Home / News / Muhamad Saman Promosi Novel “Stetoskop yang Dicuri” ke Komunitas Palembang Book Party

Muhamad Saman Promosi Novel “Stetoskop yang Dicuri” ke Komunitas Palembang Book Party

Muhamad Saman (kanan) menyerahkan satu novelnya “Stetoskop yang Dicuri” untuk Palembang Book Party. (FOTO: Maspril Aries)

KINGDOMSRIWIJAYA, Palembang – Penulis asal Sumatera Selatan (Sumsel) tepatnya Palembang yang baru saja menerbitkan novel berjudul “Stetoskop yang Dicuri” hadir pada pertemuan penggiat literasi yang bergabung dalam Palembang Book Party (Plbbookparty), Ahad (8/2).

Pada pertemuan ke-47 yang berlangsung di kafe Blok Semanggi di Jalan Jendral Sudirman Km 3,5 tersebut, Muhamad Saman menerbitkan novel terbaru sekaligus novel perdananya yang berjudul “Stetoskop yang Dicuri”.

Kehadiran Saman dan novelnya yang diterbitkan Pustaka Labrak bersama Kaki Bukit Literasi tersebut mendapat apresiasi dari anggota Plbbookparty. Menurut mereka ini merupakan surprise karena ada penulis lokal dari Palembang yang bersedia hadir di acara baca buku di sebuah komunitas yang anggotanya mayoritas dari kalangan milenial dan Gen-Z.

Saman yang hadir bersama Maspril Aries dari Kaki Bukit Literasi menjelaskan yang terkait dengan proses kreatif penulisan novel setebal 295 halaman tersebut. Menurutnya, draft naskah novel ini pertama kali mulai ditulis pada tahun 2009, saat penulis memulai fase kehidupan baru di Palembang. Namun, sebuah tragedi menimpa ketika laptop yang berisi draft naskah tersebut dicuri pada tahun 2010, menyebabkan hilangnya seluruh cerita yang telah disusun tanpa salinan cadangan.

“Saya mencoba merekonstruksi kembali cerita dan membuka file-file yang ada di CPU atau di email. Walau tidak lengkap, cerita itu kemudian saya tulis kembali. Sampai akhirnya, Alhamdulillah akhir 2025 lalu novel ini bisa naik cetak dan terbit. Bagi yang berminat memiliki nanti bisa komunikasi dengan koordinator Palembang Book Party”, kata Saman yang pernah bertugas menjadi bagian dari tim Public Relations (PR) atau Humas di BUMN PT Bukit Asam (PTBA) Tbk.

BACA JUGA: https://kingdomsriwijaya.id/posts/731362/stetoskop-yang-dicuri-novel-perdana-dari-seorang-pr-tentang-dunia-kedokteran/


Muhamad Saman mempromosikan novel “Stetoskop yang Dicuri” kepada anggota komunitas baca Palembang Book Party. (FOTO: Maspril Aries)

Butuh waktu lebih dari satu dekade untuk bisa menyusun kembali kata-kata demi kata menjadi kalimat lalu tertulis di sebuah buku. Novel “Stetoskop yang Dicuri” akhirnya terbit setelah Muhamad Saman purna tugas dari BUMN tambang batu bara yang berkantor pusat di Tanjung Enim tersebut.

Menurut Saman, ini adalah sebuah upayanya merajut kembali kisah yang sempat hilang tersebut. Rampung pada awal tahun 2025, novel ini menjadi bukti ketekunan dan semangat literasi yang tak padam.

Menurut Maspril Aries melengkapi penjelasan Saman, novel “Stetoskop yang Dicuri” adalah genre drama yang menarik, memadukan dunia medis, intrik bisnis, romansa, dan nilai-nilai spiritual. Dengan latar tempat utama di Palembang, novel ini tidak hanya menyajikan cerita, tetapi juga merekam atmosfer budaya dan sosial masyarakat setempat.

“Buku novel layak dimiliki dan dibaca khususnya bagi mereka yang berada di Palembang atau Sumatera Selatan, juga mereka yang tengah kuliah di Fakultas Kedokteran atau mereka yang sudah berkarir sebagai dokter” jurnalis dan penggiat literasi yang telah menerbitkan 21 judul buku.

Palembang Book Party

Ini sepenggal cerita tentang komunitas literasi atau komunitas baca buku yang bernama Palembang Book Party (Plbbookparty). Ini bukan organisasi struktural dengan keanggotaan yang ketat. Plbbookparty adalah wadah bertemunya pada pencinta buku, pembaca buku dan penggiat literasi yang mulai terbentuk di Palembang pada 3 Februari 2023. Pada 2026 sudah berusia tiga tahun.

Menurut salah seorang pemrakarsa Palembang Book Party, Riyadi Oyad, komunitas Palembang Book Party bermula dari kumpulkan anak muda yang gemar membaca buku di beberapa taman Kota Palembang. Lalu para anak muda atau disebut milienial dan Gen-Z bersepakat membentuk komunitas bersama karena menyukai buku dan senang berbagi pengetahuan seputar buku yang dibaca.


Novel “Stetoskop yang Dicuri”. (FOTO: Muhammad Rifky)

Pertemuan di antara anggota komintas berlangsung setiap pekan dengan tempat berpindah-pindah dari kafe ke kafe atau coffee shop yang ada di Palembang, bisa juga di taman-taman atau di kampus dan sekolah. Dalam setiap mereka yang tergabung di Palembang Book Party menyebut dirinya “book mates” selain berdiskusi tentang buku di setiap pertemuan. Dalam setiap pertemuan dihadiri kisaran 30 – 50 orang book mates atau teman buku dari sekitar 800 orang book mates yang pernah meluangkan waktunya untuk hadir.

Mereka menjalankan ritual membaca buku hening atau silent reading, lalu mereka yang hadir dibagi dalam kelompok untuk membahas buku yang mereka baca masing-masing. Puncaknya yang menjadi pleno wakil setiap kelompok memaparkan tentang buku yang mereka baca tentang isinya dan sebagainya. Seperti resensi buku namun disampaikan secara lisan, bukan tertulis. Ini disebut sebagai sesi “tukar pandang”, yang terakhir ritualnya foto bersama.

BACA JUGA: https://kingdomsriwijaya.id/posts/309480/literasi-dan-budaya-baca-berdetak-di-atas-kereta-lrt/

Selain pertemuan rutin setiap pekan komunitas ini juga aktif melakukan berbagai kegiatan lainnya. Satu kegiatan fenomenal yang pernah dilakukan adalah membaca buku di ruang publik. Palembang Book Party bersama Kelana Book Club menyelenggarakan bersama-sama membaca buku di angkutan atau transportasi umum.

Pada 24 Mei 2024 para book mates dari dua komunitas ini membaca buku

di transportasi umum kereta atau Light Rail Transit (LRT) yang melintas dari stasiun Bandara SMB II sampai ke stasiun DJKA di Jakabaring. Menurut Riyadi Oyad, membaca buku di ruang publik adalah langkah penting untuk membentuk kebiasaan positif membaca.

“Menurut kami, membaca buku tidak hanya seharusnya terjadi di ruang tertutup seperti rumah atau perpustakaan. Dengan membaca di tempat umum, kita dapat memotivasi orang lain untuk melakukannya juga”, kata book mates yang akrab disapa Oyad dan kini berkapasitas menjadi pembina Palembang Book Party.

Kehadiran Palembang Book Party yang mengumpulkan banyak anak muda yang gemar membaca telah menjadi oase di tengah krisis baca di Kota Palembang. Dengan kehadiran komunitas membaca buku dan sosialisasi yang marak di media sosial, mampu menghadirkan generasi milenial dan Gen-Z dari pelajar dan mahasiswa bahkan ada mereka yang sudah bekerja ikut berkumpul menggerakkan anak muda membaca buku. (maspril aries)

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *