasi ini saling melengkapi. Satu menilai kualitas narasi dan strategi komunikasi, yang lain menilai implementasi prinsip transparansi dalam tata kelola.


Perwakilan PTBA dengan penghargaan Keterbukaan Informasi. (FOTO: Humas PTBA)

Menjawab Tantangan Era Digital

Di tengah disrupsi informasi, hoaks, dan polarisasi opini publik, perusahaan dituntut lebih gesit dan adaptif. Komunikasi tak lagi satu arah. Ia harus dialogis.

PTBA, melalui berbagai kanal digital dan program PR, berupaya membangun percakapan yang konstruktif. Respons cepat terhadap isu, penyajian data yang faktual, serta keterlibatan aktif di ruang digital menjadi bagian dari strategi.

Penghargaan di kategori Digital PR menunjukkan bahwa perusahaan tak tertinggal dalam memanfaatkan teknologi komunikasi. Konten kreatif, visual yang menarik, dan pesan yang mudah dipahami membantu menjembatani jarak antara korporasi dan publik.

Namun teknologi hanyalah alat. Yang lebih penting adalah nilai yang mendasari pesan tersebut: integritas, akuntabilitas, dan komitmen terhadap kepentingan bersama.

Energi untuk Negeri, Informasi untuk Publik

Pada akhirnya, cerita tentang empat penghargaan PR dan satu anugerah keterbukaan informasi ini bermuara pada satu hal: kepercayaan.

Energi yang dihasilkan perusahaan menggerakkan industri dan rumah tangga. Namun kepercayaanlah yang menggerakkan dukungan publik.

Melalui komunikasi yang terencana, konsisten, dan berbasis nilai, serta komitmen pada keterbukaan informasi, PTBA berupaya memastikan bahwa setiap langkah transformasi dapat dipahami dan diawasi oleh publik.

“Ke depan, PT Bukit Asam akan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan informasi publik serta memastikan seluruh proses bisnis berjalan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan berkelanjutan” ujar Eko.

Dalam sepekan, lima penghargaan mungkin tampak sebagai klimaks. Namun bagi PTBA, ia adalah titik koma—penanda jeda sebelum melangkah lebih jauh. Di tengah lanskap bisnis yang berubah cepat, perusahaan ini memilih satu strategi yang tepat: menenun reputasi lewat komunikasi yang kredibel dan transparansi yang nyata. Sebab pada akhirnya, reputasi bukan tentang seberapa sering nama disebut di panggung penghargaan, melainkan seberapa kuat ia dipercaya di ruang publik. (maspril aries)

#Penulisan konten ini diolah dengan bantuan AI.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *