Home / Eduaksi / Dubes Prancis Fabien Penone Buka Pameran “Liberté d’Inclusion” (Diplomasi Budaya di Semarang)

Dubes Prancis Fabien Penone Buka Pameran “Liberté d’Inclusion” (Diplomasi Budaya di Semarang)

Dubes Prancis untuk Indonesia sedang mengamati lukisan karya sahabat difabel pada pameran Liberte d’inclusion” di Alliance Française Semarang (Christian Saputro)

KINGDOMSRIWIJAYA, Semarang – Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone hadir di Semarang untuk membuka pameran seni rupa bertajuk “Liberté d’Inclusion” di Alliance Française (AF), Jalan Dr Wahidin No. 54, Kaliwiru.

Pameran yang dibuka Rabu, 11 Februari 206 akan berlangsung sampai 21 Februari. 2026. Acara pameran lukisan ini menjadi pembuka rangkaian kunjungan kerja Dubes Prancis di ibu kota Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tersebut.

Pameran yang mengusung tema “Aku Ada, Aku Berkarya, Aku Setara” ini merupakan kolaborasi Alliance Française Semarang dan Roemah Difabel (Roemah D), menampilkan karya delapan perupa difabel: Danang, Yuni, Yohan, Rizky Amelia, Faradhella, Raffi, Sheva, dan Willi. Dalam proses kreatifnya, para perupa didampingi pelukis Giovanni Susanto.

Pengamat seni rupa sekaligus penulis pengantar pameran, Christian Heru Cahyo Saputro, menilai kegiatan ini bukan sekadar agenda seni, melainkan pernyataan kultural tentang kesetaraan.

“Pameran ini tidak berbicara tentang belas kasihan, tetapi tentang keberanian untuk hadir. Setiap karya menyampaikan pesan yang tegas: aku ada, aku berkarya, dan aku setara”, katanya.

Menurutnya, seni dalam “Liberté d’Inclusion” menjadi ruang pembebasan karena tidak menuntut kesempurnaan fisik, melainkan kejujuran ekspresi. Proses kreatif berlangsung dalam suasana setara tanpa penyeragaman gaya dan tema. “Inklusi di sini lahir dari kesadaran bahwa seni tidak pernah mengukur manusia dari keterbatasannya, melainkan dari kejujuran pengalaman hidupnya”, ujarnya.

Sementara itu Direktur Alliance Française Semarang, Kiki Martaty, menyampaikan bahwa pameran ini sejalan dengan komitmen AF dalam mempromosikan nilai kebebasan, kesetaraan, dan inklusi melalui seni dan budaya, sekaligus memperkuat kerja sama kebudayaan Prancis–Indonesia.


Dubes Prancis untuk Indonesia Fabien Penone sedang berdialog dengan founder Roemah Difabel Noviana Dibyantari setelah membuka pameran lukisan bertajuk Librrte’ d’inclusion” di Alliance Française Semarang (Christian Saputro)

Founder Roemah Difabel, Noviana Dibyantari, mengatakan, “Pameran ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk membuka ruang ekspresi dan pengakuan setara bagi seniman difabel. Kami ingin sahabat difabel tidak hanya diberi panggung, tetapi juga didampingi untuk bertumbuh dan diakui secara setara”.

Melalui program “Merdeka Berkarya, Warnai Indonesia”, Roemah Difabel menunjukkan bahwa disabilitas bukanlah batasan untuk berprestasi. Dan pmeran ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi ruang perjumpaan publik dengan nilai kebebasan berekspresi, kesetaraan, serta penghormatan terhadap keberagaman melalui seni rupa.

Rangkaian Diplomasi Dubes

Selama di Semarang, Dubes Fabien Penone usai membuka pameran lukisan melanjutkan agenda kunjungan ke Akademi Kepolisian. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penguatan hubungan kelembagaan serta pertukaran wawasan di bidang pendidikan dan pelatihan. Rombongan menerima pemaparan singkat mengenai sistem pendidikan di lingkungan akademi serta berdiskusi mengenai potensi kerja sama.

Kemudian delegasi Dubes Fabien Penone menuju Balai Kota Semarang untuk bertemu Wali Kota. Pertemuan membahas peluang kolaborasi strategis di berbagai bidang, mulai dari kebudayaan dan pendidikan hingga pengembangan kota berkelanjutan.

Pada kesempatan itu dilakukan juga penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Wali Kota dan Duta Besar sebagai landasan formal penguatan hubungan bilateral. Juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Wali Kota dan Direktur AF Semarang, Kiki Martaty yang disaksikan Dubes Prancis sebagai bentuk dukungan simbolis.

Melalui kerjasama tersebut para pihak menyampaikan harapan agar kerja sama yang terjalin dapat memberikan manfaat konkret bagi masyarakat kedua negara.

Rangkaian kunjungan resmi satu Dubes Fabien Penone di Semarang berakhir pukul 16.30 WIB dengan keberangkatan delegasi menuju bandara. Perjalanan ini menandai satu hari diplomasi yang memadukan seni, pendidikan, dan kerja sama strategis dalam semangat persahabatan Prancis–Indonesia. (Christian Saputro – Semarang)

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *