WS Rendra. (FOTO: Republika/ Darmawan) Prolog: Bayangkan suasana sebuah panggung sederhana di Yogyakarta pada akhir 1960-an. Di situ ada lampu redup, kursi kayu berderit, dan seorang lelaki berambut p...
WS Rendra. (FOTO: Republika/ Darmawan) Prolog: Bayangkan suasana sebuah panggung sederhana di Yogyakarta pada akhir 1960-an. Di situ ada lampu redup, kursi kayu berderit, dan seorang lelaki berambut p...