
KAKI BUKIT – Tujuh kepala negara atau kepala pemerintahan yang berasal dari kelompok tujuh negara kaya atau G7 kini tengah berkumpul di Jepang tepatnya di Hiroshima. Tujuh kepala negara tersebut bersama Presiden Dewan Eropa dan Presiden Komisi Eropa tengah melaksanakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang berlangsung sejak 19 Mei 2023.
Salah satu agenda dari KTT G7 tersebut adalah kunjungan kepala negara anggota G7 ke Kuil Itsukushima di Pulau Miyajima yang terletak di lepas pantai Hiroshima. Mereka yang berkunjung ke kuil pertama yang dibangun pertama kali pada abad ke 6.
Pemimpin G7 yang menjejakkan kakinya di pulau Miyajima adalah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak, Kanselir Jerman Olaf Scholz, Perdana Menteri Italia Georgia Meloni, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Presiden Prancis Emmanuel Macron, tuan rumah Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida serta Presiden Dewan Eropa Charles Michel dan Presiden Komisi Eropa Ursula von Der Leyen.
Ada banyak momen menarik dari kedatangan kepala negara ke Pulau Miyajima tempat berdirinya Kuil Itsukushima dan Gerbang Torii. Di laman instgramnya @potus, Presiden AS Joe Biden menulis, “Today, I spent some time at the Itsukushima Shrine – a holy place nestled between the hallowe peaks of Mount Misen.”
Di pulau Miyajima, Joe Biden dan kepala negara lainnya berkeliling Kuil Itsukushima, kemudian momen yang memang sudah diagendakan panitia adalah para pimpinan G7 tersebut berfoto bersama dengan latar belakang Gerbang Torii yang seperti mengapung di atas laut.
Mengapa para pimpinan negara-negara kaya itu harus dijadwalan berkunjung ke sini? Yang pasti Pulau Miyajima dengan Kuil Itsukushima dan Gerbang Torii adalah destinasi wisata unggulan Jepang. Jika siapa pun yang healing ke negara matahari tersebut akan diarahkan ke sini.
Gerbang Torii di Miyajima yang mengapung di tengah-tengah laut adalah salah satu ikon Jepang selain Gunung Fuji. Karena keindahannya Miyajima dinobatkan sebagai salah satu dari tiga pemandangan terbaik di Jepang.
Bagi wisatawan dari Jepang atau mancanegara jika ingin ke Pulau Miyajima harus menyebrang dengan kapal ferry dari pelabuhan atau terminal ferry Miyajimaguchi untuk menyebrang pulau Miyajima. Ongkos menyebrang untuk sekali jalan 180 yen. Interval keberangkatan kapal ferry setiap 15 menit sekali.
Saat kapal mulai berlayar di kejauhan sudah terlihat pulau Miyajima dan kuil Itsukushima tentunya Gerbang Torii berwarna orange berdiri di tengah laut menyambut kedatangan siapa pun yang berkunjung. Butuh waktu pelayaran sekitar 10 menit untuk merapat di dermaga terminal ferry Miyajima. Nama pulau tersebut berasal dari kata “Miya” yang artinya kuil, dan “Jima” artinya pulau.
Di Pulau Miyajima yang pertama adalah ke Kuil Itsukushima sudah ditetapkan Unesco sebagai Warisan Dunia sejak 1996. Kemudian sejak tahun 1952 pemerintah Jepang menetapkan pulau Itsukushima atau Miyajima sebagai situs peninggalan budaya yang dilindungi.
Pulau Miyajima luasnya ekitar 30,39 km2. Di sini ada lima destinasi wisata yang bisa dikunjungi . ertama, Grand Torii Gate atau Gerbang Torii. Kedua, Itsukushima Shrine. Ketiga, Daiganji Temple. Keempat, Miyajima Municipal History and Folklore Museum. Kelima, Miyajima Public Aquarium.

Pulau Miyajima dipercaya masyarakat Jepang sebagai tempat tinggal para dewa sehingga kayu dari hutan di sana dilarang untuk diambil. Di pulau ini juga bisa dijumpai hewan rusa yang populasinya terus bertambah, rusa-rusa itu sering merebut makanan dari wisatawan. Rusa ini adalah hewan asli pulau yang sudah tercatat sejak dulu dan dipercaya sebagai pesuruh dewa.
Di pulau ini ada berdiri Gunung Misen yang menjadi latar belakang Kuil Itsukushima dan Gerbang Torii. Saat air laut pasang maka gerbang yang sudah ada sejak tahun 1168 tersebut terlihat seperti terapung di tengah. Saat air surut, bisa mendekat ke gerbang tersebut. Bangunan Gerbang Torii yang ada saat ini dibangunan tahun 1875, berdiri di atas pasir dengan ditopang empat tiang dengan tinggi 16 meter.
Gerbang Torii atau Shutan no Ōtorii adalah gerbang besar yang merupakan penanda sebuah kuil sekaligus dipercaya menjadi batas antara dunia manusia dengan dunia roh. Rekomendasi jika berkunjung ke sini, datanglah saat air laut pasang. Namun jika laut tengah turun, kita dapat berjalan mendekat Gerbang Torii.
Pada catatan kuno di Jepang yang ditulis tahun 992, Torii pertama kali ada pada pertengahan periode Heian. Torii batu pertama yang dibangun yaitu pada abad ke 12 di kuil Hachiman di Yamagata prefektur. Torii kayu tertua adalah Ryoubu di Kubo Hachiman Shrine di Yamanashi prefektur di bangun pada 1535. Khusus bangunan torii di Kuil Itsukushima telah ada sejak tahun 1168, tetapi torii yang ada sekarang merupakan bangunan tahun 1875.
Pada umumnya bangunan Torii terdiri dari dua batang tiang yang menopang dua batang palang yang berada di bagian atas bangunan. Palang bagian atas bisa terdiri dua buah palang yang bersusun, yakni palang Kasagi dan palang Shimagi, sedangkan palang bagian bawah disebut Nuki. Torii dilihat dari bentuknya, ecara garis besar dibagi menjadi dua bentuk, bentuk Shinmei (shinmei torii) dan bentuk Myōjin (myōjin torii) yang merupakan bentuk dasar dari berbagai jenis bentuk torii.
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida juga mengajak tamunya mengunjungi Kuil Itsukushima. Jika wisatawan yang ingin masuk ke kuil ini haru beli karcis yang harganya 300 yen. Sejarah kuil Itsukushima menurut versi Wikipedia adalah kuil Shinto yang berdiri lebih dari 1.400 tahun yang lalu. Kisah versi lain menyebutkan, Kuil Itsukushima berdiri Tahun 593 oleh Saeki Kuramoto pada masa kekuasaan Pangeran Suiko. Pada zaman dulu, pulau Itsukushima adalah pulau suci yang tidak boleh sembarang orang datang ke sini.
Berjalan di lorong kuil Itsukushima yang diakui Unseco sebagai Situs Warisan Dunia ada beberapa benda-benda pusaka yang tersimpan di sini seperti sutra Heike Nokyoy yang terdaftar sebagai Pusaka Nasional Jepang. Sementara bangunan utama kuil syahdan ceritanya didedikasikan untuk tiga Dewi Munakata. (maspril aries)






