Fiksi AI Aku menatap layar ponselku dengan perasaan cemas. Ponsel yang selalu setia menemani setiap langkah hidupku kini menunjukkan tanda-tanda ketidakberesan. Layar yang biasanya menyala cerah kini ...
Fiksi AI Di kota kecil yang tenang, sejak muda Pak Rudi menetap di kota yang berhawa sejuk ini. Pasca pensiun dari guru di sebuah sekolah negeri, Pak Rudi menghabiskan hari-harinya dengan merawat kebu...
Fiksi AI Jakarta, bagai raksasa besi yang tak pernah terlelap, senantiasa mengeluarkan bunyi dengkur mesin dan desisan nafas terburu-buru. Di sebuah kafe yang terselip di antara gedung-gedung pencakar...
Fiksi AI Ari, sesuai rencananya, pindah ke sebuah senior house premium. Semuanya profesional. Pelayanannya prima, fasilitasnya lengkap. Tapi, ada kekosongan yang tak bisa diisi oleh kenyamanan materi....
Ilustrasi Seniman melukis Mural di sebuah gedung. (FOTO: AI) KINGDOMSRIWIJAYA – Akhir pekan pertama di bulan September 2025 di Palembang menjadi “September Ceria” karena pada hari itu Wali...
Fiksi AI KATA “Garuda” yang tersemat pada nama Brigade kami, Brigade Garuda Hitam, bukanlah sekadar nama biasa. Ia adalah identitas dari sebuah divisi yang meliputi lima bagian Sumatera ba...
Fiksi AI Setelah kembali dari penerbangan yang membangkitkan semangat, kami kembali ke rutinitas. Namun, suasana tegang tidak pernah hilang. Pada tanggal 21 Juli 1947, kabar buruk datang. Belanda mela...
Raka frustrasi. Ia kembali ke Mak Siti. “Mereka bilang cerita ini tak valid. Tidak ilmiah”, kata Raka yang duduk bersila di sebelah Mak Siti. “Ilmu kadang buta pada rasa. Tapi sungai...
FIKSI AI Angin sore menyapu tepian Sungai Musi, membawa aroma lumpur dan bunga kenanga dari halaman rumah-rumah panggung. Di bawah langit jingga, seorang perempuan tua duduk bersila di atas tikar pand...
FIKSI AI Angin malam bulan Agustus merayap dingin menembus jendela kaca kamar kos yang bercahaya remang. Hanya satu-dua lampu meja yang menyala, memecah kegelapan yang pekat, seolah enggan mengusir ha...










