Wartawan pemenang pada “Lomba Karya Tulis Jurnalistik Hulu Migas 2025” oleh Medco.
KINGDOMSRIWIJAYA-REPUBLIKA NETWORK, Palembang – Medco E&P Indonesia bersama Medco E&P Grissik Ltd dan SKK Migas Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel), Kamis (27/11) menggelar Media Edukasi 2025 bertema “Peran Jurnalis dalam Mendukung Industri Hulu Migas di Era Digital”. Kegiatan edukasi tersebut diikuti 63 wartawan/ jurnalis dari delapan kabupaten/kota di Sumatera Selatan (Sumsel).
Pada kesempatan itu, perusahaan minyak dan gas (migas) swasta nasional tersebut mengpresiasi 10 orang wartawan yang keluar sebagai pemenang pada “Lomba Karya Tulis Jurnalistik Hulu Migas 2025” yang diikuti 63 wartawan. Kepada para pemenang Medco memberikan hadiah perangkat digital untuk menunjang kerja jurnalis sehari-hari.
10 Orang jurnalis yang menjadi pemenang tersebut berasal dari media nasional dan media lokal yang ada di Sumsel. Berhasil meraih juara pertama Dwi Apriani dari DetikSumbagsel dengan karya jurnalistik berjudul “Cahaya Asa Selamatkan Bumi Lewat Restorasi Mangrove Sungsang”.
Pada peringkat kedua Maspril Aries dari kingdomsriwijaya.id/ dengan judul “Kisah Perempuan-Perempuan yang Mengubah Kutukan Menjadi Berkah di Desa Gajah Mati”. Peringkat ketiga diraih Nefri Inge Yas Resti dari Seputar Sumatera dengan judul karya tulis “Ribuan Manfaat Konservasi Mangrove di Banyuasin, Berkah untuk Alam dan Masyarakat.
Pada peringkat empat dan lima diraih Tasmalinda dari Suara Sumsel dengan judul “Ketika Akar Kembali Menguat: Harapan Sungsang IV yang Bertumbuh Bersama Medco, dan Yuliani dari IDN Times dengan karya jurnalistik berjudul “Manisnya Budidaya Lebah Madu Desa Aur Duri, Warga Turut Menjaga Alam”.

Lima peserta lainya menjadi pemenang harapan, yaitu Desi Okta Riyanti darai MCP News, Dwi Andrian Devrianto dari Laporan Sumatera, Al Azhar dari Enim Ekspres, Eko Hipronis dari Tribun Sumsel, dan Fajeri Romadhoni dari Sriwijaya Post.
Beberapa peserta mengapresiasi “Lomba Karya Tulis Jurnalistik Hulu Migas 2025” yang diselenggarakan Medco E&P. “Lomba seperti ini perlu juga diselenggarakan KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) lainnya. Kalau semua KKKS menyelenggarakan ini setiap tahun, peluang kita wartawan yang dari daerah terbuka lebar. Tidak menang di Medco, bisa menang di KKKS yang lain”, kata seorang wartawan dari Lubuklinggau.
Wartawan yang lain juga menyampaikan harapan serupa. “Tidak perlu lombanya harus terpusat diikuti peserta nasional dari seluruh daerah. Buatlah lomba seperti Medco ini pesertanya dari daerah Sumsel jadi peluang kami untuk menang dan mendapat hadiah juga terbuka lebar”, ujarnya.
Sementara itu Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Syafei juga mengapresiasi kegiatan dan lomba karya jurnalistik Medco E&P. “Selain lomba karya tulis oleh SKK Migas, lomba oleh Medco ini kalau bisa satu tahun dua kali, pada pertengahan tahun dan akhir tahun”, katanya kepada Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn.
Menurut Leony Lervin, kegiatan Media Edukasi dan lomba karya jurnalistik yang diselenggarakan Medco bertujuan memperkuat komunikasi dan pemahaman mengenai operasi hulu migas di Sumatera Selatan. Kegiatan ini juga menjadi momentum pemberian penghargaan kepada pemenang Lomba Jurnalistik Industri Hulu Migas 2025.

“Jurnalis adalah mitra strategis bagi Medco E&P. Melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang, media membantu menjaga kepercayaan publik serta mendukung ketahanan energi nasional”, ujarnya.
Syafei juga menegaskan bahwa komunikasi yang kuat dengan media berdampak langsung pada keberlanjutan operasi migas di daerah. “Di wilayah seperti Sumsel, penerimaan masyarakat sangat ditentukan oleh informasi yang mereka dapatkan. Liputan yang faktual dan kontekstual tidak hanya membantu publik memahami manfaat industri migas bagi daerah, tetapi juga menjaga stabilitas operasi dan pertumbuhan investasi”, katanya.
Media Edukasi Medco ini juga menghadirkan nara sumber Makroen Sanjaya wartawan senior yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Makroen yang pernah bergabung di beberapa stasiun televisi swasta nasional seperti SCTV, Metro TV, Rajawali TV dan TvMU (Muhammadiyah) menyampaikan materi yang berkaitan dengan integritas jurnalis. Menurutnya, seorang jurnalis atau wartawan harus memiliki sikap profesionalisme dalam menghadapi banjir informasi di era digital.
“Jurnalis harus menjunjung nilai-nilai etik, melakukan verifikasi yang mendalam, dan tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya”, pesannya.
Makroen yang juga tenaga ahli pers di Dewan Pers mengingatkan, “Wartawan harus berhati-hati dalam menjalankan profesinya, jangan ikutan dengan influencer yang tidak menganut sistem kerja. Wartawan memilki kode etik, harus membuat konten yang proporsional. Landasan kita 11 pasal kode etik jurnalistik. Wartawan harus paham itu, tahu kalau jurnalis tidak boleh membuat berita bohong dan tidak terkonfirmasi. Harga diri kita akan dilihat melalui hasil karya kita”. (maspril aries)






