Home / Lingkungan / Randy Moore: Saya akan kembali ke Amerika Mengambil Kisah Sukses dari Indonesia

Randy Moore: Saya akan kembali ke Amerika Mengambil Kisah Sukses dari Indonesia

KINGDOMSRIWIJAYA – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya awal pekan ini kedatangan tamu dari Amerika Serikat (AS). Tamunya tersebut Kepala Badan Kehutanan Departemen Pertanian Amerika Serikat (US Forest Service/USFS) Randy Moore.

Randy Moore berkunjung ke Indonesia selain ke Jakarta juga diajak Menteri Siti Nurbaya ke Kalimantan Tengah (Kalteng), Rabu (24/1). Dalam kunjungan tersebut Chief Randy datang ke Lembaga Pemerintah Hutan Desa (LPHD) Tuwung, Kabupaten Pulang Pisau, Desa Karang Bengkirai, Kota Palangkaraya, serta kawasan Taman Nasional (TN) Sebangau.

Di Kalteng, Randy Moore dan rombongan melihat langsung kisah sukses praktik lapangan yang dilakukan oleh LPHD. Di LPHD Tuwung melihat langsung kisah sukses daerah yang dahulu menjadi salah satu lokasi yang sering terjadi kebakaran hutan dan lahan, kini berubah menjadi desa yang produktif.

LPHD Tuwung saat ini telah memiliki Empat Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), yaitu perikanan/silvofishery; budidaya madu kelulut; kerajinan hasil hutan bukan kayu; dan peternakan. Pada kesempatan ini, rombongan meninjau satu persatu produk dan tempat KUPS LPHD Tuwung. Dari sini rombongan mengunjungi Desa Kereng Bangkirai untuk melihat salah satu lokasi pengelolaan hidrologis gambut.

Di desa ini Chief Randy Moore menyaksikan paparan dari beberapa unit teknis Kementerian LHK dan BRGM (Badan Restorasi Gambut Mangrove) atas pekerjaan yang dilakukan, khususnya dalam hal pengendalian karhutla, penegakkan hukum, serta pengendalian tinggi muka air tanah pada lahan gambut.

Lokasi terakhir yang dikunjungi adalah kawasan TN Sebangau. Di sini Menteri Siti Nurbaya dan rombonongan berhenti sejenak untuk menabur bunga, mengenang para korban kecelakaan di TN Sebangau.


Saat kunjungan ke Kalimantan Tengah Randy Moore dan rombongan sempat mencicipi madu kelulut hasil budidaya. (FOTO: Humas Kementerian LHK)
Saat kunjungan ke Kalimantan Tengah Randy Moore dan rombongan sempat mencicipi madu kelulut hasil budidaya. (FOTO: Humas Kementerian LHK)

Usai mengunjungi semua lokasi tersebut, Kepala USFS Randy Moore mengungkapkan rasa kagumnya atas pekerjaan yang menurutnya sangat luar biasa dalam masa kepemimpinan Menteri LHK Siti Nurbaya.

“Kawan baru saya, Menteri Siti Nurbaya telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Saya akan kembali ke Amerika dengan mengambil beberapa kisah sukses dari Indonesia”, kata Chief Randy.

Satu hari sebelumnya, di Jakarta, di Kementerian LHK telah dilakukan penandatanganan MoU atau nota kesepahaman antara Menteri LHK Siti Nurbaya bersama Kepala/Chief Kehutanan Departemen Pertanian Amerika Serikat (US Forest Service/USFS) Randy Moore.

MoU

Menurut Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kementerian LHK Nunu Anugrah dalam keterangan pers, MoU ini memperkuat kerja sama dalam pertukaran teknis dan penguatan kapasitas mendukung Indonesia dalam implementasi strategi FOLU Net Sink 2030.

Diantaranya memperkuat upaya-upaya yang sedang berjalan dalam pengelolaan hutan multi-guna, dengan potensi penekanan khusus pada kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan hutan lestari; sistem perencanaan hutan; jasa penyuluhan hutan; penegakan hukum, khususnya untuk mendukung akademi polisi hutan Indonesia; serta kemampuan teknis pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

“Saya percaya bahwa kerja sama melalui kemitraan ini akan semakin kuat karena didasarkan pada bukti-bukti yang terukur, berdasarkan prinsip kedaulatan, saling menghormati, saling percaya, dan saling menguntungkan. MoU ini merupakan sebuah tonggak penting dalam rencana operasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030”, kata Siti Nurbaya.


Menteri LHK Siti Nurbaya dan Kepala Badan Kehutanan Departemen Pertanian Amerika Serikat (US Forest Service/USFS) Randy Moore memberikan keterangan pers. (FOTO: Humas Kementerian LHK)
Menteri LHK Siti Nurbaya dan Kepala Badan Kehutanan Departemen Pertanian Amerika Serikat (US Forest Service/USFS) Randy Moore memberikan keterangan pers. (FOTO: Humas Kementerian LHK)

Melalui rencana operasional FOLU Net Sink 2030, Indonesia bertekad untuk bekerja, menjadi contoh, dan mendukung pencapaian komitmen iklim global dan nasional negara ini. Dengan melakukan hal tersebut, Indonesia juga dapat memastikan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

“Setelah MoU ini kita akan observasi, melihat langsung kerja lapangan tentang hutan sosial, gambut dan penegakan hukum kebakaran hutan dan lahan”, ujar Siti Nurbaya.

Sementara itu, menurut Chief Randy Moore, kerjasama ini merupakan hasil perbincangan Menteri Siti Nurbaya dengan dirinya sebelumnya pada tahun 2018 lalu. “MoU ini memperkuat landasan yang sudah dimiliki kedua belah pihak. Dan ini adalah kesempatan bagi kita untuk bekerja sama mengatasi tantangan perubahan iklim secara global. Indonesia adalah bagian yang sangat penting dalam permasalahan ini di seluruh dunia”, katanya.

Kepala Badan Kehutanan Departemen Pertanian Amerika Serikat (US Forest Service) juga menyampaikan apresiasinya kepada Indonesia. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Menteri Siti Nurbaya, Indonesia mampu berperan sebagai pemimpin global dalam mengatasi permasalahan lingkungan hidup dan kehutanan.

Usai menandatangani MoU di Jakarta, Menteri LHK Siti Nurbaya dan Kepala Badan Kehutanan Departemen Pertanian Amerika Serikat (US Forest Service) Randy Moore bersama rombongan terbang ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Dalam kunjungan tersebut Chief Randy mendatangi Lembaga Pemerintah Hutan Desa (LPHD) Tuwung, Kabupaten Pulang Pisau, Desa Karang Bengkirai, Kota Palangkaraya, serta kawasan Taman Nasional (TN) Sebangau.


Menteri LHK Siti Nurbaya dan Chief Randy Moore berdialog di bersama para para pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan dan Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Kalteng. (FOTO: Humas Kementerian LHK)
Menteri LHK Siti Nurbaya dan Chief Randy Moore berdialog di bersama para para pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan dan Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Kalteng. (FOTO: Humas Kementerian LHK)

Menteri LHK dan Chief Randy Moore juga melakukan dialog bersama para para pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan dan Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Kalteng.

Hadir para pejabat fungsional penyuluh/PEH antara lain dari UPT TN Sebangau, Balai KSDA Kalteng, Balai PHL, Balai PPI wil. Sumatera, Balai PHLHK Wilayah Sumatera, BPKH Wilayah XXI Palangkaraya, serta BPDAS Kahayan.

Selain berdialog, Menteri LHK berkesempatan untuk menjaring saran masukan dari para fungsional untuk peningkatan kinerja di lapangan pada masa mendatang. Dengan harapan, dalam waktu dekat, para tenaga fungsional lapangan, tidak hanya di Kalteng, namun juga di seluruh Indonesia dapat memperoleh peningkatan kapasitas sesuai yang dibutuhkan.

“MoU KLHK dengan USDA Forest Service antara lain salah satunya adalah transfer knowledge untuk capacity building”, ujar Siti Nurbaya kepada para penyuluh/PEH yang hadir.

Penyuluh Kehutanan, Penyuluh Lingkungan Hidup, PEH juga polisi kehutanan dan Manggala Agni merupakan ujung tombak pelaksana program di tingkat tapak yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Peran penting mereka dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar kawasan hutan sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian hutan.

Sebelumnya di Surabaya (20/1) Menteri LHK Siti Nurbaya juga melakukan pertemuan serupa. Rencananya dalam waktu dekat akan dilakukan juga dialog dengan para pejabat fungsional di Sumatera. “Ini semua direncanakan untuk meningkatkan kualitas SDM fungsional di lapangan”, katanya. (maspril aries)

Tagged: