Solusi Bangun Indonesia targetkan ekspor perdana pada pertengahan tahun 2026 dari proyek strategis dermaga di Tuban, Jawa Timur. (FOTO: Dok SBI Tbk)
KINGDOMSRIWIJAYA, Jakarta – Selama 2025 lalu industri semen nasional sedang tidak baik-baik saja, ada tekanan, industri semen nasional yang masih dibayangi perlambatan permintaan dan kelebihan kapasitas produksi.
Di tengah kondisi tersebut, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (“Solusi Bangun Indonesia”/“Perseroan”) justru menunjukkan ketahanan bisnisnya. Melalui strategi transformasi yang terarah dan konsisten, perusahaan ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp659 miliar sepanjang tahun 2025—sebuah capaian yang mencerminkan kemampuan adaptasi di tengah dinamika pasar yang menantang.
Mengutip data dari Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI), industri semen nasional sepanjang 2025 mengalami kontraksi. Volume produksi tercatat turun sekitar 4,5%, dari 67,8 juta ton menjadi 64,7 juta ton. Penurunan ini turut diikuti oleh melemahnya penjualan semen domestik sebesar 1,5%, menandakan adanya perlambatan aktivitas konstruksi secara luas.
Kondisi tersebut tidak terjadi tanpa sebab. Melemahnya daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang menekan permintaan. Di sisi lain, tingginya curah hujan sepanjang tahun turut menunda berbagai proyek konstruksi, baik skala kecil maupun besar. Perlambatan sejumlah proyek infrastruktur juga menambah tekanan pada industri yang selama ini sangat bergantung pada sektor tersebut. Ditambah lagi, kelebihan kapasitas produksi yang masih menghantui industri semen nasional membuat persaingan semakin ketat, memaksa pelaku usaha untuk beroperasi lebih efisien dan inovatif.
Dalam lanskap bisnis yang penuh tantangan ini, Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali, melihat tahun 2025 sebagai titik penting untuk melakukan transformasi. Menurutnya, perusahaan tidak hanya bertahan, tetapi juga memanfaatkan momentum untuk memperkuat fondasi bisnis melalui sinergi dengan induk usaha, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).
“Tahun 2025 menjadi momentum transformasi dalam sinergi bersama SIG untuk memperkuat resilensi di tengah tekanan industri”, katanya.
Transformasi yang dijalankan perusahaan berfokus pada tiga pilar utama: optimalisasi operational excellence, peningkatan pengelolaan pemasaran dan penjualan, serta efisiensi biaya di seluruh lini operasional. Strategi ini mulai diimplementasikan secara konsisten sejak semester kedua tahun 2025, dan hasilnya mulai terlihat dalam kinerja keuangan perusahaan.

Sepanjang tahun tersebut, Solusi Bangun Indonesia mencatat volume penjualan semen dan terak sebesar 12,1 juta ton. Dari sisi pendapatan, perusahaan berhasil membukukan Rp10,7 triliun. Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp8,32 triliun, sementara EBITDA mencapai Rp1,87 triliun—menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga profitabilitas di tengah tekanan biaya dan penurunan permintaan.
Menurut Rizki, peningkatan operational excellence menjadi kunci dalam menjaga efisiensi produksi. Perusahaan melakukan optimalisasi penggunaan energi serta meningkatkan pemanfaatan bahan bakar alternatif, yang tidak hanya menekan biaya tetapi juga sejalan dengan upaya keberlanjutan lingkungan.
Di sisi pemasaran dan penjualan, strategi difokuskan pada penguatan merek serta optimalisasi saluran distribusi, terutama di wilayah dengan potensi marjin yang lebih tinggi. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk tetap kompetitif, meskipun pasar secara keseluruhan mengalami kontraksi.
Langkah-langkah tersebut diperkuat dengan program efisiensi biaya yang dijalankan secara disiplin. Hasilnya, beban keuangan perusahaan berhasil ditekan hingga 34,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadi indikator penting dari keberhasilan perusahaan dalam mengelola struktur biaya dan meningkatkan efisiensi operasional.
Tidak hanya itu, penguatan struktur permodalan juga menjadi bagian penting dari strategi transformasi. Perusahaan melakukan percepatan pembayaran pinjaman, yang berdampak positif terhadap kesehatan neraca dan likuiditas. Dengan struktur keuangan yang lebih kuat, Solusi Bangun Indonesia memiliki ruang yang lebih besar untuk melakukan ekspansi dan menghadapi ketidakpastian pasar di masa depan.
Dermaga Ekspor
Di tengah upaya memperkuat fundamental bisnis, perusahaan juga terus membuka peluang pertumbuhan baru melalui berbagai inisiatif strategis. Salah satu langkah yang tengah dikembangkan adalah proyek pembangunan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur.

Proyek ini merupakan bagian dari kerja sama strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation, sebuah perusahaan semen asal Jepang yang memiliki pengalaman luas di pasar global. “Fasilitas dermaga dirancang untuk memiliki kapasitas ekspor antara 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun, dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026”, Rizki Kresno.
Ekspansi ke pasar ekspor menjadi langkah penting bagi Solusi Bangun Indonesia dalam menghadapi kelebihan kapasitas di pasar domestik. Dengan memperluas jangkauan pasar ke luar negeri, perusahaan dapat mengoptimalkan utilisasi kapasitas produksi sekaligus meningkatkan diversifikasi pendapatan.
Selain fokus pada ekspor, kerja sama dengan Taiheiyo Cement juga mencakup pengembangan lini bisnis baru di bidang soil stabilization atau stabilisasi tanah. Inovasi ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan industri konstruksi yang semakin kompleks, sekaligus membuka peluang pasar baru yang sebelumnya belum tergarap secara optimal.
Pengembangan soil stabilization menjadi salah satu contoh bagaimana perusahaan tidak hanya beradaptasi terhadap perubahan pasar, tetapi juga berupaya menciptakan nilai tambah melalui inovasi. Dengan solusi ini, Solusi Bangun Indonesia dapat menawarkan produk dan layanan yang lebih komprehensif kepada pelanggan, sekaligus memperkuat posisi kompetitif di industri.
Ke depan, perusahaan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan yang telah dibangun sepanjang 2025. Sinergi dengan SIG, ditambah dengan strategi transformasi yang berkelanjutan, diyakini akan menjadi fondasi kuat untuk menghadapi tantangan industri yang masih dinamis.
Di tengah tekanan yang belum sepenuhnya mereda, kisah Solusi Bangun Indonesia menjadi contoh bagaimana strategi yang tepat dan eksekusi yang disiplin dapat menghasilkan kinerja yang solid. Transformasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk bertahan dan tumbuh di industri yang semakin kompetitif.
Dengan langkah-langkah strategis yang terus diperkuat, perusahaan tidak hanya berupaya menjaga stabilitas jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi untuk pertumbuhan jangka panjang. Dalam lanskap industri semen yang terus berubah, kemampuan untuk beradaptasi dan berinovasi akan menjadi penentu utama keberhasilan—dan Solusi Bangun Indonesia tampaknya berada di jalur yang tepat menuju tujuan tersebut. (maspril aries)





