Home / Literasi / 50 Tahun Emas TVRI Sumsel ada Bincang Buku Bernalar Sebelum Klik Bersama Wamen Kominfo

50 Tahun Emas TVRI Sumsel ada Bincang Buku Bernalar Sebelum Klik Bersama Wamen Kominfo

Bincang buku dalam rangka 50 Tahun emas TVRI Sumsel dengan lima pembicara. (FOTO: Aina RA)

KINGDOMSRIWIJAYA – Buku berjudul “Bernalar Sebelum Klik Panduan Literasi Digital” ditulis Agus Sudibyo telah diluncurkan di Jakarta pada 18 Desember 2023. Peluncuran oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Nezar Patria.

Pada akhir pekan ini, Sabtu (27/1) untuk pertama kali buku tersebut didiskusikan di luar Jakarta tepatnya di Palembang, Diskusi buku “Bernalar Sebelum Klik” sebagai bagian dari rangkaian peringatan 50 Tahun Emas TVRI Sumatera Selatan (Sumsel).

Hadir sebagai pembicara Wakil Menteri Kominfo Nezar Patria, penulis buku Agus Sudibyo, Penjabat Gubernur Sumsel yang diwakili Kepala Dinas Kominfo Rika Efianti, jurnalis senior penggiat literasi Maspril Aries serta Hadi Prayogo senior Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel.

Menurut Wakil Menteri Kominfo Nezar Patria, buku “Bernalar Sebelum Klik” merupakan buku panduan literasi digital untuk bijak dalam menggunakan media sosial dalam memproduksi sebuah informasi dan menyebarkannya.

Ia juga mengingatkan dalam bermedia sosial masyarakat juga harus bisa menjaga data pribadi agar tidak menjadi korban dari para oknum yang melakukan data mining di Indonesia.

“Kita harus hati-hati betul soal data, karena merupakan bahan bakar baru yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna internet untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Saya harap kita semua dapat menjaga data pribadi kita di medsos, pemerintah juga selalu akan memperkuat keamanan internet mengikuti perkembangan dari teknologi yang semakin maju”, katanya.


Tiga pembicara bincang buku "Bernalar Sebelum Klik" dari kiri ke kanan : Maspril Aries. Agus Sudibyo dan Wamen Kominfo Nezar Patria. (FOTO: Aina RA)
Tiga pembicara bincang buku “Bernalar Sebelum Klik” dari kiri ke kanan : Maspril Aries. Agus Sudibyo dan Wamen Kominfo Nezar Patria. (FOTO: Aina RA)

Sementara itu penulis buku Agus Subibyo mengaku penulis buku ini terinspirasi dari keluarganya. Agus bercerita, inspirasi terbitnya buku “Bernalar Sebelum Klik” bermula saat dirinya menganggap anaknya sudah kecanduan gadget. Namun, setelah disadari, tak hanya sang anak, tapi dirinya dan istri, bahkan hampir seluruh pengguna gadget agaknya mengalami hal yang sama, yaitu kecanduan.

“Jadi kami, saya dan istri, itu gelisah anak kami masih kelas 5 SD seperti halnya anak-anak di Indonesia, kami merasa anak kami kecanduan gadget. Tetapi setelah kami pikir-pikir yang kecanduan gadget itu bukan hanya anak kami, kami semua kecanduan gadget, yang lebih parah itu justru saya dan istri saya”, kata Agus yang juga Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI.

Berangkat dari kegelisahan itu, Agus menyebut bahwa kecanduan gadget merupakan problem generik yang secara tidak sadar dialami oleh hampir semua orang di Indonesia.

“Jadi, yang ditawari buku semacam ini adalah menawarkan bahan pokok yang tidak dijual di mini market dan super market. Bahan pokok yang hari ini menjadi kebutuhan dasar hampir semua orang,” ujarnya.

Bahan pokok itu menurut Agus adalah pulsa atau kuota internet. Selain itu, ada bahan pokok lainnya yang tak kalah penting, yaitu literasi digital. “Jadi, semakin tinggi kebutuhan masyarakat terhadap pulsa semakin tinggi juga kebutuhan masyarakat terhadap literasi digital”, katanya.

“Inilah yang coba dibahas dalam buku ini. Dan buku ini membahas problem-problem yang kita hadapi karena kita mengalami kecanduan gadget”, kata Agus Sudibyo yang pernah menjadi anggota Dewan Pers.


Suasana Bincang Buku "Bernalar Sebelum Klik" oleh TVRI Sumsel. (FOTO: Aina RA)
Suasana Bincang Buku “Bernalar Sebelum Klik” oleh TVRI Sumsel. (FOTO: Aina RA)

Pembicara Rika Efianti menyampaikan, “Buku Bernalar Sebelum Klik dapat membantu Pemerintah Provinsi Sumsel untuk melakukan sosialisasi literasi digital kepada masyarakat Sumsel.

“Dengan adanya buku ini dan apa yang sudah sudah dijelaskan Wakil Menteri Kominfo telah membuka wawasan kita tentang teknologi digital. Hal ini menyadarkan kami bahwa peran kami Dinas Kominfo dan TVRI sangat besar untuk membangun bangsa dengan literasi digital”, ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah melakukan beberapa upaya dalam memberikan informasi kepada masyarakat terkait dengan literasi digital, di antaranya FGD terkait digitalisasi, media sosial dan bahayanya internet. “Kami juga melalui media sosial selalu memberikan informasi terkait berita hoaks dan disinformasi yang telah terverifikasi,” ujarnya.

Jurnalis senior Maspril Aries yang juga penulis buku, menilai kehadiran buku Bernalar Sebelum Klik hadir pada waktu yang tepat ketika kegelisahan masyarakat terhadap medsos tengah tinggi dengan kondisi literasi digital yang masih cukup rendah. “Sekarang bagaimana supaya kita menggunakan kemajuan teknologi digital secara tepat agar tidak terpeleset ke delik hukum”, katanya.

“Buku ini buku ini dibuat dengan sangat baik format, desain dan lay out. Demikian juga dengan gaya penulisannya yang sederhana dan mudah dimengerti oleh siapa saja yang membaca”, kata jurnalis senior peraih Press Card Number One.

Jurnalis senior Hadi Prayogo menyoroti perkembangan media cetak kini mulai mengalami penurunan dan bertransformasi menjadi media online atau koran digital.

“Media online ini menggunakan platform berbasis internet tentunya mempermudah masyarakat dari berbagai kalangan untuk mengakses koran digital di manapun dan kapanpun. Sebagian besar masyarakat juga telah beralih ke koran digital karena dinilai lebih efisien dan efektif. Dengan begitu koran cetak yang menggunakan kertas sudah banyak yang berhenti beredar karena kurangnya peminat”, ujarnya. (D Oskandar)

Tagged: