FIKSI AI Angin sore menyapu tepian Sungai Musi, membawa aroma lumpur dan bunga kenanga dari halaman rumah-rumah panggung. Di bawah langit jingga, seorang perempuan tua duduk bersila di atas tikar pand...
Prolog: Di tubuh kota yang tua, Sungai Musi mengalir bukan sekadar air, melainkan ingatan. Ia adalah urat nadi yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, mengalirkan denyut peradaban dari Sriwijay...
FIKSI AI Angin malam bulan Agustus merayap dingin menembus jendela kaca kamar kos yang bercahaya remang. Hanya satu-dua lampu meja yang menyala, memecah kegelapan yang pekat, seolah enggan mengusir ha...
FIKSI AI Pertemuan Terakhir Berbilang tahun, pertemanan Roni dan Bramudia adalah potret ombak laut terkadang pasang, lain hari surut. Lama Roni tidak jumpa Bramudia karena terkena rotasi berpindah des...
Ilustrasi pembicara Kritik Sastra AI, Yurnaldi. (FOTO: AI) Catatan YURNALDI (wartawan dan sastrawan, tinggal di Padang, Sumatera Barat) Dalam dunia yang dijejali oleh metrik, grafik, dan sistem otomat...
Menyaksikan kegagahan jembatan Ampera dari tepian Musi. (FOTO: Aina Rumiyati Aziz) KINGDOMSRIWIJAYA – “Palembang”. Nama itu terucap di bibir, seperti memanggil citra kejayaan Sriwijaya, ke...
Ilustrasi penyair baca puisi memperingati Hari Puisi Indonesia. (FOTO: AI) Prolog: Pagi itu, hari baru pukul 07.00 WIB, upacara bendera di lapangan sekolah baru saja selesai. Dari jendela kelas yang t...
FIKSI AI Angin mendesis di pelataran Batu Guling, dataran tinggi yang dikelilingi kabut dan hutan nyaris senyap. Pokok-pokok pohon randu tua menggigil pelan, seolah menyembunyikan narasi purba yang me...
FIKSI AI Pertemuan Rahasia di Kolong Jembatan Para penjaga berkumpul kembali di bawah jembatan layang yang bergetar setiap kali kereta magnetik lewat. Di sana, suara dunia terdistorsi cukup untuk meny...
Ilustrasi membaca buku di perpustakaan. (FOTO: AI) KINGDOMSRIWIJAYA – Dalam ruang perpustakaan yang sejuk, masih tercium aroma kertas buku yang lama tersimpan di deretan rak buku. Dua orang sahabat te...










