Home / Teknologi / Perjuangan Agus Harizal Kelola Podcast dan Sejarahnya

Perjuangan Agus Harizal Kelola Podcast dan Sejarahnya

KINGDOMSRIWIJAYA – Menjelang tengah malam, Jumat (7/9), Agus Harizal Pemimpin Redaksi surat kabar Suara Nusantara yang juga host pada podcast “Lensa SN” berkirim pesan link tayangan podcast bertajuk “Jadilah Pemilih Independen di Pilgub Sumsel Podcast Bersama Maspril Aries”. Pesan berikutnya, “Seribu penonton”.

Dalam kurun sekitar satu bulan atau empat pekan setelah podcast ini tayang perdana ada sekitar 1.100 viewer yang meng-klik atau tayangan pada link: https://www.youtube.com/watch?v=4NFLnU2bvqk. Bagi tayangan podcast lokal jumlah penonton mencapai 1.000 pemirsa atau lebih dalam kurun waktu satu bulan dapat disebut sebagai tayangan atau kanal yang cukup populer.

Untuk tayangan talkshow atau podcats pada kanal youtube lokal/ daerah (berbeda dengan kanal selebriti atau tokoh nasional) bisa melewati angka 1.000 penonton atau view adalah kebanggaan karena ada kanal atau akun youtube untuk meraih 1.000 penonton atau lebih butuh waktu berbulan setelah tayang perdana. Sebagai perbandingan, ada kanal youtube lokal, setelah dua bulan tayang podcats-nya hanya ditonton 100 kali. Mengapa banyak tayangan podcast di kanal youtube kesulitan atau ngos-ngosan mendapat penontonnya?

Pada keterangan kanal Lensa SN, Agus Harizal mulai mengelola Lensa SN sejak 15 Januari 2022, sudah 221 video yang diunggah, dengan lembih dari 98.230 kali ditonton dan memiliki lebih dari 1.500 subcriber. Dalam kurun waktu lebih dari dua tahun mengelola Lensa SN, Agus Harizal sangat gigih mengelola akun media sosial (medsos) sebagi bagian dari konvergensi media koran Suara Nusantara. Sepanjang 31 bulan kanal Lensa SN sejak pertama kali tayang, setiap satu bulan ada tujuh tayangan podcast yang dipublikasikan.


Podcast di kanal Lensa SN bersama host Agus Harizal. (FOTO: Dok Lensa SN)
Podcast di kanal Lensa SN bersama host Agus Harizal. (FOTO: Dok Lensa SN)

Sejarah Podcast

Michael W Geoghegan dan Dan Klass tahun 2007 menerbitkan buku berjudul “Podcast Solutions: The Complete Guide to Audio and Video Podcasting” dalam buku tersebut menyebutkan, tahun 2004 tercatat sebagai awal kemunculan istilah podcast. Ben Hammersley menyebutkan kata “podcasting” di dalam artikelnya di www.theguardian.com yang membahas audioblogs dan radio online.

Selama hampir tujuh bulan, istilah “podcasting” seolah tenggelam sampai akhirnya beberapa orang menggunakannya sebagai nama pada saat mendaftarkan domain seperti yang dilakukan Dannie Gregoire yang mendaftarkan domain podcaster.net.

Awalnya istilah podcast cenderung identik dengan materi berformat audio. Seperti yang tertera di dalam kamus Oxford: “file audio digital yang tersedia di Internet untuk diunduh ke komputer atau pemutar media portabel, biasanya tersedia sebagai seri, angsuran baru yang dapat diterima oleh pelanggan secara otomatis.”

Jika di luar dikenal dengan istilah podcast, maka dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) podcast disebut dengan siniar, seperti istilah dalam internet upload dalam bahasa Indonesia menjadi unggah dan download dalam bahasa Indonesia diganti dengan unduh.

Versi lain menyebutkan, podcast audio telah berkembang sejak tahun 2005, saat Apple menambahkan materi podcast pada iTunes dengan tema-tema terbatas. Podcast merupakan singkatan dari ipod broadcasting yang merujuk pada perangkat Apple iPod sebagai platform distribusi podcast pertama, sedangkan “Broadcasting” yang berarti siaran atau penyiaran.

Ada yang mengatakan, podcast tergolong sebagai alternatif audio pengganti radio. Untuk mengakses podcast tersedia pada beragam platform, ada Spotify, YouTube, Anchor, Google Podcasts, dan Apple Podcasts. Podcast menjadi lebih populer, podcast memiliki empat ciri utama yang membedakannya dengan media audio lainnya yaitu episode, download dan streaming, serta topik yang tersegmentasi. Dari segi materii atau konten, podcast semakin berkembang dan beragam. Kemasannya dapat berupa sandiwara/drama, dialog/talkshow, monolog dan feature/dokumenter.


Agus Harizal Pemimpin Redaksi Suara Nusantara dan host podcasat Lensa SN. (FOTO: Tangkapan layar).
Agus Harizal Pemimpin Redaksi Suara Nusantara dan host podcasat Lensa SN. (FOTO: Tangkapan layar).

Demikian pula dengan tema atau topik yang disajikan juga sangat luas dan beragam, dari urusan mistik sampai sejarah, ilmu pengetahuan, politik, ekonomi, hukum dan gosip dan sebagainya. Bahkan menurut www.time.com, ada program podcast dapat menyamai popularitas serial drama televisi.

Dalam perkembangannya podcast yang tidak bisa lepas dari internet jika awalnya mengacu pada audio atau podcast audio, kini podcast juga mengacu pada materi dalam bentuk video.

Sehingga pengertian podcast , menurut Efi Fadilah, Pandan Yudhapramesti dan Nindi Aristi dalam “Podcast sebagai Alternatif Distribusi Konten Audio” (2017) dapat mengacu pada podcast audio atau podcast video atau video podcast atau vodcast. Menurut perusahaan Apple, membuat batasan podcast sebagai siaran audio dan video yang tersedia di internet untuk diputarkan pada perangkat portable atau komputer, seperti iPad, Ipod, atau Mac.

Singkat cerita, istilah podcast diartikan sebagai materi audio atau video yang tersedia di internet yang dapat secara otomatis dipindahkan ke komputer atau media pemutar portable dan telepon seluler baik secara gratis maupun berlangganan dan podcast Lensa SN milik Agus Harizal adalah salah satunya.

Produksi Podcast

Tentang sejarah podcast secara singkat sudah bisa dimengerti. Selanjutnya adalah mengenal karakteristik dari podcast. Menurut Muhammad Toyib, Syafiq Humaisyi dan M. Harir Muzakki dalam “Penggunaan Podcast dalam (STAD) untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak pada Mata Kuliah Listening I Prodi Tadris Inggris Jurusan Tarbiyah STAIN Ponorogo” (2012), karakteristik podcast dibagi menjadi empat karakteristik utama. Podcast sendiri memiliki karakteristik khusus dibanding media audio lain. Karakteristik itu ialah: download, tema yang segmented, episodic, dan streaming.

Podcast sendiri juga memiliki jenis yang terbagi menjadi tiga: audio podcast, podcast yang menggunakan visual, dan podcast yang berisikan film dengan dilengkapi suara. Dalam perkembangan podcast yang paling umum adalah podcast audio dan podcast


Tamu podcast Lensa SN. (FOTO: Tankapan layar)
Tamu podcast Lensa SN. (FOTO: Tankapan layar)

Dalam mengelola podcast, kerap dijumpai para pengelola atau ada yang menyebutnya kreator konten atau content creator yang abai pada tahapan porduksi sebuah podcast. Banyak content creator membangun dan memproduksi podcast, hanya fokus pada urusan teknis dan tidak peduli bagaimana sebuah program atau konten yang digarap bisa dikemas secara menarik.

Menurut Michael W Geoghegan dan Dan Klass, dalam memproduksi sebuah karya podcast, terdapat tiga elemen penting dalam produksi sebuah konten audio podcast: vokal, efek, dan backsound. “Ada elemen-elemen yang penting dan harus diperhatikan, berikut langkah-langkah yang penting dilakukan saat mengembangkan program podcast”, tulis Geoghegan dan Klass.

Geoghegan dan Klass juga mengajarkan tentang tahapan atau langkah- langkah yang dapat dilakukan dalam pembuatan program podcast yang sering dilupakan, diantaranya tujuan pasar dan penentuan kelompok pendengar. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan podcast adalah seberapa kuat hubungan anda dengan pendengar, dalam hal ini adalah kedekatan/proximity.

Kedekatan atau proximity adalah kunci penting dalam pembuatan suatu konten podcast. Topik apa yang akan diangkat, dengan niat apa podcast tersebut dibuat. Saat menemukan topik yang dirasa menarik, kembangkan dan buat topik tersebut menjadi lebih menarik saat didengar atau ditonton oleh orang lain.

Kemudian tahapan menentukan konsep yang memfokuskan akan suatu konten podcast tidak hanya dibuat dan ditujukan kepada segilintir orang, akan tetapi diharapkan juga dapat membantu banyak komunitas atau kelompok dengan minat yang sama. Pendengar atau penonton merupakan komunitas dan kelompok yang juga mendapat ketertarikan langsung.


Podcast Lensa SN (Tangkapan layar).
Podcast Lensa SN (Tangkapan layar).

Selanjutnya tahapan menentukan durasi dari tiap-tiap episode yang dibawakan. Durasi dalam suatu program podcast terbilang penting karena harus menyesuaikan bagaimana kenyamanan dari pendengar/ penonton untuk tiap tiap episode. Baik dalam format audio atau video, durasi yang terlalu panjang dapat membuat pembicaraan menjadi membosankan, serta dapat membuat pendengar bosan.

Juga harus diperhatikan dengan durasi yang lebih pendek juga terdapat kemungkinan informasi yang disampaikan tidak mencakup semuanya, hal ini dapat menimbulkan disinformasi.

Juga tidak boleh dilupakan, tahapan menyusun format penulisan script dari tiap-tiap episode. Banyak konten kreator, pengelola podcast atau podcaster tidak tahu dengan tahapan ini, dijumpai ada sebuah produksi podcast tanpa ada script sebagai panduan.

Geoghegan dan Klass mengingatkan, podcaster diwajibkan untuk menyusun format yang akan dibawakan. Tantangan bagi seorang podcaster adalah bagaimana untuk memulai dan mengakhiri sesi podcast tersebut. Tentu jangan lupa backsound instrumen atau musik untuk bridging podcast. Pada tahapan ini patut diperhatikan hak cipta dari musik atau instrumen yang digunakan. Cari instrumen yang tidak berbayar atau bebas dari hak cipta.

Setiap podcast yang menarik memiliki bridging untuk membuka tiap-tiap episode serta menutup episodenya. Durasi dari bridging biasanya berkisar 15 hingga 20 detik.

Artikel ini tidak masuk untuk membahas bagaimana menjaring pendengar atau penikmat kanal podcast, seperti tentang algoritma, seo (Search Engine Optimization) dan konvergensi media. Podcast sebagai salah satu platform media sosial bergantung pada algoritma dan seo. (maspril aries)

Tagged: