KINGDOMSRIWIJAYA, Tanjung Enim – Masih dalam rangkaian HUT ke 11 PT Satria Bahana Sarana (SBS), perusahaan ini kembali merayakannya dengan berbagi kepedulian bersama warga yang berada di area operasional perusahaan khususnya di Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim.
“Ada dua kegiatan yang dilaksanakan pada peringatan 11 Tahun PT Satria Bahana Sarana bertempat di Puskesmas Tanjung Enim dan Desa Lingga”, kata Gito Siswanto Humas PT SBS, Selasa (3/2).
Di dua tempat tersebut perusahaan tambang batu bara ini mengusung dua misi besar—kesehatan generasi dan kelestarian alam—mereka membuktikan bahwa bisnis bukan hanya soal angka, tapi juga soal warisan.
Di Puskesmas Tanjung Enim pada 28 Januari 2026, dengan mengusung tema kegiatan “Komitmen Bersama Mewujudkan Generasi Sehat”, PT SBS menyerahkan bantuan berupa susu dan makanan tambahan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bagi sebagian orang, kotak susu atau biskuit nutrisi mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi seorang ibu yang sedang berjuang memastikan anaknya tumbuh optimal di tengah tantangan ekonomi, bantuan ini adalah napas lega.
Pada penyerahan berupa susu dan makanan kepada masyarakat tersebut dihadiri langsung Sekretaris Perusahaan PT SBS, Yudhi Wibowo yang didampingi Kepala Puskesmas Tanjung Enim, dr. Zalma, dan Plt (Pelaksana Tugas) Camat Lawang Kidul Yudha Pratama, prosesi penyerahan ini menjadi simbol sinergi antara sektor swasta dan fasilitas kesehatan masyarakat.

“Kami ingin ikut bersama-sama mewujudkan generasi sehat yang selaras dengan tujuan pemerintah. Fokus kami adalah memastikan anak-anak sebagai pemegang tongkat estafet masa depan memiliki pondasi fisik yang kuat”, ujar Gito Siswanto.
Bantuan ini bukan sekadar seremonial semata. Ini adalah pernyataan sikap bahwa PT SBS ingin tumbuh besar bersama masyarakat yang sehat. Karena pada akhirnya, sebuah industri hanya akan sekuat komunitas yang ada di sekelilingnya.
Desa Lingga
Sementara itu di Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul. Jika di Puskesmas bantuan terkait dengan kesehatan manusia, maka di desa ini PT SBS mengurusi kesehatan bumi. Dengan mengusung tema “Menanam Hari Ini Menjaga Kehidupan Masa Depan”, jajaran manajemen PT SBS dipimpin Manajer Manajemen Mutu & K3L Korporat Tinon Sanyoto, AM CSR & Komunikasi Korporat Auliya, serta Gito Siswanto, memegang cangkul dan bibit pohon, menanam pohon bersama Plt Camat Yudha Pratama, Danramil Tanjung Enim Kapten Inf Kamaludin, serta Kepala Desa Lingga, Hisri.
Aksi menanam pohon ini bukan sekadar penghijauan kosmetik. Di tengah isu perubahan iklim yang semakin nyata, setiap bibit yang ditanam adalah janji akan oksigen yang lebih bersih bagi anak-anak Tanjung Enim sepuluh atau dua puluh tahun ke depan.
“Pohon adalah paru-paru dunia”, kata Gito Siswanto, “Apa yang kita tanam hari ini mungkin belum bisa kita nikmati keteduhannya besok pagi. Tapi, untuk kelangsungan masa depan dan kelestarian alam, ini adalah langkah yang tidak bisa ditunda”.
Dari aksi menanam pohon bersama ini, ada pesan tersirat yang kuat, “menjaga alam adalah tanggung jawab kolektif”. Desa Lingga kini memiliki “tabungan” hijau yang akan terus tumbuh seiring bertambahnya usia PT SBS.

Dari dua agenda kegiatan tersebut, Humas Gito Siswanto menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan HUT ke-11 ini memang dirancang untuk menyentuh dua aspek krusial dalam kehidupan, manusia dan lingkungan. “Dua kegiatan ini—penyerahan bantuan nutrisi dan penanaman pohon—merupakan satu kesatuan rangkaian HUT ke-11 kami. Kami tidak ingin merayakan usia baru sendirian. Kami ingin masyarakat merasakan manfaat nyata, dan alam mendapatkan kembali apa yang menjadi haknya”, katanya.
Bagi PT SBS, angka 11 bukan sekadar statistik pertumbuhan perusahaan. Ini adalah momentum refleksi. Dalam sebelas tahun perjalanannya, perusahaan menyadari bahwa operasional yang berkelanjutan hanya bisa dicapai jika lingkungan terjaga dan masyarakatnya sejahtera.
Kepala Desa Lingga, Hisri, memberikan apresiasinya. Menurutnya, langkah PT SBS melakukan penghijauan di wilayahnya sangat membantu menjaga ekosistem lokal. Senada dengan itu, dr. Zalma dari Puskesmas Tanjung Enim berharap program bantuan makanan tambahan seperti ini dapat menekan angka masalah gizi di wilayah tersebut secara jangka panjang.
Perayaan HUT ke-11 PT SBS ini adalah upaya perusahaan merangkul “tetangganya”. Bukan dengan seremoni mewah di gedung tinggi, melainkan dengan peluh saat menanam pohon dan senyum tulus saat membagikan nutrisi. Harapannya sederhana namun mendalam. Bantuan susu tersebut menjadi energi bagi generasi muda untuk belajar dan berprestasi, sementara pohon-pohon yang ditanam akan tumbuh menjulang, memberikan keteduhan dan udara bersih bagi generasi yang sama.
Selamat ulang tahun ke-11, PT SBS. Di tanah Lawang Kidul, jejak yang tertinggal tidak hanya tertulis di atas kertas laporan tahunan, tapi tertanam di akar pohon Desa Lingga dan mengalir dalam kesehatan anak-anak Tanjung Enim. (maspril aries)
#Penulisan konten ini diolah dengan bantuan AI.






