Home / News / Cahaya Ramadan di Bumi Serasan: Jejak Kepedulian PT SBS Menembus Batas Rutinitas

Cahaya Ramadan di Bumi Serasan: Jejak Kepedulian PT SBS Menembus Batas Rutinitas

Direktur Utama PT Satria Bahana Sarana (PT SBS), Agung Pratama saat buka puasa bersama anak yatim. (FOTO: Humas SBS)

KINGDOMSRIWIJAYA, Tanjung Enim – Cahaya matahari di ufuk barat Muara Enim mulai melunak, menyisakan semburat jingga yang hangat di langit Lawang Kidul. Di dalam ruang aula Kantor Head Office PT Satria Bahana Sarana (PT SBS), suasana yang biasanya beraroma produktivitas tambang, sore itu berubah drastis. Wangi aroma masakan berbuka dan sayup-sayup lantunan doa menggantikan deru rutinitas kantor.

Di sana, sebuah harmoni sedang dirajut; sebuah cerita tentang bagaimana sebuah korporasi menanggalkan seragam teknisnya untuk mengenakan jubah kemanusiaan. Bagi pimpinan dan karyawan PT SBS, Ramadan 1447 Hijriah bukan sekadar bulan menahan lapar.  Ia telah bertransformasi menjadi panggung besar bagi empati yang mengalir dalam berbagai rupa: dari tawa anak yatim, butiran beras sembako, hingga diskusi hangat bersama aparatur daerah.

Puncak dari kehangatan itu terasa nyata saat acara buka puasa bersama digelar. Di tengah ruangan, Direktur Utama PT SBS, Agung Pratama, tidak duduk di meja eksklusif yang terpisah jauh. Sebaliknya, ia melingkar, duduk berdampingan dengan anak-anak yatim yang hadir sebagai tamu kehormatan.

Pemandangan ini menjadi potret yang kontras namun indah. Para pejabat direksi yang biasanya sibuk dengan angka dan target operasional, sore itu tampak asyik bersenda gurau dengan anak-anak yang mengenakan pakaian terbaik mereka. Tidak ada sekat. Gelak tawa anak-anak itu pecah saat sesi tausiah berlangsung, mengisi celah-celah ruangan dengan energi positif yang menular.


Humas PT Satria Bahana Sarana (PT SBS), Gito Siswanto saat menyerahkan bantuan perlengkapan salat. (FOTO: Humas SBS)

Saat azan Maghrib berkumandang, momen yang dinanti tiba. Sebuah kesederhanaan yang mewah tercipta saat Agung Pratama secara simbolis menyuap takjil, diikuti oleh anak-anak yatim di sekelilingnya. “Kami ingin berbagi kebahagiaan”, kata Agung dengan nada rendah namun penuh ketulusan. “Semoga dengan hadirnya anak-anak ini, PT SBS tidak hanya mendapat keberkahan dalam operasional, tetapi juga ridha dari Allah SWT. Kita semua ingin sehat dan bahagia bersama”.

Kebahagiaan itu mencapai puncaknya saat santunan dibagikan. Mata anak-anak itu berbinar—bukan sekadar karena amplop atau bingkisan yang diterima, melainkan karena rasa diakui dan disayangi oleh lingkungan yang mungkin selama ini terasa jauh dari jangkauan mereka.

Perlengkapan Salat

Namun, kepedulian PT SBS tidak berhenti di dalam ruangan berpendingin udara. Tim Humas yang dipimpin oleh Gito Siswanto bergerak menjemput bola, menyusuri jalanan Kabupaten Muara Enim menuju titik-titik yang membutuhkan. Target mereka jelas, panti asuhan dan pondok pesantren.

Di sana, PT SBS menyalurkan bantuan perlengkapan salat. Sajadah baru yang masih harum pabrik, sarung, dan mukena dibagikan dengan harapan dapat menambah kekhusyukan ibadah di sisa bulan suci.

“Ini adalah titipan amanah dari seluruh karyawan”, ungkap Gito Siswanto saat menyerahkan bantuan di salah satu pondok pesantren. “Kami berharap perlengkapan salat ini menjadi saksi ibadah mereka dan menjadi amal jariyah bagi setiap individu di PT SBS. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak berjuang sendiri dalam menuntut ilmu agama”.


Sekretaris Perusahaan (Sekper) PT Satria Bahana Sarana (PT SBS), Yudhi Wibowo saat dalam acara seminar Penguatan Aparatur Daerah. (FOTO: Humas SBS)

Bagi anak-anak panti, bantuan ini lebih dari sekadar kain. Ia adalah suntikan semangat bahwa di tengah kesibukan industri besar di daerah mereka, masih ada hati yang memikirkan apakah mereka memiliki mukena yang layak untuk salat Idul Fitri nanti.

Sembako untuk Marbot dan Yatim Piatu

Cerita berlanjut ke sudut-sudut desa di wilayah Lawang Kidul. Ramadan seringkali membawa tantangan ekonomi tersendiri bagi masyarakat kecil. Menyadari hal tersebut, PT SBS menyasar sosok-sosok yang sering terlupakan, para marbot musala.

Marbot adalah penjaga rumah Tuhan yang sering bekerja dalam senyap, memastikan lantai masjid bersih dan pengeras suara berfungsi tepat waktu sebelum subuh. Kepada merekalah, dan kepada anak-anak yatim piatu di pelosok desa, bantuan paket sembako disalurkan.

“Kami menyasar wilayah Lawang Kidul karena ini adalah rumah kami. Kami ingin berbagi kebahagiaan Ramadan lewat hal-hal esensial seperti bahan pangan”, kata Gito. Penyaluran sembako ini menjadi jembatan emosional yang memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat lingkar tambang. Keberadaan PT SBS di Muara Enim bukan sekadar entitas bisnis, melainkan tetangga yang peduli ketika dapur warga butuh bantuan untuk mengepul.


Direksi dan Pejabat PT Satria Bahana Sarana (PT SBS) saat berbuka puasa bersama anak yatim. (FOTO: Humas SBS)

Menenun Sinergi di Messhall Saka

Melengkapi agenda Ramadan tahun 2026, PT SBS juga menyelenggarakan seminar, Perusahaan menyadari bahwa keberlanjutan kebaikan memerlukan sinergi dengan pemangku kebijakan. Pada Selasa, 10 Maret 2026, suasana di Messhall Saka berlangsung Seminar Penguatan Aparatur Daerah.

Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci: para Kepala Desa (Kades), Lurah, perwakilan Koramil, Polsek, hingga mitra kerja strategis lainnya. Sekretaris Perusahaan (Sekper) PT SBS, Yudhi Wibowo, hadir langsung untuk menyambut para tamu tersebut.

Seminar ini bukan sekadar diskusi formal tentang birokrasi. Ini adalah wadah silaturahmi untuk menyamakan persepsi. Dalam suasana yang cair namun tetap berbobot, PT SBS ingin memastikan bahwa hubungan antara pemerintah daerah dan perusahaan tetap harmonis.

“Filosofinya sederhana, jika hubungan pemerintah dan perusahaan erat, maka pelayanan kepada masyarakat pun akan semakin kuat”, Gito Siswanto. Seminar tersebut kemudian diakhiri dengan berbuka puasa bersama, mengukuhkan komitmen bahwa pembangunan daerah adalah tanggung jawab kolektif yang harus dipikul bersama dengan tangan terbuka.

Ramadan 1447 H bagi PT Satria Bahana Sarana bukan sekadar daftar centang pada program Corporate Social Responsibility (CSR). Dari aula kantor hingga ke teras-teras mushola desa, jejak langkah mereka meninggalkan pesan yang jelas, bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari angka produksi yang tercatat di papan tulis kantor pusat, tetapi juga dari seberapa banyak senyum yang berhasil mereka ciptakan di wajah seorang anak yatim atau seorang marbot tua.

Di bawah langit Muara Enim, PT SBS telah menuliskan satu bab cerita tentang kepedulian yang tulus. Sebuah cerita yang diharapkan akan terus bergema jauh setelah bulan Ramadan berlalu, menjadi pengingat bahwa di balik industri yang masif, selalu ada ruang untuk hati yang mengasihi. (maspril aries)

#Penulisan konten ini diolah dengan bantuan AI.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *