Pengumuman Bidiksiba 2026. (FOTO: Humas PTBA)
KINGDOMSRIWIJAYA, Tanjung Enim – Komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia kembali ditegaskan PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) dengan membuka pendaftaran Program Bantuan Biaya Pendidikan Mahasiswa Sekitar Bukit Asam (BIDIKSIBA) Tahun 2026. Program beasiswa ini menjadi salah satu andalan BUMN tambang dan energi tersebut dalam mendorong akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di sekitar wilayah operasional tambang dan pelabuhan yang dikelola perseroan.
Pendaftaran BIDIKSIBA 2026 resmi dibuka pada 23 Februari hingga 2 Maret 2026 melalui laman resmi https://bidiksiba.id/ . Program ini diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK/MA sederajat yang berdomisili di wilayah Ring 1 perusahaan dan ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang Diploma Tiga (D-III).
“BIDIKSIBA merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL perusahaan yang secara konsisten dijalankan setiap tahun”, kata Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, Rabu (25/2).
Menurut Eko, program ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat di sekitar wilayah operasional. “Kami ingin memastikan bahwa generasi muda di sekitar tambang memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi. Ayo segera mendaftar melalui link di atas”, ujarnya.
Program BIDIKSIBA menyasar lulusan SMA dan SMK dari wilayah sekitar Unit Tanjung Enim Mining Site, Tarahan Port di Lampung, Kertapati Port di Palembang, Ombilin Mining Site di Sumatera Barat, dan Peranap Mining Site di Riau. Wilayah-wilayah ini selama ini menjadi pusat aktivitas operasional PTBA, mulai dari pertambangan hingga distribusi batu bara.
Di Tanjung Enim, Sumatera Selatan (Sumsel), misalnya, PTBA telah lama menjadi penggerak ekonomi lokal. Namun perusahaan menyadari bahwa pembangunan ekonomi harus diiringi dengan pembangunan kualitas manusia. Melalui BIDIKSIBA, perusahaan berupaya menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga pada peningkatan taraf pendidikan masyarakat sekitar.
Eko menjelaskan, program Bidiksiba ini menyasar keluarga prasejahtera. Salah satu syarat utama bagi calon penerima beasiswa adalah berasal dari keluarga dengan pendapatan tidak melebihi Upah Minimum Regional (UMR) setempat. Peserta diwajibkan melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) serta tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain.
Selain itu, calon peserta juga harus membuat surat pernyataan bermaterai mengenai minat dan kesungguhan mengikuti program, yang disetujui oleh orang tua atau wali. Ketentuan ini dimaksudkan untuk memastikan komitmen penerima beasiswa dalam menyelesaikan pendidikan hingga tuntas.
Seleksi Ketat dan Berjenjang
Proses seleksi BIDIKSIBA 2026 dilakukan secara bertahap dan komprehensif. Setelah tahap pendaftaran daring, peserta akan melalui seleksi administrasi, psikotes, verifikasi lapangan, hingga ujian jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT-UTBK).
Model seleksi ini dirancang untuk memastikan bahwa penerima beasiswa tidak hanya memenuhi kriteria ekonomi, tetapi juga memiliki potensi akademik serta kesiapan mental untuk menempuh pendidikan tinggi. Verifikasi lapangan menjadi salah satu tahap penting guna memastikan validitas data yang disampaikan peserta.
Pendekatan berlapis ini sekaligus mencerminkan keseriusan PTBA dalam mengelola program secara akuntabel dan tepat sasaran.

Konsisten Sejak Lebih dari Satu Dekade
BIDIKSIBA bukanlah program baru. Sejak pertama kali digulirkan lebih dari satu dekade lalu, program ini telah membantu ribuan mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang D-III di berbagai perguruan tinggi negeri dan politeknik.
Dalam lima tahun terakhir, jumlah penerima manfaat terus menunjukkan konsistensi. Pada 2021, PTBA tercatat menyalurkan beasiswa kepada ratusan mahasiswa dari wilayah Sumatera Selatan dan Sumatera Barat. Program ini tetap berjalan meski saat itu dunia tengah menghadapi pandemi COVID-19, yang justru memperberat kondisi ekonomi banyak keluarga.
Pada 2022, jumlah penerima beasiswa kembali dipertahankan dengan cakupan wilayah yang sama, mencakup Tanjung Enim, Tarahan, Kertapati, Ombilin, dan Peranap. Selain pembiayaan pendidikan, para penerima juga mendapatkan pembinaan karakter dan pelatihan soft skills untuk meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja.
Memasuki 2023 dan 2024, PTBA memperkuat aspek pendampingan mahasiswa. Tidak hanya membiayai uang kuliah, program ini juga mencakup bantuan biaya hidup, perlengkapan pendidikan, serta monitoring berkala terhadap perkembangan akademik mahasiswa. Hingga 2025, total penerima manfaat BIDIKSIBA sejak awal program telah mencapai lebih dari 3.000 mahasiswa.
Tingkat kelulusan peserta pun tergolong tinggi. Sebagian besar penerima beasiswa mampu menyelesaikan studi tepat waktu dan terserap di dunia kerja, baik di sektor industri, jasa, maupun wirausaha. Beberapa alumni bahkan kembali mengabdi di wilayah asalnya, menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Investasi Jangka Panjang Perusahaan
Sebagai perusahaan energi nasional yang saham mayoritasnya dimiliki negara, PTBA memandang pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Kinerja bisnis yang solid dinilai harus sejalan dengan kontribusi sosial yang nyata.
BIDIKSIBA menjadi salah satu program unggulan TJSL PTBA selain program pemberdayaan UMKM, kesehatan masyarakat, dan pelestarian lingkungan. Fokus pada pendidikan dinilai strategis karena mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Eko menegaskan, “Perusahaan tidak hanya ingin hadir sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai mitra pembangunan daerah. Kami percaya bahwa pendidikan adalah kunci utama meningkatkan daya saing daerah. Dengan memberikan akses pendidikan tinggi, kami berharap lahir generasi muda yang kompeten dan siap membangun daerahnya”.
Membuka Harapan Baru
Bagi banyak keluarga di sekitar wilayah tambang, BIDIKSIBA menjadi pintu harapan. Biaya kuliah yang kerap menjadi hambatan kini dapat diatasi melalui program ini. Tidak sedikit orang tua yang bekerja sebagai buruh harian, petani, atau pekerja informal lainnya merasa terbantu dengan adanya beasiswa tersebut.
Program ini juga mendorong semangat belajar di kalangan siswa SMA/SMK/MA. Setiap tahun, pembukaan pendaftaran BIDIKSIBA selalu disambut antusias. Informasi mengenai jadwal dan persyaratan segera menyebar melalui sekolah-sekolah dan perangkat desa.
Dengan dibukanya pendaftaran BIDIKSIBA 2026, PTBA kembali mengajak generasi muda di sekitar wilayah operasional untuk memanfaatkan kesempatan ini. Seleksi yang transparan dan akuntabel diharapkan mampu menjaring calon-calon mahasiswa berpotensi yang siap mengukir masa depan lebih baik.
Di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika industri energi, langkah konsisten PTBA dalam mendukung pendidikan menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan bukan sekadar slogan. Melalui BIDIKSIBA, perusahaan berupaya memastikan bahwa kemajuan industri berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Pendaftaran yang dibuka hingga 2 Maret 2026 menjadi momentum penting bagi lulusan SMA/SMK/MA di wilayah Ring 1 PTBA. Bagi mereka yang memenuhi syarat dan memiliki tekad kuat untuk melanjutkan pendidikan, BIDIKSIBA bukan sekadar beasiswa—melainkan jembatan menuju masa depan yang lebih cerah. (maspril aries)
#Penulisan konten ini diolah dengan bantuan AI.






