KINGDOMSRIWIJAYA – Beberapa daerah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih dilanda banjir. Selain bantuan penanggulangan yang dilakukan pemerintah provinsi (pemprov) bersama pemerintah kabupaten dan kota, bantuan juga datang dari mendapat bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Bantuan dari BNPB untuk penanganan darurat banjir di Sumsel diserahkan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Lilik Kurniawan langsung kepada Penjabat Gubernur Sumsel Agus Fatoni”, kata Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Sumsel M. Iqbal Alisyahbana, Jumat (26/1)
Iqbal menjelaskan, bantuan yang diterima Sumsel dari BNPB tersebut berupa bantuan operasional sebesar Rp1,85 miliar. “Juga bantuan lainnya berupa 5.500 pcs atau piece makanan siap saji, 5.500 lembar matras, 5.500 lembar selimut, 5.500 paket hygiene kit, 5.500 botol sabun cair, 11 unit tenda pengungsi dan 2.750 paket sembako. Bantuan ini akan diberikan pada provinsi serta 10 kabupaten dan kota di Sumsel”, katanya.
Kepada Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Penjabat (Pj) Gubernur Agus Fatoni menjelaskan, kondisi Sumsel saat ini cenderung rawan banjir dan longsor serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan atensi BNPB yang sudah diberikan untuk Sumsel termasuk untuk kabupaten dan kota. Bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi kami”, kata Fatoni yang didampingi Asisten I Pemprov Sumsel Edward Candra dan Kepala BPBD Iqbal Alisyahbana.
Menurut Fatoni, Pemerintah Provinsi Sumsel masih memiliki anggaran untuk penanggulangan bencana melalui Belanja Tidak Terduga (BTT). Sehingga dalam melakukan penanganan bencana seperti sebelumnya karhutla (kebakaran hutan dan lahan) masing-masing daerah lebih leluasa bergerak.
“Penanganan bencana karhutla di Sumsel banyak mendapat apresiasi. Sumatera Selatan diundang untuk paparan tentang keberhasilan penanganan karhutla pada COP 28 yang berlangsung di Dubai 30 November – 12 Desember 2023,” ujar Fatoni.
Pj Gubernur Sumsel juga menyampaikan bahwa penanganan bencana membutuhkan kekompakan dari seluruh pihak. “Oleh karena itu, sejak menjabat sebagai Pj Gubernur Sumsel pada 2 Oktober 2023, langsung mengumpulkan Forkopimda untuk bersinergi menanggulangi karhutla”.

Fatoni juga berharap ke depan BNPB dapat terus memprioritaskan bantuan ke Sumsel karena dapat membantu daerah. “Kita juga intens dengan swasta, dan Alhamdulillah semua bagus. Begitupun saat ada bencana banjir, kebersaman kita utamakan, mobilisasi bantuan bergerak memberikan pertolongan. Namun kita tetap butuh bantuan”, ujarnya.
Sementara itu, Deputi Logistik dan Peralatan BNPB RI, Lilik Kurniawan menjelaskan tujuannya bertemu dengan Pj Gubernur Sumsel adalah untuk memastikan penanganan banjir sudah berjalan sesuai standar dan memastikan masyarakat terdampak dapat memenuhi kebutuhannya.
“Kita tanya kawan di BPBD mereka kadang minim dan darurat bensin masih susah. Untuk itu semua kita berikan dana awal Rp150 juta kecuali Muba dan Muratara Rp250 juta karena masih banjir”, kata Kurniawan.
Lilik Kurniawan juga menyampaikan rencana BNPB yang ingin membuat master plan penanganan banjir secara komprehensif dari hulu ke hilir dengan melibatkan akademisi, perusahaan, Ormas, NGO, relawan dan lainnya. BNPB juga berencana membuat cluster seperti di Tokyo Crisis Center yang akan memudahkan penanganan berbagai bencana. (maspril aries)






